Berjodoh Dengan Psychopat Tampan

Berjodoh Dengan Psychopat Tampan
lupain perasaan


__ADS_3

Arabella menengok ke belakang dan Arabella melihat laki-laki yang memakai jaket jeans hitam itu adalah Niko dan sekarang Niko sedang berjalan ke arahnya.


"Arabella" panggil Niko yang tinggal beberapa langkah lagi dari tempat Arabella duduk.


Arabella tersenyum pada Niko sedangkan Nata dan Aluna terlihat heran dan bertanya-tanya 'kenapa laki-laki itu tau nama Arabella..apakah dia temannya?atau saudaranya?'


"apa gw boleh gabung?" tanya Niko dengan tersenyum manis.


"duduk aja" Arabella tersenyum pada Niko


Niko duduk di sebelah Arabella.


"ohh iya Niko.. kenalin ini sahabat gw, ini Nata dan ini Aluna" Arabella menunjuk Nata dan Aluna secara bergantian.


Niko berjabatan dengan Aluna. "Niko" Niko tersenyum


"Aluna" membalas senyuman Niko lalu melepaskan jabat tangan itu.


dan kini Niko berjabat tangan dengan Nata. "Niko" Niko tersenyum lagi


"Na..Nata"Nata salting dan gugup ketika melihat senyum Niko.


"kayaknya gw pernah liat lo!" Niko melepas jabat tangan dengan Nata


"emm..gw ini adalah orang yang lo tolong pas di depan kampus tadi" Nata


"ohh...iya-iya gw ingat" Niko


"ohh..jadi lo yang udah menolong Nata.." Arabella melihat ke Niko dan di Niko menganggukan kepalanya.


"eh kalian temen?" tanya Aluna pada Arabella dan Niko


"kita sahabatan" kata Arabella dan Niko bersamaan


"HAH"Aluna dan Nata terkejut pasalnya Arabella pernah cerita klo Arabella punya sahabat laki-laki.


"kok lo gak pernah cerita!!" Aluna


"iya kenapa?" Nata


"kalian gak ada yang nanya"


"walau kita gak nanya juga harusnya lo cerita lah, kan kita ini juga sahabat lo!" Aluna


"nah iya benar kata Aluna..ehh atau emang lo gak pernah anggap gw sama Aluna itu sahabat lo!!" lanjut Nata


"ish jangan ngomong gitu Ta...gw anggap kalian sahabat kok" Arabella

__ADS_1


"terus kenapa lo gak pernah cerita?" Aluna


"karna gak ada yang spesial dari dia" Arabella menunjuk Niko yang sedari tadi hanya menyimak dan Niko hanya memutar bola mata malas. Namun dipikiran Niko 'yah benar kata Arabella klo gw emang bukan orang spesial jadi gak mungkin klo Arabella suka sama gw'


"gak spesial apanya..orang dia ganteng banget juga, sampai-sampai Nata awhh~" Aluna belum selesai bicara tapi Nata menginjak kaki Aluna.


"lo apa-apaan sih!!" Aluna


Nata menatap tajam Aluna dan tersenyum mengerikan. Aluna masih belum ngerti kenapa Nata menginjak kakinya dan Aluna malah memutar bola mata malas.


"tadi lo mau ngomong apa?" Niko yang penasaran dengan perkataan Aluna


"ehh..Ko, gw sama yang lain duluan ke kelas ya..takutnya Dosen udah masuk" Arabella mengerti maksud Nata dan Arabella mengalihkan pembicaraannya lalu Arabella,Aluna dan Nata langsung pergi meninggalkan kantin.


"aneh" gumam Niko


.


kini Arabella,Nata dan Aluna sudah berada di dalam kelasnya dan mereka sudah duduk di tempat duduknya masing-masing.


"lo tuh klo mau ngomong di pikir dulu kek!!"kata Nata dengan nada kesal pada Aluna


"emang gw ngomong apa?" Aluna memikirkan omongannya yang mana yang bisa membuat Nata kesal "maaf hehe" Aluna cengengesan dan sekarang Aluna mengerti kesalahannya dimana.


