Berpisah Untuk Bersatu

Berpisah Untuk Bersatu
Bertemu Kembali


__ADS_3

Alhamdulillah.”


Abel refleks dan langsung memeluk Ibunya. Setelah dibuka terdapat tulisan ‘LULUS’ yang berarti Abel berhasil menamatkan sekolahnya.


Tidak sia-sia perjuangannya selama ini, Abel mendapatkan predikat nilai UN tertinggi dan membawanya naik ke atas panggung. Air mata yang mengalir bukanlah air mata pilu, melainkan air mata kebahagiaan. Abel merasa ini mimpi, sungguh masih tak percaya bahwa ia mendapatkan predikat tersebut. Setiap orang yang berpapasan dengannya selalu mengucapkan selamat, dan Abel selalu menjawabnya dengan ramah.


***


Tibalah pada suatu pagi. Lebih dari sepekan Abel sibuk menyiapkan hal-hal yang perlu ia bawa. Termasuk menyortir baju mana yang akan ia bawa. Abel pamit kepada kedua orang tuanya, tak lupa mencium tangannya sambil memohon restu dan doa.

__ADS_1


“Tahun-tahun lalu, aku hanya menjadi penonton menyaksikan orang-orang menggendong tas besar menunggang kendaraan dengan rute jarak jauh. Sekarang, hari ini, pagi ini, akulah yang menjadi pelakunya. Aku akan kembali Mah, Pah. Aku akan membuat Mamah dan Papah bangga”.


Tak disangka kini Abel benar-benar telah terjun pada kehidupan yang sesungguhnya. Pahitnya kehidupan kota barulah ia rasakan. Jika lengah sedikitpun, harta akan lenyap, dan lebih parahnya nyawapun ikut terancam. Telah banyak amplop coklat ia sebarkan pada tiap instansi dan industri. Malangnya, dewi fortuna belum memihak padanya. Abel berkata dalam hati, “Benar dunia rantau memang kejam. Satu uang koin sangatlah sulit di dapatkan. Barulah aku paham betapa susahnya Papah mencari nafkah demi keluarga”.


Pahit manisnya kehidupan telah menjadi bumbu dalam kehidupan Abel. Masih sama seperti dahulu, Abel tidak pantang menyerah.


“Jika aku tidak bisa bekerja di perusahaan orang lain. Mungkin aku harus menjadi salah satu dari pengusaha tersebut."


Tidak semulus layaknya jalan tol, kerikil-kerikil terkadang menghampiri Abel. Dibalik keberhasilannya selalu ada orang-orang yang tidak menyukainya. Namun abel tidak pernah ambil pusing mengenai hal itu, ia hanya fokus satu titik terhadap kemajuan perusahaanya.

__ADS_1


Suatu ketika, waktu telah larut malam. Abel merasakan kebimbangan sebab ia merasa takut untuk pulang ke kost-an nya sendiri, walaupun jarak yang tidak begitu jauh. Namun tetap saja hari telah begitu malam. Abel memberanikan diri untuk pulang. Rupanya firasat yang dirasakan Abel benar-benar terjadi. Sekelompok pemuda dengan kondisi mabuk mencoba untuk mengganggu Abel. Beruntunglah pertolongan Yang Maha Esa selalu menyertainya. Bersembunyilah Abel dibalik punggung pria yang menjadi malaikatnya malam itu.


“Kamu gak papa?”


“Terimakasih. Aku gak tahu apa yang akan terjadi seandainya Abang gak datang tepat waktu”.


“Abel. . . Kamu benar Abel kan?”


Betapa terkejut keduanya ketika saling menatap satu sama lain. Benar-benar tiada seorangpun yang tahu rencana Tuhan. Setelah bertahun-tahun jarak memisahkan, kini mereka dipertemukan.

__ADS_1


“Kak Andre. Apakah aku sedang bermimpi ? Jika memang ini adalah mimpi, tolong jangan bangunkan aku. Karena aku benar-benar merindukannya”.


__ADS_2