Bersuami Tapi Seperti Janda

Bersuami Tapi Seperti Janda
mulai berpisah


__ADS_3

Jarak rumah yang lumayan begitu jauh membuat Karmila dan Bella semakin hanyut dalam kesedihan, di mobil kendaraan yang mengantarkan ia pulang ke rumah ibunya tangis ia semakin pecah, hingga membuat supir taksi tersebut agak terheran...


" Kenapa menangis terus mbak, ada apa?tanya sang supir "...


"Oh tidak ada apa apa mas, saya hanya rindu sekali dengan ibu saya, sudah lama tidak pulang, jadi teringat bayang bayang ibu saya"... jawab Karmila sambil mengelap air mata yang ada di pipi nya


"Oh saya kira ada apa mbak" ...


Karmila hanya tersenyum sang supir berkata seperti itu, sangat pintar ia menyembunyikan kesedihan nya, walau air mata masih menetes di pipinya teringat kekejaman suaminya yang tega menampar pipi nya dengan tak punya hati...


"Sebentar lagi sampai di tempat nenek ya bell kita".... Karmila yang sangat menyayangi Bella dengan sepenuh hati memeluk erat anak nya, ia boleh saja kehilangan suaminya tapi jangan anaknya...


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, akhirnya mereka sampai..


"akhirnya sampai juga, makasih ya mas, ini ongkosnya" ...


"Oh iya makasih juga mbak". .


Karmila buru buru turun dari mobil dan langsung berjalan keluar mobil menuju rumahnya... sambil menggendong bella dan membawa tas yang isinya hanya pakaian nya dan Bella ia menahan air mata nya yang akan menetes ...


"assalamualaikum Bu, ini Bella pulang nek". .


"waalaikumsalam, Bella Karmila kerumah nenek dengan siapa kalian? suamimu kemana Karmila?


*huhu sambil menangis tersedu sedu, ia memeluk ibunya *


"Ibu ...karmila sudah tidak kuat dengan mereka Karmila ingin dengan ibu saja"


"Karmila kamu ada apa? kenapa menangis begini nak? Ayo ayo masuk dulu lihat anak mu kasihan melihat kamu "


Karmila pun masuk rumah ibunya, Bella pun di ambil ibu nya Karmila, sementara Karmila bersandar di kursi ruang tamu...


" Kamu kenapa karmila?datang Datang menangis, ada apa?


"Mas Jodi Bu"


"Jodi kenapa?

__ADS_1


"Dia jahat dengan aku bu, dia tega menampar aku,hanya masalah kecil"


Seketika ibunya pun terdiam , tak berapa lama air mata ibunya menetes melihat anak nya diperlakukan seperti itu dengan menantunya...


" Di tampar? cerita sama ibu apa masalahnya, ibu itu sudah curiga dengan hubungan rumah tangga kalian akan tidak baik baik aja benar kan firasat ibu? Ya Allah nak "


Sambil menggendong cucunya, ia pun memeluk anak nya dengan erat, Karmila pun menceritakan semua Masalah nya kepada ibunya...mulai dari ia bertanya kerja apa tidak, hingga pertemuan dengan Vanesa, serta berujung tamparan di muka Karmila...


" Jadi begitu bu ceritanya, sebenarnya Karmila tidak ingin bertengkar, tapi suami ku sekarang tempramental sekali sama ku bu,Jika aku bertanya sedikit saja dia langsung marah"


" Ya sudah kamu sabar dulu ya Karmila,besok ibu yang akan bicara dengan Jodi, ibu selama ini tahan untuk tidak marah dengan dia atas semua perlakuan nya ke kamu, tapi kalau sudah main tangan ibu tidak suka, karena semarah marah nya ibu dengan kamu ,ibu tidak pernah memukul apalagi menampar kamu nak".


" Maafkan karmila ya bu selalu membuat ibu susah, tapi Karmila tidak tahu harus mengadu dengan siapa jika bukan dengan ibu,adik kan merantau jadi Karmila hanya punya ibu saat ini "


" Sudah tenangkan diri kamu nak, ini lihat Bella sampai tegang melihat kita menangis, minum dulu sana mil biar sedikit enak, ibu mau mengurus bella dulu,kasihan"....


"Iya Bu aku ke dapur dulu ya Bu, sekalian aku mandi," ...


Mata nya seketika bengkak karena terlalu banyak menangis, baginya ibu nya adalah tempat terbaik ia mengadu, sambil menaruh barang di kamar ia pun menangis lagi mengingat perlakuan suaminya yang kejam, ia pun memandangi pipinya di cermin, bekas tamparan suaminya pun seakan masih membekas, ia memegangi bekas tamparan itu dengan kesedihan yang amat dalam...


Sementara di rumah ibu nya Jodi, Jodi memikirkan masalah yang menimpanya. bahkan ia sampai tak bekerja kerena kepergian istri dan anaknya..


