Berjodoh Dengan Psychopat Tampan

Berjodoh Dengan Psychopat Tampan
muntah


__ADS_3

.


.


siang, 13.36


Kenzo sedang berada di ruang kerjanya, ia sedang mempelajari berkas-berkas yang di kasih oleh tuan Alberth yang berisi tentang detail-detail perusahaan.


'tok tok tok' seseorang mengetuk pintu ruang kerja Kenzo dan masuk.


"ada apa?" Kenzo agak dingin


"pak Alberth sudah menunggu anda di ruang meeting" ucap sekertarisnya yang bernama Davin.


"sebentar lagi saya akan kesana"


"baiklah" Davin berbalik dan keluar dari ruangan Kenzo.


Kenzo bardiri dan keluar dari ruangannya dan menuju ruang meeting. Kenzo masuk ruang meeting dan di sana sudah ada tuan Alberth dan klien yang sudah menunggu Kenzo.


"kenalkan ini anak saya Kenzo" tuan Alberth berdiri dan memperkelakan Kenzo yang sudah berada di sampingnya


Klien berdiri dan bersalaman dengan Kenzo.


"Kenzo" kata Kenzo dingin


"Dirga, dan ini anak saya Vanesa…dan dia yang akan mewakili dari perusahaan saya" tuan Dirga melepas tangannya dari Kenzo dan melihat anaknya yang berada di sampingnya


Kenzo dan Vanesa besalaman


"Vanesa" Vanesa tersenyum dan menatap Kenzo tanpa berkedip.


"Kenzo" Kenzo dingin dan melepaskan tangannya dari tangan Vanesa


Setelah mereka selesai berkenalan. mereka duduk dan membahas persoalan meetingnya.


selama meeting, Vanesa selalu menatap Kenzo tapi Kenzo mengabaikan tatapan Vanesa dan memilih untuk fokus pada meeting.


.


.


Setelah sekitar satu jam lebih meeting telah selesai dan semua sudah keluar dari ruang meeting kecuali Kenzo dan Vanesa. Kenzo sedang membereskan berkas-berkas meeting tadi. sedangkan Vanesa hanya meperhatikan Kenzo dan senyum-senyum gak jelas.


"kenapa kau tidak keluar dan malah memperhatikan ku seperti itu" Kenzo dingin


"kau sangat tampan…apakah aku boleh meminta nomer telpon mu?" Venesa mendekat pada Kenzo dan memegang tangan Kenzo


"cihh…wanita murahan" Kenzo menepis tangan Vanesan dengan kasar dan keluar dari ruangan itu


"tunggu nanti pasti kau akan tergila-gila padaku" batin Vanesa


.


.


.


Arabella kini sedang berada di dapur dan membuka kulkas. Arabella tadinya akan mengambil cemilannya namun ternyata sudah habis.


"Bi, lihat cemilan Arabella gak? perasaan kemarin masih ada" Arabella


"sepertinya di makan tuan Levin, soalnya di kamarnya ada bekas bungkus cemilan" pembantu


"ouh, ya udah deh" Arabella menggembukan pipinya dan sedikit memajukan bibirnya


"mau saya belikan lagi?" pembantu


"gak usah biar Arabella beli sendiri aja" Arabella meninggalkan dapur dan menuju kamarnya untuk ganti baju. setelah ganti baju Arabella pergi ke supermarket untuk membeli cemilan.


Arabella turun dari taxi dan masuk ke dalam supermarket. Arabella mengambil cemilan-cemilan kesukaannya namun saat Arabella akan mengambil cemilan tiba-tiba ada sepasang tangan yang menutupi matanya.


"siapa?" Arabella mencoba melepaskan tangan itu tapi tidak bisa "lepaskan!!" Arabella memukul-mukul tangan itu tapi tetapi saja yang punya tangan tersebut tidak melepaskannya, akhirnya Arabella mencakar tangan tersebut dengan kukunya.


"aww" Kenzo melpaskan menurunkan tangannya dari mata Arabella dan Arabella berbalik menghadap Kenzo


"lo apa-apaan sih? dan kenpa lo itu selalu ada di mana?" Arabella marah


Kenzo tidak menjawab pertanyaan Arabella dan Kenzo hanya mentap Arabella dan mendekatkan wajahnya pada Arabella.

