Berjodoh Dengan Psychopat Tampan

Berjodoh Dengan Psychopat Tampan
pembakaran


__ADS_3

siang ini seperti biasa Arabella berada di kampusnya dan karna sekarang jam makan siang, kini Arabella dan Aluna sedang berada di kantin sedangkan Nata ntah berada di mana.


"tumben banget Nata gak ikut makan sama kita!" ujar Arabella.


"biasalah lagi kasmaran" Aluna


"kasmaran?sama siapa?" Arabella


"itu lo si Niko"Aluna


"ohh jadi Nata sekarang udah pacaran sama Niko?"Arabella


"gw juga gak tau sih tapi kemaren waktu gw anter nyokap gw ke mall, gw liat Nata sama Niko jalan berdua sambil gandengan. terus pas tadi pagi gw tanya sama orangnya malah diem sambil mesem-mesem gak jelas" Aluna


"ohh" Arabella menganggukan kepalanya.


.


.


Di sisi lain Kenzo sedang duduk di dalam ruangannya sambil mengotak-ngatik laptop nya dan kemudian hp nya berdering, Kenzo pun menghentikan aktivitasnya lalu ngangkat telpon tersebut.


"apa?" Kenzo


"nanti malem ke caffe nya Levin" kata Zion dari sebrang telpon


Kenzo baru saja akan bicara tapi "tidak menerima pelonakan" lanjut Zion lalu mematikan telponnya


Kenzo hanya bisa membuang nafas dengan kasar lalu mengumpat "anjimm"


Kenzo menaruh kembali hp nya di meja tapi ketika Kenzo akan fokus kembali pada laptop nya tiba-tiba 'tok-tok-tok' seseorang mengetuk pintu ruangan Kenzo lalu masuk ke dalam dan menghampiri Kenzo


"tuan, sepertinya ada yang menggelapkan uang perusahaan" ujar Davin sambil memberikan sebuah berkas keuangan


Kenzo menerima berkas tersebut lalu mengeceknya " Ayah sudah tau tentang ini?"


"belum tuan"


"cari tau siapa yang korupsi lalu berikan biodatanya kepada saya!!"


"baik tuan" Davin hendak pergi namun...


"jangan kasih tau Ayah tentang ini" Kenzo


"baik tuan" Davin pun keluar dari ruangan Kenzo.


"siapa yang berani menggelapkan uang perusahaan sebanyak ini? berani sekali bermain-main denganku!!" gumam Kenzo sambil melihat-lihat data keuangan yang berada di tangannya.


.


.


sore ini kelas Arabella telah selesai dan kini Arabella bersama kedua sahabatnya sedang berjalan di koridor.


"ciee...yang abis makan siang sama pacar"sindir Aluna pada Nata


"ish...Gw sama Niko gak jadian kok!!" kata Nata dengan Sadikit kesal


"moso" goda Aluna


"iya lah, lagian tadi siang itu gw cuma nemenin Niko di perpus sambil bantuin Niko nyelesain tugasnya" jelas Nata


"lo kan beda jurusan, emang lo ngerti?" Arabella


"lah iya , emang lo ngerti?lo kan bodoh hahaha" lanjut Aluna sambil meledek dan menertawakan Nata, lalu di balas sebuah gamparan keras dari Nata yang mengenai tangan Aluna


'PLAKk'


"Walaupun gw bodoh tapi gw gak bodoh banget kayak lo" yah emang lapornya Nata lebih tinggi dari Aluna


"Auhh...sakit tau!!" Aluna mengusap tangannya yang sakit


"udah-udah jangan ribut!! lo juga Lun klo punya mulut tuh di jaga" Arabella


"ya udah iya maaf deh" Aluna


"hmm"Nata


"ya udah gini deh, sebagai permintaan maaf dari gw gimana klo ntar malem kita nongkrong di caffe biasa dan gw yang traktir" Aluna


"gw sih oke-oke aja tapi jemput gw" Arabella


"nah benar, gw juga"Nata


"hmm iya" Aluna yang tadinya semangat tiba-tiba ekspresinya berubah


'udah di traktir minta di jemput pula dasar manusia gak perasaan' gumam Aluna di dalam hati


"ikhlas gak nih?klo nggak ya udah gak gw maafin" Nata


"ikhlas kok" Aluna


"klo ikhlas sambil senyum dong jan di tekuk gitu rekspresinya" Nata terkekeh


"iya gw ikhlas" kata Aluna sambil senyum terpaksa

__ADS_1


"hahaha..." tawa Arabella dan Nata karna melihat ekspresi sahabatnya.


tidak terasa kini mereka sudah di luar gedung kampus.


"lo gak di jemput Kenzo?" tanya Nata


"nggak, tadi Kenzo kirim pesan katanya lagi sibuk" Arabella


"sama gw aja La" tawar Nata


"iya La, lo sama Nata aja" Aluna


"gak usah, gw naik taxi aja" tolak Arabella


"serius nih" Nata


"iya" Arabella


"ya udah gw duluan ya!" Aluna


"gw juga ya, dah..." Nata


"iya dahh..." Arabella


Aluna dan Nata pergi ke tempat kendaraan mereka di parkir, sedangkan Arabella berjalan ke halte dan menunggu taxi di sana.