"hmm"Nata


"gak ahh.. gw gak mau bolos lagian bentar lagi Dosen pasti masuk" Nata


"nah iya" lanjut Aluna


"Dosennya gak bakal masuk karna lagi sakit"Arabella


"lo tau dari mana?"Aluna


"dari grup lah..lagian klo bentar lagi emang Dosennya mau masuk pasti di kelas ini rame" Arabella


"lah iya ternyata di kelas cuma ada kita aja" Nata yang baru sadar klo di kelas sepi dan cuma ada mereka ber3 aja.


"ya udah yu kita pulang" Arabella berdiri dan keluar dari kelas. Nata dan Aluna juga keluar dari kelas dan mengikuti Arabella dari belakang.


Sampai depan kampus Nata dan Aluna pergi ke tempat parkir dan Arabella menunggu taxi.


Di tempat lain, Niko sedang berjalan akan keluar kampus untuk pulang tapi tanpa sengaja Niko melihat Arabella sedang berdiri menunggu taxi. Niko baru saja akan melangkahkan kakinya untuk mendekati Arabella tapi Niko tidak jadi melangkahkan kakinya karna tiba-tiba ada mobil yang berhenti di hadapan Arabella dan keluarlah seorang laki-laki berpakaian lengkap seperti orang kantoran dan laki-laki itu mendekat ke Arabella.


"dia siapa?masa sih supir taxi pakai jas, kan gak mungkin...apa dia pacarnya Arabella" gumam Niko


.

__ADS_1


"lo ngapain sih ke sini lagi? kan gw udah bilang jangan jemput gw lagi!!" Arabella mendengus kesal karna Kenzo menjumputnya lagi.


"ohoho...hebat-hebat sekarang lo udah berani memerintah gw" Kenzo menyilangkan tangannya di dadanya dan tersenyum mengerikan.


"ma..maksud gw gak gitu,emm.. gw cma gak mau ngerepotin lo" alasan Arabella


"hmm..dah sekarang lo masuk" Kenzo membukan pintu mobil untuk Arabella


Arabella masuk dan duduk di dalam mobil Kenzo. Kenzo menutup pintunya mobilnya lalu ia berjalan dan membuka pintu bagian sopir lalu ia masuk dan duduk lalu Kenzo menjalan mobilnya.


.


"mungkin itu pacarnya" gumam Niko yang melihat Arabella dan Kenzo pergi." dan mungkin gw harus lupain perasaan gw pada Arabella" Niko berjalan pergi ke parkiran.


.


Di sisi lain Arabella dan Kenzo masih dalam perjalanan.


"lo kok tau gw pulang jam segini?" Arabella


"lo gak perlu tau, gw tau dari mana" sebenarnya Kenzo menyuruh anak buahnya untuk mengikuti Arabella kemana pun dan ketika Arabella pulang kampus maka anak buahnya Kenzo akan menghubungi Kenzo.


"loh..lo kok gak belok?kan rumah gw di sana!!" Arabella heran kenapa Kenzo tidak belok ke arah rumahnya dan Kenzo malah lurus aja yang ntah mau bawa Arabella kemana.


"gw mau hukum lo karna lo udah pelukan sama cowok lain" Kenzo dengan nada dingin


"lo tau dari mana?pasti lo nyuruh anak buah lo buat ngikutin gw, kan?"


"apa lo merasa ada yang mengikuti, lo?"


"emm...nggak juga sih.." Arabella tidak merasa dirinya di ikuti.


ya jelaslah Arabella tidak merasa begitu karna anak buahnya Kenzo sangat pandai mengikuti orang tanpa orang yang diikutinya merasa curiga


"sebenarnya lo mau bawa gw kemana? Arabella


"udah diem!! mending lo siapin diri lo karna sebentar lagi gw akan menghukum lo" smrik Kenzo


Arabella diam dan Arabella juga ketakutan, 'walau Kenzo sahabat kakaknya tapi tetap saja Kenzo adalah seorang psychopat' isi pikiran Arabella dan membuat Arabella semakin takut.


.


.


.


.

__ADS_1


~


__ADS_2