__ADS_1


karna Arabella takut, Arabella mendorong Kenzo dan Arabella cepat-cepat mengambil cemilan yang Arabella suka ke keranjang lalu ke kasir untuk membanyarnya. Kenzo masih mengikuti Arabella dan menuggu Arabella di kasir untuk bayar.


"totalnya 125.000 mau tunai atau dengan kredit?" tanya palayan kasir


Arabella baru akan bicara dan memberikan uang tpi Kenzo sudah memberikan kartu kreditnya pada pelayan kasir itu. Arabella menatap kesal Kenzo dan di balas Kenzo dengan senyum tipis.


"ini kartunya dan ini belanjaan" pelayan kasir memberikan kartu kredit dan belanjaannya


Arabella hendak mengambil belanjaannya namun sudah di abil duluan oleh Kenzo.


"sini biar gw aja" Arabella menatap tajam Kenzo


Kenzo tidak menghiraukan perkataan Arabella dan Kenzo keluar dari supermarket dan memasukan belanjaan Arabella ke mobinya.


"lo apa-apan sih?? sini kembaliin belanjaan gw!!" Arabella kesal


lagi-lagi Kenzo tidak menghiraukan perkataan Arabella dan Kenzo membuka pintu depan mobilnya dan memasuk Arabella dengan paksa. setelah Arabella masuk mobilnya, Kenzo juga masuk dan duduk di kursih bagian pengemudi lalu menjalankan mobilnya.


"MAU LO ITU APA SIH!!" Arabella meninggikan suaranya


"mau lo" smrik Kenzo


"Dasar gila" Arabella mencubil pinggang Kenzo dengan keras


"aww~aww~"rintih Kenzo kesakitan dan melepaskan tangan Arabella dari pinggangnya.


Kenzo memberhentikan mobilnya tiba-tiba karna jalan lagi sepi dan Kenzo melepas sabuk pengamannya lalu mendekat dan memojokan Arabella hingga Arabella bersender di pintu mobil. Kenzo terus menkatkan wajahnya dengan wajah Arabella dan kini jarak wajah mereka hanya tinggal beberapa senti lagi. Arabella menutup matanya dan kini hidung Kenzo dan Arabella sudah bersentuhan.


'drrtt~drrtt~'hp Arabella berbunyi dan Kenzo kembali ke tempat semula dan menjalankan mobilnya kembali. Arabella mengangkat telponnya.


"kamu lagi dimana?" tanya Levin dari sebrang telpon


"Arabella lagi di jalan mau pulang abis dari supermarket, emang kenapa bang?"


"mama lagi dalam perjalanan pulang dan bentar lagi sampai, jadi kamu harus cepat ya!"


"oke,bang" Arabella mematikan telponnya


"telpon dari Levin?" tanya Kenzo


"hmm" Arabella cuek karna masih kesal sama Kenzo


"mama gw bentar lagi pulang jadi lo harus cepatan bawa mobilnya karna gw harus cepat-cepat sampai rumah"


"ya udah sekarang lo pegangan" smrik Kenzo


"emang lo mau ngapain?"


"udah pegangan aja"


"gak mau" Arabella menggelengkan kepalanya


"ya udah terserah lo aja" smrik Kenzo dan Kenzo menambah kecepatan mobilnya di atas rata-rata


"ehh..eh.. jangan kebut-kebut" Arabella takut dan ia langsung pegangan


"katanya tadi suruh cepetan"


"tapi gak gini juga...eh awas depan ada mobil" Arabella takut dan menutup matanya


"udah diem, jangan takut" Kenzo menyalip mobil di depannya seperti pembalap sedang balapan


sepanjang perjalan Arabella menutup matanya dan berteriak pada Kenzo untuk menghentukan mobinya tapi ntah kenapa Kenzo seperti tuli dan terus mengendarai mobilnya dengan sangat cepat.


Ketika sampai di rumah Arabella, Kenzo dengan sekali hentakan dan membuat Arabella terpental ke depan dan kepala Arabella hampir terbentur namun di tahan oleh tangan Kenzo.


Arabella langsung keluar dari mobil Kenzo dan berlari ke dekat pohon karna Arabella sangat mual dan pusing. 'hoekk~hoekk~' Arabella memuntahkan isi perutnya.


