Berjodoh Dengan Psychopat Tampan

Berjodoh Dengan Psychopat Tampan
gudang tua


__ADS_3

.


.


.


.


"ini tempat apa? kenapa lo bawa gw kesini?" tanya Arabella kepada Kenzo


"katanya tadi bosan" Kenzo


"ya tapikan gak ke sini juga" Arabella sambil melihat-lihat sekitaran gudang tua itu.


"karna kita udah ada di sini jadi ayo keluar" Kenzo keluar dari mobilnya lalu berjalan masuk ke gudang tua dan di ikuti Arabella di belakangnya sambil memenggang baju belakang Kenzo karna takut, walau Arabella gak takut sama gelap tapi Arabella tetap saja takut sama hantu.


ketika masuk ke dalam gudang tersebut di sana ada beberapa pria berbadan besar seperti preman dan mereka sedang meminum alkhol dan juga ada satu wanita yang pingsan dan di ikat di kursih dengan mulut tertutup oleh lakban.


"mereka siapa?" tanya Arabella dengan suara pelan.


Kenzo tak menjawab pertanyaan Arabella dan ia terus berjalan mendekati para preman itu sedangkan Arabella sembunyi di belakang Kenzo dan menyembungyikan kepalanya di punggung Kenzo karena takut. Para preman itu menyadari kedatangan Kenzo lalu mereka semua berdiri dan menghadap Kenzo.


"apa dia wanitanya, boss?" tanya salah satu preman itu kepada Kenzo sambil menunjuk dengan dagunya ke wanita yang pingsan dan terikat di kursih. Preman-preman itu adalah anak buahnya Kenzo, yang Kenzo suruh untuk menculik wanita yang di jodohkan dengannya oleh orang tuanya sendiri. Karena Kenzo tidak suka jadi dia menyuruh anak buahnya untuk menculiknya.


Kenzo melihat yang wanita yang di tunjukan oleh pereman itu lalu menganggukan kepalanya "kerja bagus, kalian bisa pergi" para preman itu keluar dari gudang dan sekarang yang berada di dalam hanya Kenzo, Arabella dan wanita yang terikat.


"mereka udah pergi jadi takut lagi" Kenzo


Arabella melihat sekeliling lalu pindah ke samping Kenzo dan melihat wanita yang terikat di kursih yang berada tak jauh darinya " dia siapa?" tanya Arabella


"Emeli" jawab Kenzo


"kenapa lo menbawanya ke sini?" tanya Arabella lagi


"preman tadi yang membawanya bukan gw" Kenzo dengan muka datar


"kenapa lo bawa gw kesini?" tanya Arabella lagi


"karna lo tadi bilang bosan di apartement jadi gw bawa lo ke sini buat membunuh dia" kata Kenzo dengan santai


"WHATT!! BUNUH!! gw bukan psychopat seperti lo yang gak punya hati" kata Arabella yang terkejut dan marah kepada Kenzo


Kenzo langsung menghadap Arabella dan mencengkram dagu Arabella lalu mencium paksa Arabella, Arabella membulatkan matanya lalu ia berontak dan memukul dada bidang Kenzo tapi bagi Kenzo pukulan itu tidak ada apa-apanya. setelah 1menit Kenzo melepas ciuman itu lalu Arabella menamparnya 'plak' tamparan keras mendarat di pipi Kenzo, tapi bagi Kenzo tamparan itu tidak sakit sama sekali.


"DASAR B4JI*NG4N K3P4R4T" teriak Arabella yang sangat marah dan emosi dengan air mata yang sudah mengalir dari tadi lalu Arabella terduduk lemas di lantai sambil menutup mukanya dan menagis sejadi-jadinya.


Kenzo hanya melihat Arabella sebentar lalu ia mendekati Emeli dan mengelurkan pisau kecil yang sangat tajam dari saku celana, setelah itu ia tusukan pelan pisau itu tepat di jantung Emeli.


Emeli yang tadinya masih pingsang karna pengaruh obat bius pun terbangun karna merasakan sakit karena tusukan itu tapi ia tidak bisa berbicara bahkan berteriakpun tidak bsa karena mulutnya masih tertutup oleh lakban, Emeli hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan menangis karna rasa sakit yang luar biasa akibat tusukan itu.


