Berjodoh Dengan Psychopat Tampan

Berjodoh Dengan Psychopat Tampan
kotoran burung


__ADS_3

Arabella, Levin dan Mamanya kini sudah selesai makan dan mereka sedang bersantai dan menonton tv.


"Arabella"


"iya,Mam?" Arabella menengok ke Mamanya yang berada di sampingnya


"Nak,,Kamu beneran pacaran sama Kenzo?" tanya Mamanya yang tau dari Bundanya. Mamanya Arabella dan Bundanya Kenzo lumayan cukup dekat karna Levin dan Kenzo bersahabat.


"Ma..Mama tau dari mana?" tanya balik Arabella yang gugup karna Arabella terkejut, kenapa Mamanya bisa tau? dan Arabella sebenarnya tidak akan memberitahu Mamanya karna


'Kenzo dan Arabella baru kenal dan juga Kenzo hanya memanfaatkan Arabella agar Kenzo tidak lagi di jodohkan oleh Bundanya, dan juga klo bukan Kenzo seorang psychopat Arabella tidak akan mungkin menuruti keinginan dan perintah Kenzo'. isi pikiran Arabella.


"Mama tau dari Bundanya Kenzo, tadi Bundanya Kenzo telpon Mama...Katanya kamu sama Kenzo pacaran. jadi apa bener kamu sama Kenzo pacaran?"


"Huaa..Arabella ngantuk nih Mam, Arabella tidur dulu ya Mam" Arabella beralasan mengantuk agar Arabella tidak perlu menjawab pertanyaan Mamanya dan Arabella langsung pergi ke kamarnya.


"Anak itu klo di tanya selalu aja ada alasannya" Mama Arabella menggelengkan kepalanya karna aneh sama kelakuan Arabella yang jika di tanya tentang pacaran selalu saja beralasan ini itu.


"emang klo Arabella sama Kenzo pacaran Mama setuju?" tanya Levin yang sedari tadi hanya menyimak kecakapan Arabella dan Mamanya.


"klo Mama ya setuju-setuju aja klo memang Arabella sama Kenzo saling suka, lagi pula kitakan udah tau keluarganya Kenzo itu seperti apa" jelas Mamanya yang sudah tau seluk-beluk keluarganya Kenzo karna Bundanya Kenzo suka cerita tentang keluarganya ketika sedang berkumpul dengan para orang tua dari sahabat anaknya untuk membicarakan kelakuan anak-anaknya yang selalu di panggil oleh guru BK karna sering bolos, jarang ngerjain tugas dan juga sering menjaili teman-temannya.


Levin menganggukan kepalanya


"klo Mama udah setuju Arabella dan Kenzo pacaran, mending gw gak usah selidiki lagi tentang Kenzo lagi pula Kenzo kan udah mengenalkan Arabella ke nyokap nya jadi mungkin Kenzo serius sama Arabella" batin Levin


.


.


.


pagi, 09.00


Di suatu daerah yang memiliki tanah luas yang berhektar-hektar terlihatlah Kenzo dan Vanesa yang sedang melihat-lihat tanah tersebut untuk membangun sebuah proyek yang membuat sebuah tempat penginapan atau yang sering di sebut Hotel.


Davin yaitu sekertarisnya Kenzo kini sedang berbincang-bincang dengan sang pemilik tanah yang akan di beli oleh mereka, sedangkan Kenzo dan Vanesa mengikuti di belakang Davin dan hanya menyimak percakapan antara Davin dan sang pemilik tanah tersebut.


"aduh!!" Vanesa pura-pura tersandung hingga dirinya tersandar di tubuh Kenzo dengan payu*dara Vanesa yang tepat berada di lengan Kenzo dan Vanesa dengan sengaja menggesek-gesekannya.

__ADS_1


Kenzo sangat jijik dengan apa yang Vanesa lakukan dan Kenzo cepat-cepat menghempas tubuh Vanesa hingga Vanesa terduduk di tanah


"awhh" rintih Vanesa yang merasakan sakit di bagian pantatnya dan menatap Kenzo dengan kesal sedangkan Kenzo hanya menatap Vanesa dengan datar.


"biar saya bantu, nona" ucap Davin sambil mengulurkan tangannya pada Vanesa namun Vanesa malah menepis tangan Davin.


"minggir!!" kata Vanesa pada Davin dengan nada angkuh dan sombong.


"sabarr"Davin mengusap dadanya dan sedikit bergeser bergeser.


selama di sana, Vanesa terus saja menggoda dan mencari perhatian dari Kenzo sedangkan Kenzo hanya cuek dan tidak memperdulikan kelakuan Vanesa.


sekarang tangan Vanesa sedang bergelayut pada tangan Kenzo walau Kenzo sudah menghempas berkali-kali tapi tetap saja tangan Vanesa aka bergelayut lagi pada tangan Kenzo dan kini Kenzo sudah sangat geram dengan kelakuannya Vanesa tapi Kenzo menahannya.


"apa sudah selesai" tanya Kenzo yang dingin pada Davin yang sedang membereskan bberkas-berkas yang sudah di tandangi oleh pemilik tanah.


