
Masalah yang di hadapi Vanesa bukan lah masalah yang biasa, mau tak mau ia harus memikirkan bagaimana supaya bisa menyingkirkan Andre dari hidup nya agar tak mengganggu nya lagi. ia pun berniat untuk mengakhiri hidup Andre
"Apa aku bunuh saja dia ya" ucap Vanesa sembari membuat kopi untuk Jodi
"Ah tidak tidak,bagaimana jika aku gagal, pasti dia lebih pintar dari pada aku"
Ibu nya Jodi yang melihat Vanesa di dapur pun ikut menemani nya dan berusaha untuk mengobrol dengan Vanesa
"Loh Vanesa kenapa merenung? itu lihat kopi buatan mu jadi tumpah kamu aduk terus" tanya ibunya Jodi
"Eh eh astaga, ia maaf bu, aku sepertinya kurang fokus akhir akhir ini hehe" jawab Vanesa dengan berucap kata kata palsu
"Oh seperti itu,bagaimana jika kita pergi berbelanja saja hari ini mau tidak,kita shoping beli baju baru"
"Oh ibu ingin baju baru, oke ayo kita pergi nanti biar aku yang bayar semua yang ibu mau " ucap Vanesa seperti orang yang tak punya masalah apa apa, ia berkata seperti orang yang tidak mempunyai masalah yang rumit,ia mencoba menghibur dirinya sendiri supaya tak terlihat baik baik saja, karena jika masalah nya diketahui Jodi atau mertua nya ia akan hancur
"Kalau begitu ibu ganti baju dulu ya, makasih ya vanes kamu itu menantu kesayangan ibu"
"Iya iya Bu,hehe"
Vanesa pun mencoba untuk tenang dan ia memutuskan hari itu untuk pergi bersama mertua nya,
"Mas,ini kopi nya" ucap Vanesa kepada jodi yang sedang istirahat sehabis membereskan barang barang mereka untuk di bawa pindah besok
"Waduh makasih ya,kamu tau saja aku sedang ingin kopi"
"Iya di minum mas, oh iya aku mau pergi sama ibu, ibu ingin belanja katanya" ucap Vanesa memberitahu Jodi
"Belanja? dimana ?
"Ya mungkin dekat dekat daerah sini mas"
"Kamu begitu, aku ganti baju dulu. nanti jika kamu ingin makan, masak sendiri ya aku shoping dulu " ucap Vanesa kepada Jodi
__ADS_1
Jodi yang mendengar hal itu pun mencoba mengingat perbedaan Vanesa dan Karmila, dulu jika Jodi dirumah Karmila selalu memasak kan makanan kesukaan nya, tak pernah sekali pun Jodi memasak sendiri, jika pergi pun Karmila selalu diantar Jodi, namun berbeda dengan Vanesa, menurutnya sedikit banyak nya ada perbedaan dari dua wanita itu, namun saat ini Vanesa telah menjadi istri nya dan itu sudah menjadi pilihan Jodi.
Tak lama Vanesa dan ibu nya Jodi pun pergi , mereka menaiki mobil vanesa.ibu nya Jodi terlihat senang ia bisa bersanding dengan wanita kaya seperti Vanesa, di dalam pikiran nya ia selalu membanding banding kan Vanesa dan karmila, menurut nya Karmila lebih buruk dari segala hal, karena ia tak punya harta dan jabatan seperti Vanesa,
"Aduh ibu seneng sekali diajak pergi belanja seperti ini nes" ucap ibunya Jodi
"Ibu mau apa saja tinggal bilang ya nanti semua aku yang bayar, aku kan punya uang tidak seperti menantu ibu yang dulu kan hihi " jawab Vanesa kembali menghina Karmila
"Ya jelas lah, kamu lebih baik dari pada si karmila itu, tapi ibu rindu dengan Bella ibu ingin sekali Bella bersama ibu"
"Bella? oh cucu ibu ya, masalah itu gampang Bu, nanti kita pikirkan bagaimana caranya mengambil bella dari wanita itu,kita sudah punya hak asuh nya jadi ibu tenang saja" ucap Vanesa menenangkan mertua nya tersebut
"Astaga kamu memang yang terbaik vanes"
Tak berapa lama ibu nya Jodi melihat ke arah minimarket tak disangka ia melihat Karmila berada di depan minimarket itu dengan menggunakan seragam karyawan
"Loh loh itu bukan nya Karmila ya nes,coba kamu lihat " ucap ibu nya Jodi terheran