Kenzo belum telalu dalam menusukannya karena susah ia mencabut pisau itu lalu menuskannya kembali dengan sekali hentakan dan keluarlah darah Emeli sangat banyak hingga terciprat ke tangan dan kemejanya.


Kenzo melihat wajah Emeli yang sudah sekarat lalu ia membuka lakban yang menutupi mulut Emeli

__ADS_1


"lo…psy…cho…pat…gi…la…" kata Emeli lalu menghembuskan nafas terakhirnya. Kenzo pun tersenyum smrik


Kenzo berbalik dan melihat Arabella sekilas lalu Kenzo melepas kemejanya yang terkena darah Emeli dan membersihkan tangan yang terdarah dengan kemejanya lalu membuang kemeja itu ke sembarang arah.


setelah itu Kenzo mendekat ke Arabella dan jongkok di hadapan Arabella lalu memegang tangan Arabella yang menutupi wajah Arabella lalu menurunkannya,setelah itu Kenzo menangkup kedua pipi Arabella yang basah karna Arabella masih menangis dan Kenzo pun menghapus air mata Arabella "gw minta maaf dan berhentilah menangis" kata Kenzo dengan sangat lembut


Arabella mendonggakan kepalanya, menatap mata Kenzo dengan intens.


Kenzo yang di tatap pun merasakan perasaan yang berbedan yang belum pernah ia rasakan.


"apa lo juga sering melakukan hal seperti tadi ketika sedang bersama wanita lain?" Arabella yang masih sesegukan karna habis menangis


"tadi itu pertama kali gw melakunkannya, sebelumnya gw belum pernah sedekat itu dengan wanita mana pun dan juga ini pertama kalinya gw gak tega liat orang lain menangis di hadapan gw, biasanya gw gak akan peduli dan akan meninggalkannya begitu aja" jawab Kenzo jujur. Arabella percaya karna tidak melihat kebohongan di mata Kenzo.


"udah jangan nangis lagi" Kenzo berdiri sambil membantu Arabella berdiri "ayo gw anterin lo pulang sekarang" Kenzo sambil merangkul pundak Arabella berjalan keluar dari gudang itu lalu masuk mobilnya dan menjalankan mobilnya.


untuk manyatnya Emeli udah di urus sama anak buahnya Kenzo.


Dalam perjalanan pulang suasana di dalam mobil begitu canggung. "kenapa lo bunuh wanita tadi?" tanya Arabella agar membuyarkan kecanggungan di antara mereka.


"Dia Perempuan yang di jodohin sama gw, tapi gw gak suka sama dia"


"tapikan gak harus di bunuh juga, lo kan bisa bicara baik-baik"


"percuma, orang tua gw pasti akan tetap memaksa gw buat nikah sama dia"


"emangnya lo gak punya pacar?"


"sejak kapan… lagian kita kan baru kenal"


"kemarin malam kan gw dah bilang klo lo itu pacar gw"


"enak aja, bahkan lo aja belum nembak gw" Arabella memajukan sedikit bibirnya


Kenzo melihat sekilas Arabella lalu menghentikan mobilnya di pinggir jalan. "kenapa berhenti?"


Kenzo tidak menjawab pertanyaan Arabella tapi dia malah menatap Arabella dan di balas tatapan juga oleh Arabella, Kenzo menggenggam tangan Arabella "Jadi kamu mau gak jadi pacar aku?" kata Kenzo dengan manis tersenyum manis juga membuat Arabella tersipu.


"ishh..lo apaan sih, kita itu baru kenal dan juga gak saling mencintai" Arabella melepas tangannya dari genggaman Kenzo dan memalingkan wajahnya ke kaca samping.


"tadi katanya lo mau gw nembak lo dulu biar lo jadi pacar gw" Kenzo tertawa kecil karna melihat Arabella tersipu


"ihh..maksud gw bukan gitu. udahlah ayo jalan klo gak jalan, gw turun" Arabella kesal


"oke-oke" Kenzo menjalankan kembali mobilnya


sepanjang perjalan Arabella hanya diem karna kesal kepada Kenzo. sesampainya di depan rumah Arabella langsung turun tanpa mengatakan sepatah kata pun pada Kenzo, Kenzo menjalankan kemabali mobilnya menuju rumahnya.


