Bersuami Tapi Seperti Janda

Bersuami Tapi Seperti Janda
Kehancuran pertama


__ADS_3

Tak ingin terpuruk dengan keadaan nya saat ini, Vanesa akhirnya memutuskan untuk kembali bekerja, tapi ia juga akan menyempatkan untuk memeriksakan dirinya ke dokter kandungan ,pasal nya setelah ia mengalami keguguran ia terus dibayangi oleh rasa takut ,ia takut jika tak bisa memiliki seorang anak.


Pagi itu ibu nya Jodi masih berada di rumah Jodi dan Vanesa, ia berada disana karena di suruh Jodi untuk mengurus Vanesa pasca keguguran, sebetulnya ibu nya Jodi sangat malas jika harus mengurus orang sakit, tapi apalah daya ia harus mengorbankan waktu nya untuk mengurus Vanesa.


"Astaga lihat ini pakaian kotor dimana mana, memang sepertinya Vanesa ini sedikit jorok ya, harus aku yang mencuci nya" ucap ibunya Jodi dengan menggerutu


Tiba tiba di belakang Vanesa mengagetkan mertua nya itu,


"Bu" tanya Vanesa


"Astaga astaga" ibunya Jodi pun menoleh kebelakang


"Loh Vanesa, kamu kenapa berpakaian rapi begini seperti mau berangkat kerja" tanya ibunya Jodi


"Iya ini aku mau berangkat kerja, mulai saat ini ibu tidak perlu repot mengurusku aku sudah bisa beraktivitas seperti biasa. tubuh ku juga mulai sehat aku berencana hari ini masuk kerja tapi mas Jodi belum tahu, ibu siap siap saja akan aku antar ibu pulang kerumah ibu" sahut Vanesa dengan raut wajah yang datar


"Bekerja? pulang kerumah?, kamu yakin sudah sehat ? Ya bagus jika kamu sudah bisa beraktivitas seperti biasa, dengan begini ibu bisa kembali kerumah ibu.ibu juga sangat letih dengan pekerjaan disini" jawab ibu nya Jodi dan ia langsung menuju kamar untuk berganti pakaian


Vanesa yang melihat itu hanya tersenyum sadis, sikap Vanesa yang sedikit dingin dengan mertua nya membuat mertua nya enggan untuk berbincang lama


Sambil berganti pakaian,di dalam kamar ibunya Jodi terus memaki Vanesa dalam hati


*Tidak punya sopan sekali dengan mertua ya, sudah untuk aku bantu mengurus keperluan nya, aku urus semua kebutuhan nya. Kenapa wanita itu jadi lebih sensitif sekarang ya* ucap dalam hati ibunya Jodi

__ADS_1


Tak lama Vanesa memanggil


"Sudah belum Bu, ayo cepat nanti aku telat ke kantor" teriak sedang Vanesa


"Iya sebentar ini lagi berbenah" jawab ibunya Jodi dengan kesal


Tak lama setelah ibunya Jodi berganti pakaian,mereka pun akhirnya berangkat pergi, Vanesa yang akan mengantarkan ibunya pulang pun didalam mobil hanya diam, dengan basa basi ibunya Jodi bertanya kepada Vanesa menantunya itu


"Vanes sayang memang kamu ada masalah apa sih kelihatan nya sekarang kamu jadi lebih sensitif di ajak bicara" tanya ibu nya Jodi yang sedang berbasa basi


"Oh itu tidak ada apa apa kok, aku hanya ingin sedikit lebih diam Bu" jawab Vanesa sambil menyetir mobil


Mendengar hal itu mertua nya pun hanya diam mendengar jawaban dari menantu nya tersebut,


Tapi tiba tiba Vanesa memberi tahu ibunya Jodi bahwa saat itu ia harus datang ke dokter kandungan untuk memeriksakan keadaan rahim nya pasca keguguran


"Oh iya silahkan ", jawab ibunya Jodi dengan santai


Tak berapa lama mereka pun sampai di rumah sakit,mereka akan mengunjungi dokter spesialis kandungan, setelah datang dan memasukan pendaftaran,tibalah Vanesa merasa berdenyut jantung nya ia merasa takut jika terjadi apa apa pada rahim nya


"Selamat pagi dok" tanya Vanesa pada dokter Ardi (spesialis kandungan)


"Oh iya selamat pagi, ibu vanesa.apa kabar silahkan duduk" jawab sang dokter

__ADS_1


Sementara ibunya Jodi hanya menunggu di luar ruangan dokter,ia tidak ingin masuk karena bagi nya tidak penting Vanesa memeriksa kan rahim nya karena akan baik baik saja


Di dalam ruangan Vanesa merasa gugup untuk mengajukan permintaan pengecekan rahim nya, tak lama ia langsung berani berbicara


""Begini dok, saya berniat untuk memeriksakan rahim saya, pasca keguguran saya takut jika terjadi apa apa" ucap Vanesa pada dokter Ardi


"Oh begitu, sebelum nya saya turut berduka cita ya atas kepergian anak ibu, sudah saya katakan bukan waktu anda pertama kali kemari, bahwa rahim anda lemah dan perlu di lakukan pengobatan khusus,tapi anda memaksakan untuk tetap berencana hamil, ya itu keputusan anda, sekarang mari kita lihat hasil dari pengecekan rahim nya" jawab sang dokter dengan tegas


Vanesa yang mendengar hal itu langsung tak bersemangat, rupanya ia pernah datang dan berkonsultasi dengan sang dokter tentang rencana kehamilan nya, saat itu Vanesa yang akan menikah dengan Jodi ,ia datang untuk memeriksakan rahim nya, dan benar saja dia tahu jika rahim nya lemah dan susah untuk mempunyai anak, tapi ia tetap nekat untuk melanjutkan program kehamilan nya, walaupun benih bayi hidup di rahim nya walau akhirnya akan gugur karena ada masalah di rahim Vanesa


Sementara Vanesa yang mulai di periksa oleh sang dokter hanya terdiam takut


"Nah ini gumpalan darah bekas kamu keguguran kemarin masih ada, rahim kamu sangat kecil, ukuran nya tidak normal seperti rahim yang normal, ini menyulitkan kamu untuk mempunyai anak" ucap sang dokter


Setelah selesai pemeriksaan, .


"Kita lakukan pembersihan gumpalan darah nya dulu ya agar rahim mu bersih tanpa ada kotoran bekas kejadian kemarin" ucap sang dokter


"Tapi saya bisa punya anak tidak dok" tanya Vanesa dengan rintih


"Rahim yang ukuran nya kecil mungkin sedikit sulit memiliki keturunan, anda harus menjalani pengobatan yang lebih efektif, tapi jika anda mau, tapi saya doakan anda segera mendapatkan keturunan kembali, kuasa Tuhan tidak ada yang tahu, bukan begitu kan" ucap sang dokter


"Jadi maksud dokter saya susah hamil? tanya Vanesa

__ADS_1


"Kita lihat kedepan nya ya Bu setelah pengobatan" jawab dokter Ardi


Mendengar hal itu Vanesa seakan di sambar petir yang begitu dahsyat, ia tidak menyangka bahwa ia akan sulit untuk mempunyai anak, hancur hati nya saat itu juga. mungkin kan ini karma atas perbuatan nya terhadap Karmila dulu?


__ADS_2