
Arabella masuk ke dalam rumahnya, dan di sana sudah ada Levin yang sedang duduk di salah satu sofa ruang tamu.
"ciee...yang abis ngedate" goda Levin pada Arabella yang sekarang sudah duduk di sampingnya.
"ng-nggak kok" Arabella gugup dan pipinya memerah
"masa sih?terus klo kamu gk ngedate, kamu abis dari mana pakai baju bagus begini?" kata Levin yang terus menggoda Arabella agar mengaku.
"emm...a-anu...i-ni itu" Arabella tidak tau harus berkata apa
"gak salah lagi, pasti kamu abis ngedate sama Kenzo kan?terus kalung yang kamu pake itu pasti dari Kenzo, iyakan? ayoloh ngaku!!" goda Levin sambil melihat kalung yang Arabella pake.
Arabella tersipu malu dan tersenyum karna mengingat saat Kenzo memakaikan kalung itu di lehernya.
"fiks,,pasti benar klo kalung ini pasti dari Kenzo" Levin
"u-udahlah Arabella cape, mau ke kamar" Arabella cepat-cepat pergi dari ruang tamu dan berjalan menuju kamarnya.
'sepertinya Arabella memang bahagia dengan Kenzo. tapi, kenapa perasaan gw selalu merasakan seperti ada sesuatu diantara mereka yang di sembunyikan?
udah lah mungkin itu cuma perasaan aja dan semoga Kenzo gak bakal nyakitin hati Arabella' batin Levin
__ADS_1
.
Keesokan paginya di rumah Arabella, seperti biasa keluarga Arabella sedang sarapan bersama.
"kalung baru tuh kayaknya!" kata mamanya Arabella yang tak sengaja melihat kalung itu melingkar di leher Arabella.
"buk-" kata Arabella terpotong
"benar tuh mam, Arabella abis di kasih kalung sama Kenzo" kata Levin yang memotong perkataan Arabella.
"beneran,Nak?" tanya sang mama pada anaknya perempuan dengan sangat antusias.
"lo gak ke kampus?" tanya Levin dengan sedikit meninggikan suaranya pada Arabella yang belum jauh.
"gak" jawab Arabella dengan nada yang sama seperti Levin.
.
Di tempat lain di rumahnya Kenzo,Kenzo bersama kedua orang tuanya juga sedang sarapan bersama. Kenzo dan kedua orang tuanya, sarapan dengan tenang dan hening tanpa ada yang berbicara.
"Nak...sejak kamu membawa Arabella kesini, kamu semakin berubah menjadi Kenzo yang dulu...Bunda harap kamu bisa kembali seperti Kenzo yang dulu!" ucap Bunda Kenzo yang membuka pembicaraan agar tidak hening.
__ADS_1
"maafin Kenzo Bun, Kenzo akan berusaha agar Kenzo bisa seperti yang Bunda inginkan" Kenzo tersenyum
sebenarnya Kenzo berubah bukan hanya karna Arabella tapi pada saat Bundanya menceritakan tentang dirinya yang berubah pada Arabella, Kenzo mendengar semuanya.
pada saat Kenzo mendengarkan itu Kenzo sangat tidak tega saat melihat Bundanya bersedih, hingga akhirnya Kenzo memutuskan untuk mencoba berubah seperti Kenzo yang di inginkan oleh Bundanya.
"bagus klo begitu, agar ayah juga tidak perlu menyuruh irang untuk mengawasi mu lagi" ucap tuan Alberth
"ayah kan udah tau klo Kenzo itu bisa jaga diri Kenzo sendiri jadi Ayah tidak perlu melakukan itu"kata Kenzo
"bukan itu yang Ayah khawatirkan tapi Ayah takut nanti kamu melakukan sesuatu yang tidak benar karna kamu tidak terbuka dengan Ayah dan Bunda, jadi mulai sekarang kamu harus belajar terbuka dan selalu bercerita apapun dengan Ayah ataupun Bunda"kata tuan Alberth
"benar kata Ayah,Nak
oh iya kapan kamu akan membawa Arabella kesini lagi? Bunda ingin ketemu Arabella lagi"kata Bunda Kenzo
"Nanti klo ada waktu,Bun" Kata Kenzo
"ya udah Ayah berangkat ke kantor dulu" tuan Alberth mencium kening istrinya lalu pergi ke kantornya.
"Kenzo juga,Bun" Kenzo juga pergi ke kantor Ayahnya.
__ADS_1