Arabella masuk kamarnya lalu menghempas tubuhnya ke atas kasur yang empuk dan nyaman, ia melihat jam di hp nya yang sudah menunjukan pukul 16.15. "udah jam segini, mending gw mandi dulu" Arabella mandi, setelah mandi ia turun ke bawah mencari Levin. "ABANGG..." teriak Arabella. namun tidak ada jawaban dari Levin, "tuan Levin pergi ke caffenya, nona" ujar seorang pembatu yang keluar dari dapur.


"ouh, gitu" Arabella menganggukan kepalanya


"iya nona, dan katanya tuan akan pulang malam"

__ADS_1


"hmm yaudah deh" Arabella menuju ruang keluarga lalu menonton tv di sana.


.


.


.


Kenzo baru masuk ke rumahnya, di sana sudah ada bundanya sedang duduk si sofa yang sengaja menunggu Kenzo pulang.


"sini sayang" kata bundanya kepada Kenzo. Kenzo mendekat dan duduk di sebelah bundanya.


"ada apa bun?"


"bunda mau tanya, apa kamu tau di mana Emeli? soalnya kata orang tuanya, Emeli gak pulang dari kemarin malam"


"gak" Kenzo berdiri dan akan pergi tapi...


"Kenzo, Ayah suruh kamu ke ruang kerjanya"


Kenzo pergi keruang kerja Ayah nya atau sering di sebut tuan Alberth, terlihatlah tuan Alberth yang fokus pada laptop nya. Kenzo duduk di kursih depan meja kerja Ayah nya yang behadapan langsung dengan Ayah nya,. tuan Alberth yang mengadari kehadiran Kenzo pun, menghentika aktivitasnya lalu menatap Kenzo dengan tatapan serius sedangkan Kenzo yang di tatap seperti itu malah cuek dan bodoamat.


" to the point " kata Kenzo yang tak ingin basa-basi


"kenapa kamu melakutan itu pada Emeli?" tuan Alberth sudah tau apa yang Kenzo lakukan kepada Emeli, dan ia juga tahu klo Kenzo seorang psychopat karna tuan Alberth menyuruh bawahannya untuk mengawasi Kenzo.


"lalu kenapa kalian memaksa menikah dengan wanita yang tak ku suka?"


"kami lakukan itu untuk kebaikanmu, oke klo kamu tidak mau di jodohkan lagi...kamu harus bawa orang yang kamu suka ke sini dan kenalkan kepada Ayah dan Bunda"


"okh" Kenzo hendak berdiri


"tunggu, Ayah belum selesai" tuan Alberth mencegah Kenzo untuk berdiri, dan tidak jadi berdiri


"apa lagi ?"


"mulai besok kamu harus ke perusahan dan mempelajari tentang perusahan karna kamu adalah pewaris


tunggal dari keluarga Alberth" keluarga Alberth adalah keluarga terpandang yang memiliki persahaan terbesar di kota tersebut dan sudah memiliki banyak cabang perusahan hingga ke luar negri.


"Kenzo udah bilang klo Kenzo tidak tertarik dengan perusahan" Kenzo kesal karna dari dulu ia tidak tertarik menjadi seorang CEO karna meburutnya, menjadi CEO hanya akan membuatnya mebosankan karna hanya menghabiskan waktu berjam-jam di depan laptop.


"baiklah klo kamu tidak ingin mengurus perusahaan maka semua pasilitas yang kamu gunakan sekarang, Ayah akan sita"


"oke besok aku akan persusahaan" kata Kenzo dengan suara agak tinggi lalu meninggalkan ruang kerja Ayah nya


Kenzo masuk ke kamarnya lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur milinya dan memejamkan matanya dan tak butuh waktu lama Kenzo sudah tertidur pulas.


~


sampai sini dulu dan maaf klo ceritanya gj🙏🤝


jangan lupa like👍 dan komen🤗

__ADS_1


__ADS_2