.


.


Di sisi lain Kenzo masih berada di Kantornya dan tidak menjemput Arabella karna ada sesuatu yang harus di urus.


"gimana?sudah ketemu?" tanya Kenzo pada Davin yang baru masuk ruangannya.


"sudah" Davin memberikan sebuah berkas yang berisikan biodata seseorang


Kenzo menerima dan membaca biodata tersebut "jadi namanya Wira dan dia juga salah satu orang kepercayaan Ayah?"


"iya tuan"


Kenzo menganggukan kepalanya "hmn kau boleh keluar"


Davin pun keluar dari ruangan Kenzo, setelah itu Kenzo memfoto foto wira yang ada di biodata tersebut lalu mengerimkan foto itu pada salah satu anak buahnya


"cari tau tentang apa yang akhir-akhir ini orang ini lakukan lalu bawa orang ini ke tempat biasa, sebelum jam 7 malam orang itu harus ada di sana!!" pesan Kenzo pada salah satu anak buahnya.


.


.


"bangunkan dia!" suruh Kenzo pada salah satu anak buahnya untuk membangunkan Wira


salah satu dari anak buahnya Kenzo pun langsung melaksanakan perintah Kenzo dan membangunkan Wira dengan cara memukul atau menampar pipi Wira dengan sangat keras


'PLAk' di pipi sebelah kiri Wira


'PLAK' di pipi sebelah kanan Wira


"nghhh...mmm..."Wira bangun karna merasakan sakit kedua pipinya, Wira ingin berbicara namun mulutnya tertutup oleh lakban hitam


"lepas lakbannya!" suruh Kenzo lagi pada salah satu anak buahnya, dan salah satu dari anak buahnya langsung melaksanakan perintah Kenzo untuk membuka penutup mulut atau Lakban yang menutupi mulut Wira


"LEPASKAN!!"teriak Wira pada saat Lakban yang menutupi mulutnya di lepas


"DIAM!!" teriak Kenzo yang sangat menyeramkan seperti seekor singa yang akan menerkam mangsanya


"T-Tuan Kenzo" Wira gugup karna ia baru sadar bahwa kini yang berada di hadapannya dan juga yang sedang menahannya adalah Kenzo,Wira dari tadi tidak tahu itu Kenzo karna disana hanya di terangi oleh dua cahaya lilin yang berada di sebelah kanan dan kiri Wira.


"T-Tuan saya salah apa? kenapa anda menahan saya?" Wira gugup dan berpura-pura tidak tahu apa kesalahannya


"akting yang bagus" Kenzo menyeringai sambil bertepuk tangan


"ma-maksud a-anda apa t-tuan?"Wira bertambah gugup dan mulai gelisah


"selama bertahun-tahun anda menjadi orang kepercayaannya Ayah saya lalu anda berkhianat dengan cara menggelapkan uang perusahaan dengan jumlah yang sangat besar" Kenzo


Wira memang sudah bekerja selama 10tahun lebih di perusahan Keluarganya Kenzo dan Ayahnya Kenzo juga sangat mempercayai Wira tapi ntah kenapa kini Wira menggelapkan uang Perusahaan hampir setengah miliar karna ternyata Wira sudah beberapa kali menggelapkan uang perusahaan tanpa ketahuan,untungnya Kenzo mengecek kembali laporan keuangan dari bulan bulan yang lalu.


"m-maafkan saya tuan, saya terpaksa melakun itu karnistri saya sedang sakit dan harus di operasi" Wira tidak tahu harus berbicara apa lagi dan kini badan Wira sudah sangat gemetar dan keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya


"bukankah beberapa hari yang lalu baru saja gajian?!" kata Kenzo dengan dingin


"u-uang i-itu di pakai untuk membayar sekolah anak saya" jawab wira yang sangat gugup gemetar dan perasaanya semakin bercampur aduk antara gelisah dan tukut


"istri dan anak sebagai alasan namun nyatanya anda menelantarkan mereka" Kenzo menyeringai karna Kenzo sudah tahu bahwa Wira sudah beberapa bulan ini tidak memberi uang pada istri dan anaknya dan kini Wira dan istrinya sedang dalam proses penceraian.


"m-maksud anda apa, tuan? saya tidak pernah menelantarkan istri dan anak saya karna saya begitu mencintai dan menyayangi mereka" Wira beralasan


"alasan yang sangat murahan" Kenzo menyeringai dan bertepuk tangan sambil berjalan ke belakang Wira


"tunjukan" perintah Kenzo pada anak buahnya dan anak buahnya langsung mengerti lalu mengeluarkan sebuah hp dan menunjukan sebuah vidio.