Kenzo mendekat ke Arabella dan memijat lehir belakang Arabella.


"lo gpp?" Kenzo


"gpp lo bilang" Arabella berbalik menghadap Kenzo. "ini semua gara-gara LO!!" Arabella menunjuk muka Kenzo setelah itu ia mengusap sisa muntahan yang berda di sekitar bibirnya menggunakan kemeja Kenzo lalu pergi ke mobil Kenzo untuk mengabil belanjaannya.


"auhh.. lo apa-apaan sih!!kemeja gw jadi kotorkan" kesal Kenzo


"BODOAMAT" teriak Arabella yang masuk pagarnya dan menutup pagarnya dengan keras.


"tuh orang apa-apaan sih!!dia kira kemeja gue serbet apa!!" gumam Kenzo dan Kenzo kembali ke mobilnya dan meninggalkan rumah Arabella.

__ADS_1


.


Arabella masuk rumahnya dan ternyata mamanya sudah pulang.


" mama udah pulang?" Arabella mendekati mamanya yang sedang duduk di sofa


"mama belum pulang, ini baru arwahnya" canda mamanya Arabella


"ishh..mama serius ih" Arabella menggembungkan pipinya


"ya abisnya udah tau mama ada di sini kamu pake tanya" mamanya terkekeh melihat Arabella menggemaskan ketika menggembungkan pipinya


"ishh mama" sekarang Arabella memajukan bibirnya


"tau gitu percuma dong gw nyuruh si Kenzo cepat-cepat sampe gw muntah-muntah tapi mama udah datang duluan" gumam Arabella


"hah..kamu ngomong apa sayang?"


"nggak kok, ma" Arabella menggelengkan kepalanya


"ehh..kamu kenapa kok pucat" mamanya Arabella melihat Arabella pucat karna tadi Arabella abis muntah


"gpp kok… ya udah Arabella mau simpan ini dulu ke dapur" Arabella menunjukan belanjaannya dan pergi ke dapur dan mamanya Arabella duduk kembali di sofa


Arabella kembali dari dapur dan duduk di samping mamanya dan memeluk mamanya dengan manja dan membuat mamanya heran.


"kamu kenapa sayang?" lembut mamanya. mamanya tau klo Arabella kayak begitu berarti ada suatu hal yang membuat Arabella kepikiran atau kesal.


"gpp kok Arabella cuma mau begini aja"


"halah bohong, bilang aja klo lo pengen manja-manjaan" Kata Levin yang baru pulang. mama dan Arabella melihat ke Levin sekilas dan Levin mendekat pada mamanya dan Arabella lalu duduk sebelah mamanya.


"gw cuma kangen doang kok, emangnya gak boleh?" Arabella memeluk mamanya dan menyenderkan kepalanya di bahu mamanya


"gak boleh…yang boleh peluk mama cuma gw aja" Levin medorong dan melepaskan tangan Arabella yang melingkar di pinggang mamanya


"ishh lo apa-apan sih bang" Arabella marah pada Levin.


Arabella sama Levin klo lagi berantem ngomongnga lo gw ya.


"mama cuma punya gw" Levin memeluk mamanya dan mamanya hanya pasrah saja


"ishh.. sana lo tuh bau jangan peluk-peluk mama" Arabella mendorong Levin sama dengan Levin mendorongnya


"gw gak bau kok..lo kali yang bau jadi sana lo"


"udah-udah biar mama aja yang pergi" mama pergi ke kamarnya dan meninggalkan Levin dan Arabella di ruang tamu


"tuh kan mama jadi pergi..ini semua tuh gara lo" Arabella hendak pergi


"tunggu dulu abang mau bicara" Levin memenggang tangan Arabella


"apa?" Arabella berbalik mengadap Levin


"sini duduk dulu" Levin menarik tangan Arabella agar Arabella duduk


"mau bicara apa?"


"tapi kamu harus jawab jujur!" Levin serius


"hmm"


"apa benar kamu pacaran sama Kenzo?"


Arabella terkejut dengan pertanya Levin dan tak tahu harus menjawab apa dan membuat Arabella menjadi gugup.


"emm..Arabella.."


.


.


.


.


~


sampai sini dulu🤗

__ADS_1


jangan lupa like dan komen...


__ADS_2