Berpisah Untuk Bersatu

Berpisah Untuk Bersatu
Peresmian Status


__ADS_3

“Lebih baik ibu pulanglah. Pak Andre berhasil ditemukan oleh warga”.


Abel segera berlalu meninggalkan tempat ia singgah. Langkahnya semakin dipercepat. Tak sabar rasanya untuk segera melihat Andre. Tiba ia di Restonya. Matanya bekerja lebih keras dari biasanya untuk mencari Andre. Tidak ada siapapun disana.


“Kemanakah perginya orang-orang? Bukankah ini masih jam kerja ?”


Abel benar-benar telah pusing dengan hal ini. Semua yang terjadi telah membuatnya gila sesaat. Ia tak mampu menahan emosinya dan meluapkannya dengan berteriak, “Ada apa ini ???”


Tiba-tiba munculah orang-orang dari persembunyiannya sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Seketika Abel menangis. Entah itu karena terharu, bahagia, atau sedih. Semuanya bercampur aduk menjadi satu. Andre menghampiri Abel dengan membawa kue ditangannya.


“Sebelum lilinnya ditiup, kamu berdoa dulu apa yang kamu inginkan. Setelah itu potonglah kuenya. Dan berikan potongan kue pertamamu kepada seseorang yang menurutmu istimewa”.


Abel mengangkat kedua tangannya untuk berdoa kepada Allah Swt.. Orang-orang yang hadir meng-aminkan doa Abel. Dipotonglah kue yang dibawa Andre. Terdengar sorak-sorak ramai meneriaki nama Andre, yang berarti Abel harus memberikan potongan pertama tersebut kepada Andre.

__ADS_1


“Bagi Abel. . . . kakak yang teristimewa”.


Suara gemuruh tepuk tangan menggema. Semua histeris ketika melihat Abel menyuapi kue kepada Andre.


“Maafin kakak ya. Bukan maksud kakak membuat kamu khawatir sampai menangis. Kakak hanya ingin memberikan sesuatu yang berbeda dihari ulang tahun kamu”.


Andre menggenggam erat tangan Abel. Seakan ia tak mau lepas dan berpisah walau hanya sekejap.


“Kakak jahat. Rasanya Abel mau mati berdiri. Abel takut kehilangan Kakak lagi”.


“Kakak gak akan pergi lagi. Karena separuh nafas kakak berada di kamu. Itu berarti jika kakak pergi, kakak tidak bisa menjalani hidup lagi. Sebelumnya kakak minta maaf, karena dihari istimewa bagi Abel, kakak tidak bisa memberi sesuatu yang mahal. Kakak hanya bisa mendoakan semoga karir kamu semakin sukses, sehat-sehat selalu, semoga apa yang kamu semogakan bisa tersemogakan, dan dengan bertambahnya usiamu semoga Abel menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya”.


Semua yang menyaksikan mengucapkan, “Aamiin”.

__ADS_1


“Besar harapan kakak supaya Abel bisa menerima pemberian dari kakak yang sederhana ini. Sudikah Abel menjadi kekasih Kakak ? Jika Abel bersedia, ambillah cincin ini. Namun jika sebaliknya, tutuplah kembali kotak ini”.


Bagaikan paduan suara semua kompak berkata, “Terima . . . Terima . . . Terima”.


“Maaf, Kak. Tapi Abel tidak bisa”.


Terkejutlah semua hadirin. Begitu pula dengan Andre. Nampak kecewa raut muka mereka.


“Abel tidak bisa mengambil cincin itu. Abel ingin . . . Kakak yang memakaikan langsung ke jari Abel”.


Nampak seperti sinar bintang terpancar dimata Andre. Kebahagiaan menyelimuti setiap sudut ruang. Andre segera menyematkan cincin tersebut di jari manis Abel.


“Hari ini kakak hanya bisa mengubah status kita menjadi lebih jelas, belum melamar kamu. Karena kakak mau melamar dihadapan kedua orang tua kamu secara langsung”.

__ADS_1


“Terimakasih buat semuanya kak, terimakasih buat hari ini. Ini benar-benar kado yang paling berharga yang pernah Abel dapatkan”.


“Jika ada waktu luang. Mari kita sempatkan untuk pulang ke kampung halaman terlebih dahulu. Kakak akan berkunjung ke rumahmu bersama kedua orang tua kakak”.


__ADS_2