"sudah tuan" jawab Davin.


selasai Kenzo mendengar jawaban Davin, Kenzo langsung menghempas tangan Vanesa dengan sangat keras hingga Vanesa terduduk lagi di tanah "awhh!!sakit Kenzo..."rengek Vanesa pada Kenzo.


Kenzo tidak memperdulikan Vanesa dan Kenzo malah berbalik dan pergi menuju ke tempat mobilnya di parkir.


"bukannya di bantuin malah di liatin aja!!" kata Vanesa dengan kesal dan berdiri.


"saya takut pertolongan saya akan di tolak lagi seperti tadi" kata Davin dengan formal dan ramah namun di hatinya, Davin sangat kesal pada Vanesa.


"ya sudahlah" kata Vanesa dengan nada angkuhnya dan Vanesa berbalik lalu menuju ke tempat Kenzo.


Vanesa sedikit berlari karna melihat Kenzo yang akan memasuki mobilnya namun karna Vanesa menggunakan haihil yang tinggi Vanesa jadi jatuh "awhhh!!aduh lutut gw" rintih Vanesa yang kesakitan karna lutut sedikit berdarah.


"prrffh" Davin menahan tawanya karna melihat Vanesa terjatuh lalu Davin menghampiri Vanesa " Apa ada yang luka?" tanya Davin pada Vanesa


"apa lo gak liat nih lutut gw berdarah!!" Vanesa menunjukan lututnya yang sedikit berdarah.


"biar saya ambilkan kotak P3K di mobil" Davin hendak pergi mengambil kotak P3K


"gak usah biar gw aja" Vanesa berdiri dan mencegah Davin yang akan pergi mengambil kotak P3K.


Vanesa baru saja akan melangkah kakinya tapi "aduh!! ini apa-apaan?" Vanesa menyentuh rambutnya yang merasa seperti ada yang jatuh di atas kepalanya.

__ADS_1


tangan Vanesa merasakan seperti basah dan lembek lalu Vanesa mencium aromanya "Hoekk...bau banget!!!" ternyata yang jatuh di atas kepalanya Vanesa itu adalah kotoran burung yang lewat.


"Bwuahahah" Davin tidak bisa menahan tawanya lagi dan sekarang tertawa sangat kencang.


"BERANINYA LO NGETAWAIN GW!!!" teriak Vanesa yang sangat marah ketika Davin menertawakannya dan Vanesa akan mengelapkan tangannya yang ada kotoran burung itu pada kemeja yang di pakai Davin tapi dengan cepat-cepat Davin menghindar dan lari ke mobilnya lalu pergi mengendarai mobilnya kembali menuju perusahaan tempat ia kerja.


"ARGH...DAVIN KEMBALI"teriak Vanesa pada Davin yang kini sudah pergi jauh."terus sekarang gw pulang sama siapa!!" Vanesa kesal karna dirinya di tinggal oleh Kenzo dan Davin dan juga Vanesa tidak bawa mobil karna Vanesa saat ke sana ikut bersama mobil Kenzo itupun karna Vanesa langsung masuk mobilnya Kenzo dan tanpa persetujuan Kenzo juga.


.


.


Kenzo baru masuk lobi perusahaannya dan karna suasana hati Kenzo sedang buruk karna ulah Vanesa, jadi pandangan mata Kenzo sangat tajam dan juga dingin seperti harimau yang akan menerkam bangsanya dan membuat para stap-stap yang melihat Kenzo menjadi merinding.


Kenzo masuk ruangannya dan di sana sudah ada tuan Alberth yang duduk duduk di sofa yang berada di ruangan itu dan tuan Alberth sengaja menunggu Kenzo sambil mengecek berkas-berkas yang di kerjakan oleh Kenzo.


"gimana lokasi tanahnya?" tanya tuan Alberth pada anaknya yang kini sudah duduk di berhadapan dengannya.


"hmm...bagus"jawab Kenzo dengan nada dingin


"kamu kenapa?sepertinya sedang ada masalah!" tuan Alberth tau betul dengan sikap Kenzo yang seperti itu yang berarti Kenzo sedang ada masalah atau ada orang yang melakukan sesuatu dan membuat Menjadi tak suka atau marah.


"gak ada!!" jawab Kenzo dengan penuh penekanan di akhir katanya lalu Kenzo berdiri dan berjalan di tempat tempat bekerjanya dan duduk di kursih itu.


Tuan Alberth baru saja akan berdiri tapi Davin tiba-tiba masuk ruangan itu dan tuan Alberth pun tidak jadi berdiri dan malah menyuruh Davin duduk.


"apa yang terjadi dengan Kenzo?" tanya tuan Alberth yang penasaran kenapa Kenzo tiba-tiba berubah jadi dingin sepulang dari lokasi yang akan menjadi tempat untuk proyek barunya.


Davin menceritakan semua yang yang Vanesa lakukan pada Kenzo hingga yang Vanesa ke jatuhan kotoran burung.


Setelah tuan Alberth mendengar cerita dari Davin, tuan Alberth pun malah tertawa karna menurutnya itu lucu sedangkan Kenzo yang mendengarkan cerita itu dari tadi malah tambah kesal sama Vanesa.


.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa like dan komen🤗👍


__ADS_2