
Kenzo sedang duduk di ruang kerjanya sambil mengotak-ngatik laptop nya. beberapa saat kemudian Vanesa masuk ke ruangan Kenzo tanpa mengetok pintu dulu, Kenzo menghentikan aktivitasnya lalu melihat ke arah Vanesa yang sedang berjalan ke arahnya "ada urusan apa lo ke sini?" tanya Kenzo dengan dingin.
"apa kamu lupa? kan sekarang kita harus pergi ke tempat pembangunan proyek kerja sama kita" ucap Vanesa yang sekarang sudah berada di sebelah Kenzo dan sedang berusaha menggoda Kenzo dengan tangan kanan Vanesa berada di bahu Kenzo dan tangan kirinya berada di atas meja lalu Vanesa sedikit membungkukkan badannya agar payu*daranya terlihat jelas oleh Kenzo, karna tanpa Vanesa membungkukkan badan pun memang belahan payu*dara sudah terlihat karna Vanesa memakai baju yang terbuka dan ketat.
Kenzo yang tak sengaja melihat apa yang Vanesa lakukan pun, malah jijik dan tidak nafsu karna payu*daranya Vanesa terlihat seperti sangat kendor seperti payu*dara ibu² menyusui.
Vanesa yang melihat Kenzo seperti tidak ada nafsu saat Kenzo melihat payu*daranya,Vanesa pun tidak tinggal diam.
Tangan kanan Vanesa yang tadinya berada di bahunya Kenzo pun, semakin turun dan akan meraba dadanya Kenzo.
Kenzo yang risih dengan apa yang dilakukan Vanesa pun, langsung menepis tangan Vanesa dengan keras lalu Kenzo bangun dari duduknya.
karna Kenzo menepis tangan Vanesan dengan sangat keras, Vanesa pun akan terjatuh namun dengan cepat tangan kiri nya Vanesa memegang kursih yang tadi diduduki oleh Kenzo tapi, karna yang Vanesa penggang itu kursih kerja jadi bawahnya kursi itu memiliki roda sehingga kursi itu tidak bisa menahan Vanesa jadi tetap saja Vanesa terjatuh "auh~" rintih Vanesa mengusap bokongnya.
__ADS_1
Kenzo hanya melihat sekilas Vanesa, lalu Kenzo pergi keluar ruangannya. Vanesa yang melihat Kenzo berjalan keluar, Vanesa langsung berdiri dan mengejar Kenzo.
Kenzo sekarang sudah berdiri di hadapan mejanya Davin yang berada tetap bersebrangan dengan pintu masuk ruangan Kenzo.
"ishh~ Kenzo tungguin!!" kata Vanesa yang baru keluar dari ruangan Kenzo dan Vanesa langsung bergelayut manja pada tangan Kenzo.
Kenzo hanya melirik sekilas pada Vanesa. "gantikan saya untuk datang ke tempat pembangunan proyek bersama wanita Gila ini!" Perintah Kenzo pada Davin sekertarisnya.
"baik tuan" ucap Davin sambik membungkan badannya sebentar.
"APA!!no no no...gak bisa gitu dong!!kamu juga harus ikut ke sana!!" bantah Vanesa yang ingin Kenzo ikut bersama dengan dirinya.
"ish~Kenzoo~" Vanesa menghentak-hentakan kakinya sambil memanggil Kenzo yang mulai jauch dari pandangannya.
"mari, nona" Davin mengajak Vanesa untuk berangkat ke lokasi pembangunan proyek.
__ADS_1
"GAK!!GW GAK MAU SAMA LO" teriak Vanesa yang melampiaskan kekesalannya pada Davin lalu Vanesa pergi mengejar Kenzo.
"muka aja yang cantik tapi penampilan dan kelakuannya seperti jalang" gumam Davin yang melihat Vanesa pergi.
.
"Kenzo mana sih?"gumam Vanesa yang sudah bersama di parkiran dan sadang mencari-cari keberadaan Kenzo.
"nah itu dia" Vanesa melihat Kenzo yang masuk ke dalam mobil. "tapi Kenzo mau kenama?udahlah mending gw ikutin dia aja" tampa berpikir panjang Vanesa langsung masuk ke mobilnya lalu mengikuti mobil Kenzo dari belakang.
sepanjang perjalanan, Kenzo tidak curiga sama sekali dengan mobilnya Vanesa yang berada di belakangnya karna Kenzo torus fokus dengan jalan yang di depannya.
tak selling beberapa lama mobil Kenzo berhenti di depan rumah orang."Kenzo mau jemput siapa?" gumam Vanesa yang ikut menghentikan mobilnya, tak jauh dari mobil Kenzo.
dalam mobil Kenzo, Kenzo sedang menelpon seseorang dan menyuruhnya untuk keluar rumah.
__ADS_1
Di sisi lain,di dalam mobilnya Vanesa. "Kenzo lagi ngapain sih?kok gak keluar-luar?" Vanesa terus memperhatikan mobil Kenzo dari belakang.
"eh itu siapa?kok masuk mobilnya Kenzo!" Vanesa melihat seseorang yang masuk ke dalam mobilnya Kenzo.