
Setelah semua urusan Karmila selesai ia pun langsung menuju ke rumah Jodi.Tak ingin berlama lama anak nya berada disana, ia pun nekat dengan membawa surat pemberian surat hak asuh kepada Jodi untuk segera mendapatkan Bella..
Di dalam mobil ia pun merasa lega karena telah menyelesaikan permasalahan nya di pengadilan, hak asuh yang selama ini di pegang oleh Karmila dengan berat hati ia memberikan kepada Jodi,tak banyak pinta nya hanya ingin dekat dengan anaknya, ia sangat takut jika Bella sakit, pasal nya Jodi tidak bisa mengurus Bella dengan sepenuh hati, memang tak ada yang bisa menggantikan sosok ibu dalam bidang merawat anak kecil,
Tiba tiba telefon nya berdering ada panggilan masuk dari ibu nya,
"Halo assalamualaikum Bu,ada apa? ucap Karmila
"Waalaikumsalam karmila, bagaimana urusan mu, apakah hari ini sudah selesai? ibu sudah tak tahan lagi menahan rindu dengan Bella,bawa dia pulang nak "
"Iya sudah Bu, ibu tenang saja nanti Karmila bawa Bella pulang ,sabar ya"
Dengan hati yang tabah ia mencoba menenangkan ibunya yang terus menanyakan cucu nya, padahal ia juga sangat terpuruk jauh dari anak nya, tak ingin berlama lama ia pun akhirnya sampai di rumah Jodi, terlihat toko nya tutup rumah pun terlihat sepi, Karmila bertanya tanya apakah anak nya baik baik saja?
"Tunggu ya pak, saya ada urusan sebentar"
"Iya baik Mbak saya tunggu" jawab supir taxi
Karmila yang berjalan dengan langkah cepat menuju rumah Jodi, jantung nya berdebar memikirkan nasib Bella
"Assalamualaikum, apa ada orang? ucap Karmila dengan rasa khawatir
Terdengar tangisan Bella dari dalam rumah menandakan ia sedang tidak baik baik saja, Karmila langsung mencari sumber tangisan tersebut, alangkah terkejut nya ia saat melihat anak nya merangkak di lantai tanpa di awasai orang tua
"Ya Tuhan anak ku, sayang kamu dengan siapa kenapa terlihat seperti ini? tanpa disadari air mata Karmila pun menetes dengan menggendong anak nya ia lepaskan semua kerinduan terhadap Bella
Tak lama ada ibu nya Jodi muncul ,terlihat ia sangat lelah dengan wajah yang kusam serta pakaian yang tidak rapi
__ADS_1
"Kamu Karmila ? ucap ibunya Jodi dengan wajah yang lemas
"Eh ibu," sontak Karmila terkejut melihat mantan mertua nya itu
"Mengapa kamu tiba tiba datang kemari, berani sekali, kamu tahu kan kamu tidak boleh bertemu dan mengambil Bella jika tidak memenuhi syarat dari Jodi" dengan tubuh yang lemas masih bisa mantan mertua Karmila mengoceh memarahi Karmila
"Iya aku tahu, dan aku juga sudah memenuhi syarat dari kalian, ini aku bawakan surat hak asuh yang akan di tujukan untuk mas Jodi, puas kan ibu ?
"Mana lihat berikan sekarang"
Karmila yang sangat berhati hati dengan menggendong anak nya ia sangat takut jika anak nya di ambil lagi oleh mantan mertua nya, sembari menggendong ia pun memberikan surat hak asuh nya
"Ini,tolong berikan kepada mas Jodi. Untuk saat ini walaupun ia sudah mendapatkan hak asuh tolong jangan ambil dulu Bella karena Bella masih sangat membutuhkan perhatian dari ku" ucap Bella dengan terus memegangi anak nya
"Haha ya bagus lah dengan begini saya dengan Jodi akan bisa kapan saja mengambil cucu saya, ini hak asuh kami jadi terserah kami ingin bagaimana"
Akhirnya setelah surat hak asuh diberikan kepada ibunya Jodi, Karmila dapat membawa Bella pulang, diperjalanan ia memeluk Bella dengan erat, kerinduan yang selama ini tertahan pun sudah bisa ia lampiaskan terhadap putrinya itu
Sampai dirumah Karmila bergegas masuk ke dalam rumah ia ingin memeriksa keadaan Bella dengan baik ia takut jika tubuh Bella ada yang memar akibat jatuh atau sebagainya, karena Bella sering di letakan di kamar sendiri dengan ibunya Jodi, ia yang sibuk mengurus toko juga tak begitu perhatian menjaga Bella
"Bella,cucuku? ucap ibunya Karmila
"Kami pulang nek" jawab Karmila
"Akhirnya cucu nenek pulang, nenek rindu sekali dengan Bella nak"
Bella yang meringik pun langsung di ambil oleh ibunya karmila, rupanya Bella ada memar di dadanya, Karmila dan ibunya pun terkejut perihal itu,
__ADS_1
"Karmila, anak mu ada memar di dadanya?
"Ya Allah iya Bu, kenapa bisa seperti ini ya"
"Sudah ibu sangka pasti Jodi dan ibu nya tak pandai mengurus Bella hingga mungkin Bella terjatuh, ayo kita kompres bagian ini "
"Dasar mereka memang tak tahu malu sudah mengambil Bella dari ku tapi tak bisa mengurus nya,lihat saja pembalasan ku "
Sementara Vanesa sedang sibuk mempersiapkan pernikahan nya, Jodi yang bekerja tak ikut dalam mempersiapkan nya, semua ia serahkan ke Vanesa,
"Pokonya yang terpenting saya ingin gedung ini menjadi mewah dan berkelas di hari pernikahan saya" Vanesa berbicara kepada W.O pernikahan nya
"Baik mba, saya dan tim akan berusaha semaksimal mungkin " jawab sang W.O
Tiba tiba di belakang Vanesa muncul Andre, ia menepuk lengan Vanesa,
"Hei, sibuk ya" ucap Andre
"Eh kamu andre, iya lumayan lah"
"Kamu bisa ya menikah tanpa memikirkan apa yang kita lakukan dulu,UPS " ucap Andre
"Maksud kamu apa" Vanesa sontak tegang setelah Andre berucap itu
"Kamu lupa ya,aku ada loh buktinya di ponsel ku" ucap Andre dengan tawa nya
"Kamu tidak usah aneh aneh ya, itu sudah masa lalu kita, bahkan kamu sudah berjanji tidak bakal mengumbar itu lagi, Awas kamu macam macam ya"
__ADS_1
Sontak ada yang dirahasiakan Vanesa,dia mengancam Andre untuk bungkam, sepertinya Andre dan Vanesa mempunyai rahasia yang besar