
Malam yang begitu sunyi seakan menjadi saksi dan bukti kesedihan karmila ditinggal anak nya yang begitu ia sayangi..
Setelah sampai dirumah nya,sang ibu menyuruh Karmila untuk istirahat sejenak, ibunya tahu jika besok Karmila harus mengurus hak asuh Bella kembali ke tangan Jodi.
"Ibu tahu kamu pasti sedih dan lelah, istirahat lah dulu nak, agar besok kita bisa fokus mengurus segala nya" ucap sang ibu
"Baik lah Bu, aku masuk ke kamar dulu" jawab Karmila tanpa banyak bicara,dengan mata yang sembab, karena terus menangis hingga mata nya terlihat bengkak
Malam itu Karmila mencoba memejamkan mata nya, tapi seolah tak bisa untuk tidur, ia terus memikirkan nasib anak nya di rumah Jodi. Ia bertanya dalam dirinya sendiri bagaimana keadaan anak nya? bagaimana jika Bella kelaparan, sedangkan ia masih di beri asi oleh Karmila. Lagi lagi ia langsung menangis, ia mencari dan memeluk pakaian Bella, Sembari menangis dengan sedu
"Bella sayang, ibu rindu, bagaimana keadaan kamu disana nak? tanya karmila dengan memeluk pakaian anak nya
Sementara Bella yang sedang berada dirumah Jodi selalu berada di dalam dekapan ibu nya Jodi, mereka memberi Bella susu formula sebagai ganti asi karmila
"Jodi tolong ambilkan ibu susu formula untuk seusia Bella di toko" teriak ibunya Jodi
"Yang bagaimana bentuknya Bu? tanya Jodi dengan bingung
" Tanyakan saja pada karyawan disana, Bella kan usia nya 1tahun "Jawab sang ibu dengan kesal karena Jodi yang belum paham dengan arahan nya
"Haduh ibu ini" sembari berjalan menuju toko sang ibu
"Tolong ambilkan saya susu untuk anak saya, susu formula usia 1th pengganti asi" perintah Jodi kepada karyawan ibunya
"Oh baik mas, kami cari dulu "
Difikirkan Jodi tak terlintas bagaimana jika anak nya sakit di beri susu lain,bagaimana jika Bella muntah, karena biasanya anak yang masih di beri asi jarang yang suka dengan susu lain.
"Ini mas susu nya" ucap karyawan dengan memberikan susu kepada Jodi
"Oh ini benar susunya? Tidak salah kan? tanya Jodi sembari membolak balik susu tersebut
" Iya benar mas, itu untuk anak seusia Bella, tapi biasanya anak yang sedang di beri asi jarang yang mau susu lain mas"
__ADS_1
" Heh kamu ini sok tahu sekali ya, mana mungkin tidak suka,ini susu mahal dan bermerek"
" Maaf mas, setahu kami ya begitu" ucap karyawan saling senggol satu sama lain dengan teman nya
"Ya sudah saya kembali ke rumah dulu, tutup toko jika sudah larut malam" perintah Jodi kepada karyawan nya
"Baik mas"
Jodi pun langsung pergi dan pulang kerumah, jarak toko yang begitu dekat dengan rumah nya hanya beberapa langkah ia pun sudah sampai dirumah, sementara karyawan toko ibunya Jodi, saling bertanya dengan keadaan Bella yang berada dirumah tersebut
"Ih kasihan sekali ya mbak Karmila harus terpisah dengan anak nya, padahal kan Bella masih minum asi mbak Karmila"
" Ia jika dipikir pikir ibu bos jahat sekali ya dengan mantan menantu nya, padahal mbak Karmila itu baik sekali, mana sebentar lagi mas Jodi akan menikah,kasihan ya nasib anak dan mantan istrinya"
"Iya, jika tidak berfikir kita butuh dengan kerjaan ini, pasti kita sudah keluar dari toko ini, malas sekali mempunyai bos yang arogan"
Percakapan antara dua orang karyawan itu berlangsung dengan serius,mereka saja yang tidak mempunyai ikatan dengan keluarga Jodi bisa menilai, sikap ibunya Jodi dan Jodi begitu jahat terhadap Karmila, bagi mereka karmila merupakan sosok yang baik hati serta tidak banyak tingkah selama menjadi istri Jodi, bagaimana bisa istri seperti itu Jodi sia siakan demi wanita lain yang sikap nya jauh lebih buruk dari Karmila
"Jika sudah jadi begini kan terlihat sama dengan asi Karmila, pasti anak ku lahap meminum susu buatan ku" ucap jodi
"Haduh ayah kamu ini mana ya,lama sekali membuat susu untuk kamu ya Bella"
"Tenang tenang ini sudah ayah buatkan untuk mu nak" jawab Jodi dengan membawa susu untuk Bella
Bella yang sudah kelaparan pun terus menangis sembari mengoceh, menangis sepanjang malam membuat tubuhnya terasa lemas ditambah belum meminum asi ibunya, seakan dia memahami betul jika ia telah jauh dengan ibunya, dan berada di rumah ayah dan nenek nya yang jahat
"Nah ini minum ya sayang, minumlah susu ini" ucap ibunya Jodi
Lalu Bella pun meminum susu tersebut,tak berapa lama ia pun muntah muntah susu yang ia minum ia muntahkan tanda ia tak menyukai susu tersebut.