Vidio tersebut berisikan cctv di rumah Wira ketika istri Wira meminta uang


"mas aku minta uang untuk belanja besok, karna kebutuhan di rumah sudah habis" ucap istri Wira

__ADS_1


"aku tidak punya uang" ucap Wira dengan dingin


"tapikan mas baru saja gajian" istri wira


"sudah habis" Wira


"tapi mas aku butuh uang untuk belanja besok!!" istri Wira


"cari uang sendiri" ucap Wira dan hendak pergi


"tapi mencari uang itu tugas mas sebagai kepala keluarga!!!" kata istri Wira dengan sangat marah


Wira berbalik lalu menampar keras istrinya sampai istrinya terjatuh ke lantai "jika ingin uang cari sendiri!!" kata wira dengan penuh penekanan di setiap katanya dan menendang istrinya lalu pergi.


Anak buah Kenzo mendapatkan vidio tersebut karna mereka bisa meretas cctv.


"Bagaimana bapak Wira?apakah tayangan tadi bagus?" bisik Kenzo di telinga Wira


Wira membatu dan tak bisa mengatakan apa-apa lagi


" jadi selama ini uang tersebut di pakai untuk apa?apakah untuk sebuah kesenangan?"bisik Kenzo lagi dan menyeringai


"putar yang selanjutnya" perintah Kenzo pada anak buahnya.


anak buah Kenzo pun langsung memutar beberapa vidio saat Wira sedang berjudi dan juga ada saat Wira sedang bermain dengan jalang.


Setelah vidio selesai diputar, Kenzo pun bertepuk tangan "waw, tayangan yang indah" dengan terkekeh


"dari mana kalian mendapatkan itu!!" wira mulai emosi


"cukup mudah bagi ku untuk mendapatkan itu semua"Kenzo berjalan mendekati para anak buahnya "semuanya sudah di siapkan?" tanya Kenzo pada anak buahnya


"sudah bos" jawab anak buah


"bagus, karna saya tidak punya waktu untuk bermain-main lagi sampah seperti dia" Kenzo mengeluarkan sebuah pistol dari balik jas yang di pakainya


"T- tuan tolong maafkan saya, tolong jangan bunuh saya" wira memelas dan tubuhnya bergetar


Kenzo tidak mendengarkan permohonan wira dan Kenzo langsung melesatkan peluru yang sudah mengarah tepat di lutut kaki


'DOR'


"AKHH.."teriak wira kesakitan


"jika ingin membunuh saya langsung saja tembak di kepala saya dan jangan menyiksa saya!!" Wira


"memangnya anda siapa?seenaknya saja memerintah saya!" Smrik Kenzo sambil mengarahkan pestolnya ke bahu wira


'DOR'


"AKHH.."rintih Wira


'DOR'


'DOR'


'DOR'


Wira masih belum meninggal karna Kenzo tidak menembak wira di bagian dada dan kepalanya,setelah selesai Kenzo memberikan pistolnya pada anak buahnya


"urus dia, saya ada urusan lain!"perintah Kenzo pada anak buahnya lalu Kenzo pergi.


para anak buah Kenzo melaksanakan apa yang Kenzo sudah katakan sebelumnya,dan sekarang 2orang lainya mengambil lilin yang berada di sebelah kanan dan kiri Wira dan 2orang lainya mengambil jerigen yang berisi cairan lalu sebagian cairan itu di guyurkan pada wira dan sebagiannya lagi di tumpahkan di ruangan tersebut.


"ini cairan apa?" tanya wira dengan lirih karna menahan sakit dari tembakan dan ditambah cairan tersebut mengenai lukanya


anak buah Kenzo tidak menjawab pertanyaan Wira, dan setelah selesai mereka pergi berjalan keluar dan 2 orang yang memegang lilin tadi langsung melemparkan lilin tersebut kearah wira lalu mereka langsung lari keluar.


lilin tersebut terlempar di sebelah Wira dan anehnya api di lilin tersebut malah semakin besar ketika mengenai cairan tersebut, dan kini api semakin besar dan merembet kemana pun dan api mulai mendekati wira


"API!!Tolong Api"Wira ketakutan ia ingin kabur tapi tidak bisa karna badannya masih terikat di kusih dan kini api mulai merambat ke kursih yang Wira duduki, perlahan api itu mulai membakar tubuh Wira mulai dari kaki terlebih dulu lalu naik ke badan Wira


api tersebut semakin besar, tidak hanya membakar tubuh Wira tapi juga membakar gudang itu.


.


.


Di sisi lain Arabella,Nata dan Aluna sedang dalam perjalanan menuju sebuah Caffe tempat biasa mereka nongkrong tapi...


"ehh Lun, lo mau kemana? kenapa belok?kan harusnya lurus!" Nata heran kenapa Aluna malah belok karna seharusnya lurus jika ingin ke Caffe tempat biasa mereka nongkrong


"emang lo gak bosen apa di Caffe itu terus?" bukannya menjawab Aluna malah balik tanya


"bosen sih,emang lo mau ke Caffe yang mana?" Nata


"gw lupa namanya tapi,tapi kata temen gw katanya tempatnya bagus klo buat nongkrong" kata Aluna yang di balas anggukan dari Nata sedangkan Arabella dari tadi hanya fokus pada layar hp nya saja tanpa memperdulikan 2 temennya.


.


.


jangan lupa likešŸ‘


dan beri author saranšŸ¤—

__ADS_1


dan maaf klo up nya lamašŸ™


__ADS_2