
“Sungguh tidak terlintas sedikitpun niatan di benakku untuk hadir ditengah-tengah hubungan orang lain. Pertemuanku dengan kak Andre, semuanya benar-benar diluar nalarku. Kenapa semuanya jadi serumit ini ? Kenapa hatiku jatuh kepada orang yang salah ?”
“Menangislah jika perlu menangis. Berteriaklah jika itu bisa membuatmu tenang. Bersedihlah jika itu sebagai ungkapan perasaanmu saat ini. Silahkan lakukan semua itu. Kamu tidak perlu bersandiwara menutupi semua lukamu. Mungkin aku tidak berada pada posisimu, dan aku tidak bisa merasakan apa yang kamu rasakan. Tapi percayalah, hatiku merasakan sakit saat mendengar ucapan Gina kepadamu”.
Terdengar suara menenangkan muncul dari belakang Abel. Ia duduk disampingnya, dan berusaha memberikan kenyamanan buat Abel.
Beruntunglah ia masih memiliki Alenna, sahabatnya sejak SMP, dan sampai kini mereka satu sekolah, bahkan satu kelas.
“Aku benar-benar tidak seperti itu, Len. Bahkan tak ada kelanjutan apapun dari hubunganku dengan kak Andre. Apa benar aku ini perusak hubungan orang, seperti yang dituduhkan oleh Gina ?”
“Telah cukup lama aku jadi sahabatmu. Aku paham betul bagaimana ekspresimu ketika senang, berbohong, sedih, dan sebagainya. Sejak dulu, jarang sekali aku melihatmu menangis. Kecuali jika itu benar-benar menyakitkan bagimu. Jika perkataan orang sama sekali bertolak belakang dengan yang terjadi sesungguhnya, cukup yakinilah dalam hatimu bahwa kamu tidak seperti apa yang orang itu tuduhkan”.
“Aku menyesal, Len. Aku benar-benar menyesal. Seharusnya aku tidak pernah ketemu dengan kak Andre. Semua ini terjadi karena kesalahanku yang tidak bisa mengendalikan perasaan”.
__ADS_1
“Tidak ada yang perlu kamu sesali. Semua yang terjadi telah menjadi sekenario Tuhan. Tidak ada seorangpun yang bisa megendalikan perasaannya. Karena sejatinya rasa cinta itu hadir dengan sendirinya. Kita tidak bisa menghentikannya ataupun memilih kepada siapakah kita harus jatuh cinta. Kamu harus yakin dibalik semua ini pasti ada hikmahnya”.
***
Beruntunglah masih ada orang yang dengan tulus selalu menemani Abel. Membantu Abel ketika sedang diganggu oleh orang-orang yang kurang suka kepadanya.
“Biarkan, tidak usah didengarkan .! Bangkitlah, kamu pasti bisa .! Lupakan semua yang menyakitkan .!”
Entah pikiran dari mana Abel tiba-tiba teringat Andre.
“Disaat Abel sedang disibukkan dengan ujian-ujian akhir tahun, rasa bosan dan lelahpun pasti melanda, itu tidak bisa di elakkan. Mengapa terlintas kembali dibenakku nama kak Andre ? Telah lama nama itu aku lupakan. Kenapa kini terpikir kembali ? Aku ingin kak Andre berada disampingku, menyemangatiku untuk menghadapi semua ini. Apa mungkin aku masih bisa bertemu kak Andre ? Bahkan sampai saat ini aku tidak tahu dimana keberadaan kak Andre. Dan untuk menelponnya, nyaliku tidak cukup kuat. Aku takut bahwa sebenarnya aku benar-benar tidak bisa melupakan kak Andre”.
Detik demi detik waktu telah berlalu. Pagi, siang, sore, malam silih berganti. Minggu, bulan, semuanya Abel jalani. Hingga tiba pada suatu hari. Hari dimana bisa dibilang menyedihkan, mengharukan, membahagiakan, serta menegangkan, seolah-olah semuanya menjadi satu.
__ADS_1
Setiap siswa didampingi sanak keluarganya masing-masing. Ada yang menggandeng Ayahnya, menggandeng Ibunya, serta ada pula yang menggandeng saudaranya.
Berjalan dengan anggun, riasan natural yang menghiasi wajahnya, postur yang cukup tinggi ditambah sepatu highilss yang menambah lenjang kakinya. Nampak benar enak dipandang mata. Tak satupun orang melewatkan kehadirannya yang didampingi oleh ibunya. Ya . . . dia adalah Abel. Memang ia sengaja tampil sedikit berbeda di hari kelulusannya, agar memberikan kesan terindah. Dan rupanya ia cukup berhasil, karena orang-orang suka melihat penampilannya pada hari itu. Namun tidak bagi Gina.
Gina justru sengaja mengucapkan kata-kata yang kurang pantas untuk menjatuhkan Abel. Alih-alih Abel down, ia justru sangat tidak memperdulikan yang dikatakan Gina. Untuk hari ini Abel tidak mau berselisih paham dengan siapapun, termasuk Gina.
Satu anak dibagi amplop yang terdapat selembar kertas di dalamnya. Amplop tersebut bertuliskan nama-nama siswa. Tidak diperkenankan untuk membuka amplop tersebut sebelum ada komando. Karena amplop tersebut akan dibuka secara bersamaan. Setelah ada instruksi untuk membukanya, barulah semua anak membuka amplop tersebut.
*******************
Hallo author up lagi nih. 2 episode sekaligus karena kemarin ada halangan tidak bisa up. Jadi sebagai gantinya hari ini author up 2 episode🥰
Jangan lupa like & koment yah kakak💙💙💙💙
__ADS_1