"Lah bagaimana ini jod, anak mu muntah, gendong dia" ucap ibunya Jodi dengan bingung
"Haduh bagaimana ini Bu, aku juga tidak tahu, baiklah berikan Bella padaku biar aku gendong nya" jawab Jodi dan langsung menggendong Bella dan membawanya ke teras rumah
__ADS_1
Bella yang sudah lelah dan mengantuk pun tertidur di pelukan ayah nya, padahal tanpa Jodi sadari bahwa anak nya itu lapar karena susu yang di minum Bella di muntahkan
" Nah kan tidur kamu bell, memang eyang mu itu tidak bisa menidurkan mu,hanya ayah yang pandai mengurus mu" ucap Jodi dengan bangganya
Sementara malam yang telah berlalu, pagi pun tiba, Karmila yang menunggu pagi pun bergegas untuk mandi dan bersiap siap untuk mengurus hak asuh Bella, ia sangat terburu buru karena tak ingin Bella berlama lama berada di rumah Jodi
"Bu aku harus berangkat pagi pagi agar tidak lama menunggu di pengadilan" ucap Karmila dengan terburu buru menyiapkan segala berkas nya
" Sarapan dulu Karmila, agar kamu disana tidak kelaparan, perhatikan kesehatan mu"
"Iya Bu, sebentar lagi,aku sedang menyiapkan berkas yang akan aku bawa"
Ibu karmila yang melihat itu pun sangat prihatin dengan kondisi anak nya, ia tahu betul jika Karmila sangat kepikiran dengan Bella, sampai sampai semalaman Karmila tidak bisa tidur dan terus menangis, ibunya yang mengetahui itu tidak bisa berbuat banyak, ia juga sangat terpukul jauh terpisah dengan cucunya
"Nah sudah semua aku siapkan Bu, aku berangkat dulu ya doakan aku supaya lancar mengurus semua nya"
"Kamu belum sarapan loh nak"
"Tak apa nanti disana aku beli makan saja Bu"
"Ya sudah hati hati ya" jawab ibunya Karmila
Karmila pun berangkat menuju pengadilan dengan bermodalkan keberanian dan keteguhan nya, dengan diantar supir taxi ia sempat di mobil membuka berkas berkas yang ia bawa, karena takut ada yang tertinggal, setelah beberapa lama di mobil ia pun minta di berhentikan dulu di sebuah minimarket untuk membeli makanan sembari sarapan di mobil. saat ia melihat ke arah kanan tak ia sangka ia melihat Vanesa sedang bersama lelaki lain di sebuah kafe
"Loh itu seperti Vanesa, dengan siapa dia, seperti nya dekat sekali" ucap Karmila dengan memperhatikan Vanesa
"Mbak jadi tidak berhenti di minimarket" tanya sang supir taxi
"Oh nanti saja pak,tidak jadi,kita lanjut saja"
Karmila yang melihat Vanesa dengan lelaki lain pun tak ingin ambil pusing dan tidak ingin tahu, bagi nya masalah yang ia hadapi itu yang lebih penting. Anak nya harus kembali dalam dekapan Karmila..
Namun kira kira siapa yang sedang bersama vanesa di sebuah kafe itu ya?
__ADS_1