Berpisah Untuk Bersatu

Berpisah Untuk Bersatu
Pesona Amberlie


__ADS_3

Matahari tampak malu-malu memancarkan sinarnya. Kicauan burung bersahutan silih berganti. Suara ayam jago berkokok menandakan malam telah berlalu. Orang-orang disibukkan dengan aktifitasnya masing-masing. Ibu rumah tangga yang menyiapkan hidangan sarapan. Ayah bersiap-siap mencari rezeki untuk menafkahi keluarganya. Serta anak-anak berseragam yang siap menuntut ilmu.


Begitupun dengan seorang gadis remaja yang menyibukkan diri di depan cermin. Balik kanan, balik kiri, dengan lesung pipit yang tersimpul di wajahnya saat ia tersenyum. Meyakinkan bahwa penampilannya telah enak dipandang. Amberlie Delmora Lazuardi, itulah nama gadis itu. Ia memang selalu berpenampilan rapih dan sopan. Abel, orang biasa memanggil namanya. Ia masih duduk dibangku kelas 2 SMU. Rajin, cekatan, mungkin itulah yang tergambar pada diri Abel. Ia selalu mendapatkan peringkat 3 besar di kelasnya.


Jarak dari rumah menuju sekolah yang lumayan jauh, membuat Abel selalu bangun lebih pagi, dan berangkat dengan menaiki kendaraan. Berbeda dengan anak seusianya yang lain ketika berangkat sekolah membawa kendaraan bermotor, Abel justru lebih memilih menggunakan angkutan umum walaupun telah difasilitasi oleh orang tuanya. Abel berfikir bahwa menggunakan angkutan umum lebih aman juga terhindar dari resiko. Selain itu, menambah pengalaman baru bagi Abel. Walau di dalam angkutan umum itu sempit dan pengap, serta terkadang terjebak macet. Tapi, justru itulah yang membuat Abel selalu rindu apabila libur sekolah tiba.


Kulitnya kuning langsat. Tinggi badannya sekitar 160 cm. Serta berat badannya yang proporsional menambah kecantikannya. Banyak pria yang berusaha mendekatinya, tapi ia cuek dan selalu berkata “Kita hanya teman”, atau “Kita adik-kakak”. Teman wanita sekelasnya pun banyak yang iri terhadapnya. Bagaimana tidak, ia cantik, pintar, disukai banyak pria pula. Tapi sampai detik ini rupanya tidak ada seorangpun yang berhasil mendapatkan hatinya.


Setiap hari, Abel hanya menjadi pendengar teman-temannya yang bercerita tentang teman prianya atau biasa dibilang pacar. Terkadang Abel merasa aneh, mereka tiba-tiba bisa berubah senang, ketawa-tiwi sambil bercerita. Tapi, mereka bisa berubah menjadi pendiam, marah-marah gak jelas, bahkan yang tidak bersalahpun bisa kena omelannya. “Apa setiap orang yang jatuh cinta akan seperti itu, labil, dan bisa berubah mood setiap saat?” Itulah yang Abel bicarakan dalam hatinya.


***


Duuukkk...Bruuggg...

__ADS_1


Itulah pagi yang belum pernah Abel rasakan sebelumnya. Bermula pada saat Abel berangkat sekolah tergesa-gesa kesiangan karena menunggu angkutan umum yang tak kunjung datang.Tanpa disadari buku-buku yang ada digenggaman Abel telah tercecer di tanah. Tapi syukurlah, pria yang ditabrak tersebut rupanya baik hati, dia membantu merapikan buku-buku yang berantakan itu.


“Terimakasih”.


Hanya kata itu yang keluar dari mulut Abel. Seperti tak percaya bahwa masih ada pria yang berbaik hati seperti itu. Tapi, apakah dia benar-benar baik atau karena merasa bersalah saja ? Itulah yang ada dalam benak Abel.


Layaknya rencana Allah Swt. yang telah tersusun dengan rapi, tanpa disengaja Abel berjumpa dengan sosok ‘pahlawan pagi’. Itulah nama yang diberikan Abel untuknya. Senyumannya, mengingatkan Abel pada kejadian tadi pagi. Dia mendekati Abel,


Rupanya ada sesuatu yang Abel lupakan. Karena terburu-buru, Abel gak sadar bahwa bukunya ada yang ketinggalan. Untunglah lagi-lagi pahlawan pagi yang menyelamatkan buku itu. Walau ada sedikit noda tanah yang berbekas di halaman pertama buku itu. Rasanya baru pertama ini Abel merasakan hal yang berbeda. Senyuman yang pria itu tunjukkan membayangi pandangan setiap sudut mata Abel. Sampai-sampai Abel tak mampu berkata-kata saat berhadapan langsung dengan pria tersebut.


Hari itu, Abel pulang agak sore, karena harus mengerjakan tugas-tugas sekolah yang deadline. Seperti biasa, Abel menunggu bus yang mengantarnya pulang ke rumah. Namun ada yang berbeda, tidak seramai seperti hari-hari biasa, mungkin karena waktu itu sudah larut sore dan orang lain sudah pulang sejak tadi.


“Ini sungguh membosankan, sedikit menakutkan pula”.

__ADS_1


Begitu terperanjatnya Abel saat seseorang mendekatinya dari belakang, sedikit rasa takut kalau dia akan berbuat jahat.


******************


Halo perkenalkan🖐🖐🖐


Saya author baru di NOVELTOON. Nama saya Pitriani Darmawan 😊😊


Semoga karya saya bisa diterima disini🙏🙏🙏


Mohon dukungannya ya para readders.😇


Jangan lupa tinggalkan jejak. Biar tidak menjadi pembaca gelap🤩🤩🤩

__ADS_1


__ADS_2