"Jodi kamu kenapa merenung seperti itu? apa memikirkan Bella, sudah tidak usah di fikir biar ibu yang mengambil dia dari Karmila nanti liat saja".


" Bu,tolong jangan bicara lebih dengan aku, aku lagi ingin sendiri, aku tidak bekerja hari ini karena memikirkan mereka pergi dari rumah, bagaimana nanti pikiran mertua ku terhadap aku, aku tidak ingin di cap jelek oleh mertua"


" Halah mertua seperti itu kamu pikirkan yang harusnya kamu pikirin itu bagaimana cara ngambil Bella, dan secepatnya kamu menikahi vanesa"


" Sebenarnya ibu itu kenapa menyuruh aku menikah dengan vanesa?sepertinya ada yang beda dari sikap ibu"


" Haduh jodi.. kamu ini memang tidak mengerti ya permainan ibu, sudah kamu nurut saja dengan ibu nanti hidup kamu enak"


"Apa sih Bu?. .tanya Jodi semakin mendalam.


Jodi yang terus bertanya kenapa ia harus nikah dengan Vanesa, ia sempat bingung dengan ucapan ibunya, dilema yang ia rasakan cukup membuatnya pusing... kerjaan yang menumpuk di tempat kerja , istri dan anak yang meninggalkan nya, tapi ia di tuntut harus nurut dengan perkataan ibunya...


Ia memang merasa bosan dengan Karmila, tapi ia tidak tau bahwa Karmila itu sosok istri yang baik, ia tidak menyadari istrinya itu mandiri, penyayang serta setia terhadap nya, tapi keadaan yang membuatnya bersikap seperti itu,. ditambah lagi ibunya yang mencampuri rumah tangganya...

__ADS_1


sejak kepergian Karmila yang sudah berlalu 3 hari, Jodi belum menemui Karmila dan Bella, hal itu membuat Karmila merasa semakin sakit hati pada Jodi...


di rumah ibunya,Karmila menjalankan hari harinya bak seorang janda yang tak bersuami, hari hari ia lalui hanya bersama anak dan ibunya...


saat itu saat ia sedang belanja sayur, ibu ibu bertanya kemana si Jodi, kenapa Karmila tak bersama nya..


" Loh Karmila ? dirumah ibumu ya ? sudah berapa hari ?,tanya seorang tetangga yang sedang membeli sayur juga


" Iya bu, saya dirumah ibu saya, kebetulan Bella sudah lama bertemu dengan nenek nya jadi saya menginap sudah 3 hari disini ".... jawab Karmila dengan penuh kebohongan


" Oh suamimu ikut?


" Tidak dia bekerja Bu," ..


"Loh, kenapa bisa pisah suami istri? jika saya jauhan dengan suami saya saja tidak bisa loh" ..... pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan para ibu ibu kepada Karmila, Karmila hanya bisa menyembunyikan permasalahan nya, karena bagaimana pun ia bercerita tentang kehidupan nya tetangga hanya bisa mendengar, selebihnya mungkin bisa jadi omongan atau bahan gibahan mereka...


" Ya sudah ya bu saya pamit pulang, ini mang sayuran nya hitung berapa totalnya"


"Oh iya neng, ini belanjaan nya total 35 ribu" jawab tukang sayur tersebut.


" Ini uang nya ,terimakasih mang oh ya mari Bu "....


"Oh iya karmila" ...jawab para ibu ibu


Karmila langsung pulang menuju rumah ibunya dengan sayuran yang ia beli, ia masih terngiang dengan ucapan para tetangga tentang hubungan dengan suaminya, sementra ibu ibu yang masih berkumpul pun mulai menggibahi Karmila..


"Hem seperti nya si karmila sedang ribut dengan suaminya ya ibu ibu, lihat itu gerak gerik nya, mencurigakan"


"Sepertinya nya iya ya, ah jika dia ada masalah dengan suaminya ya mungkin itu karma dari Allah atas perbuatan nya dulu, jadi rumah tangga nya tidak benar".... sahut ibu ibu tersebut sambil memilih milih sayuran..


"Eh ibu ibu tidak boleh seperti itu, jangan suka membicarakan orang lain, itu dosa" sahut tukang sayur


Walapun beribu ribu alasan yang ia berikan terhadap tetangga nya, jelas itu semua kebohongan agar tetangga nya tak mengetahui permasalahan yang Karmila hadapi, ..


sampai rumah ia lalu memasukan sayuran nya kulkas, setelah itu ia duduk, sambil melihat ponsel, ia memandangi ponsel nya berharap suaminya menghubungi nya, tapi semua nihil, 3hari kepergian nya, suaminya tak pernah menanyakan kabar nya, bahkan kabar anak nya...


Di dalam hati Karmila berkata* ya Allah jika ini jalan ku jika ini jalan yang terbaik untukku aku terima ya Allah*... sambil menghela napas ia pun berdoa seperti itu

__ADS_1


__ADS_2