
“Maaf kak Andre, tapi aku sedang sibuk.”
Tidak ada kata lain yang terucap lagi pagi itu. Bergegas Abel langkahkan kaki seribu meninggalkan sosok pahlawan paginya.
***
Hari-hari selanjutnya terasa sepi. Chat dari kak Andre tidak pernah ada balasan dari Abel. Setiap berpapasan, Abel terus berjalan seolah tidak menyadari kehadirannya. Senyumannya, ingin rasanya Abel memandangnya lebih lama. Ingin pula Abel membalas sapaannya. Namun keberanian Abel tidaklah begitu kuat.
Suara cemprengnya Lina mengagetkan Abel, membuat ia tersadar dari lamunannya. Sepucuk surat Lina berikan kepada Abel. Sedikit heran, surat dari siapa ini ? Di zaman modern ini masih ada yang menggunakan surat sebagai alat komunikasi. Dengan perlahan dibukalah surat itu yang direkatkan menggunakan lem.
20 April 2018
Dear Abel . . . ,
Abel. Sungguh aku tidak mengerti terhadap sikapmu akhir-akhir ini. Seandainya Abel mengerti, cueknya sikapmu membuatku sedih,aku kehilangan sosok penunggu setia bus. Setiap sore, aku hanya melihat dan menjagamu dari kejauhan. Setiap pagi aku berharap akan melihat senyum mu, layaknya sinar mentari yang selalu ku lihat di pagi hari. Rupanya diriku bagaikan punguk yang merindukan bulan. Aku rindu suara lembutmu. Aku berharap setiap aku menyapamu, aku akan mendengar suara lembutmu itu. Namun itu semua tidaklah terjadi. Aku tak mengerti atas perubahan sikapmu. Kamu ingat awal pertemuan kita ? sejak itu aku selalu berangkat tepat pukul 06.45, kamu tau alasannya ? supaya aku bisa berjalan bersamamu setiap pagi. Dan aku berdoa, semoga pagi akan mempertemukan kita lagi.
Andre F Damanik
Abel mengusap pipinya yang tanpa disadari air mata berjatuhan seiring surat yang dibaca. Segera ia lipatkan surat tersebut dan dimasukkan kedalam tas bersamaan dengan pak guru membuka kelas siang itu.
__ADS_1
***
“Abel, kamu yakin mau sekolah ? Kalau masih sakit ga usah sekolah dulu ya”.
"Iya mah. Abel gapapa ko. Lagian kalau Abel dirumah, Abel bosan mah. Ya udah Abel berangkat dulu ya mah”.
Abel mencium tangan Mamahnya lalu bergegas pergi. Emang semalam, kata mamah badan Abel panas. Padahal ia sendiri tidak menyadarinya. Abel hanya merasakan badannya tidak enak.
“Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh”.
Pembina upacara pagi itu membuka amanahnya.
“Kenapa makin lama suaranya makin pelan. Pandangan mata juga seolah-olah kabur. Apa orang lain juga merasakannya ? Adduhh, kenapa makin gelap. . . . .”
“Loh kenapa saya disini, Bu ?”
Abel benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Terakhir yang ia ingat pembicaraan pembina upacara. Detik ini Abel terbaring di UKS. Ternyata fisiknya lemah. Sehingga ia harus segera dilarikan ke UKS sebelum upacara selesai. Belum pernah sebelumnya Abel seperti ini. Tapi tunggu dulu, ada apa diluar, suaranya gaduh sekali. Sangat mengganggu ketenangan. Entahlah, kepala Abel terasa pusing jadi ia tidak memperdulikan keadaan sekitar.
“Abel kamu gapapa kan ?”
__ADS_1
‘Kenapa dia ada disini ? Tau dari mana kalau aku sedang di ruang UKS ? Apa mungkin selain pahlawan pagi dia juga seorang peramal ? seakan-akan ia tahu apa yang aku bicarakan. Ia seakan menjawab apa yang aku pertanyakan.’ Kata Abel dalam hatinya.
“Tadi aku ke kelas, kata teman Abel, kamu ada disini. Aku segera kesini. Aku khawatir sama kamu”.
Jadi suara gaduh itu, dia yang beribut dengan penjaga piket yang ngotot mau masuk. Kepala Abel terasa semakin pusing. ‘Seperhatian itukah dia kepadaku ? Apa diapun melakukan hal yang sama kepada orang-orang yang sedang terbaring lemah di ruang UKS ini. Setiap kulirik sorot matanya, teringat waktu pagi yang mempertemukan kita, tapi hatiku rasanya sakit. Lebih sakit dari fisikku, bahkan aku merasa bukan fisikku yang lemah, melainkan hati’.
“Maaf kak, tapi aku mau istirahat.”
“Baiklah. Tapi sebelum kakak pergi. Kakak mau mastikan kalau kamu telah menerima suratnya. Kakak harap kamu menjawab pertanyaan kaka. Kamu istirahat ya, lekas sembuh”.
Mengangguk. Hanya bahasa isyarat itu yang Abel gunakan. 'Ingin kucoba tuk mengembalikan rasa ini. Rasa sebelum aku mengenal dia. Tapi bagaimana bisa, kalau sikapnya mampu membuat aku luluh dan terpana'.
***************
Author tetap up nih walaupun belum ada yang komen dan like.
Author minta partisipasi nya ya dalam karya pertama author ini.
Mohon dukungannya, agar novel Berpisah Untuk Bersatu banyak peminatnya😊
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak melalui like and koment😇
Terimakasih😇😇😇