"Astaga iya benar itu wanita sialan itu Bu, bagaimana ibu mau menghina nya sebentar tidak, kita permalukan di tempat itu" ucap Vanesa dengan licik
"Wah boleh juga itu, ibu ingin sekali menjatuhkan harga dirinya di tempat umum nes"
Mereka pun turun dari mobil menuju ke minimarket tempat Karmila bekerja,tak berapa lama Vanesa dan mertua nya pun masuk ke dalam minimarket
"Permisi" ucap Vanesa dan ibunya Jodi
"Silahkan masuk ibu, selamat berbelanja" ucap Tina rekan kerja Karmila
Kebetulan Karmila sedang mengambil barang di dalam gudang minimarket jadi ibunya Jodi bertanya pada Tina apakah ada yang bernama Karmila di tempat itu
"Baik, jika boleh tanya apakah disini ada orang yang bernama Karmila? tanya ibunya Jodi dengan sombong nya
"Karmila? oh iya ada ibu, itu karyawan baru di minimarket ini,ada apa ya Bu? jawab Tina
__ADS_1
"Oh ada ya, kenapa bisa minimarket ini menerima karyawan yang berstatus janda ya,memang nya tidak ada karyawan yang lajang yang bekerja disini" ucap Vanesa dengan santai sembari memilih makanan dan minuman di tempat tersebut
"Maksud mbak apa ya mbak, disini tempat untuk berbelanja bukan untuk membicarakan aib orang" jawab Tina dengan lantang
"Saya hanya ingin memberitahu kalian yang berada di sini ya, kalau wanita yang bernama Karmila itu wanita ******, juga dia sering merusak hubungan orang,jadi kalian hati hati jika berteman dengan nya" ucap ibunya Jodi
Tak disangka Karmila yang mendengar pembicaraan mereka pun langsung keluar dan memberi perlawanan terhadap ibunya jodi dan Vanesa
"Wanita ******? perusak hubungan orang? aku tidak salah dengan kalian berucap seperti itu, yang ****** itu kan menantu baru ibu, perusak hubungan orang kan menantu baru ibu, yang merebut suami orang siapa lagi kalau bukan menantu baru ibu ini, lucu ya perkataan kalian" sahut Karmila degan tenang
Teman teman Karmila pun ikut membela Karmila, walau mereka baru berteman belum lama tapi mereka sudah tahu latar belakang Karmila, sontak mereka membela Karmila dengan sigap
"Ibu dan mbak jika kalian ingin berbuat onar disini saya harap kalian pergi, kami hanya melayani orang orang yang baik dan membeli barang kami, jika orang seperti kalian mohon maaf silahkan pergi dari sini" ucap vino selaku kepala karyawan
"Kalian ini hanya karyawan biasa ya, jangan bersikap sombong dengan kami orang kaya" ucap Vanesa
"Siapapun kalian jika kalian bersikap seperti ini tidak ada yang akan menghormati kalian, Karmila ini teman kami, jadi kalian jangan menyebar berita hoak tentang dia,paham" sahut Fira
Mendengar hal itu Vanesa dan mertua nya pun saling menyenggol kan lengan tangan,dan Vanesa berbisik
*Udah pergi aja yuk Bu, aku tidak ingin lama lama disini bersama orang orang miskin*
Mendengar Vanesa berbisik seperti itu ibunya Jodi pun pergi secara perlahan, dengan masih menghina Karmila ia pun pergi dengan rasa malu
"Lebih baik kita pergi dari sini vanes, orang orang disini sama sekali tidak ingin percaya dengan perkataan kita tentang orang yang bernama Karmila ini" ucap ibunya Jodi,mereka pun pergi dari minimarket
"Hai kalian benar benar kurang ajar ya" ucap Fira dengan kesal melihat teman nya Karmila di hina terus terusan
"Sudah tak apa, biarkan saja mereka pergi" sahut Karmila
"Jika begitu mari kita lanjutkan pekerjaan kita lagi " ucap vino
Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka, Karmila juga melanjutkan pekerjaan nya dengan rasa sabar di hati nya ia mencoba untuk tetap tenang dengan apa yang dikatakan mantan mertua dan wanita yang merebut suami nya tersebut
__ADS_1