Bersuami Tapi Seperti Janda

Bersuami Tapi Seperti Janda
Antara sedih dan senang


__ADS_3

Selama ia mengurus hak asuh Bella, ia sempat lupa bahwa hari itu adalah panggilan kerja nya di minimarket, bersusah payah ia mencari kerja setelah lepas dari Jodi, tapi waktu yang tak begitu pas membuat ia bimbang harus apa dulu yang harus ia urus, saat ia berada di pengadilan 3 kali ponsel nya berdering hingga akhirnya lalu ia angkat ponsel nya


"Astaga, ini kan hari dimana aku di panggil untuk wawancara,Bagaimana ini aku bingung" ucap Karmila dengan rasa bimbang


Ia pun langsung menelfon pihak tempat Dimana ia akan bekerja, bermodalkan keberanian yang tinggi ia pun langsung menelfon personalia dari minimarket tersebut


"Hallo pak,hari ini saya datang sedikit telat untuk interview,bagaimana boleh tidak?


"Haduh bagaimana ini, kami sangat membutuhkan karyawan saat ini juga.Jika memang tidak bisa bekerja tidak apa apa, kami cari orang lain saja" ucap kepala personalia minimarket


"Baik baik pak segera saya datang kesana,maafkan kesalahan saya"


"Baiklah saya tunggu"


Dengan cepat Karmila mengajukan hak balik asuh anak untuk diberikan kepada jodi, setelah beberapa saat akhirnya selesai.saat itu juga ia langsung menuju tempat ia akan bekerja untuk interview.Padahal ia belum sempat sarapan tapi apa boleh buat, kepentingan Bella jauh lebih penting dari segalanya, seakan tak mempunyai rasa lelah ia cepat melakukan apapun


"Pak saya sudah selesai, sekarang bisa tidak antar kan saya ke alamat ini, kebetulan saya ada interview disana" ucap Karmila pada supir taxi


" Baik bisa mbak,mari saya antar"


Diperjalanan sedikit ia menghela napas karena lelah yang ia rasa, mengurus hal hal penting itu tidaklah mudah, tapi bagi Karmila semua terasa mudah jika dengan niat melaksanakan nya,


Sementara Jodi yang sudah mempunyai pekerjaan tetap sejak bercerai dengan Karmila ia sangat jarang sekali untuk bekerja, rasa malas dan kadang sering berpergian dengan Vanesa membuat ia tidak bekerja, pagi itu Jodi di telefon atasan nya, kebetulan hari itu ia tidak bekerja


"Halo iya pak, bagaimana? ucap Jodi mengangkat telefon dengan posisi masih berbaring di tempat tidur


"Pak Jodi anda sudah beberapa kali sudah tidak masuk untuk bekerja, Jika memang anda tidak ingin bekerja lagi saya pastikan anda besok akan mendapat surat pemecatan secara sepihak dari perusahaan" jawab atasan Jodi

__ADS_1


" Maafkan saya pak, untuk beberapa hari ini saya memang sangat sibuk, tolong jangan pecat saya pak, besok saya akan bekerja maafkan saya pak" dengan nada yang kaku ia sangat terkejut tentu saja ia langsung bangun dari tidurnya, antara takut dan baru saja bangun membuat dirinya sempat bingung harus memulai aktifitas paginya


" Baik jika begitu, kami masih mempunyai rasa toleransi, tapi jika anda mengulanginya lagi, kami akan langsung memecat anda"


"Baik pak terimakasih pak"


Percakapan itu pun ditutup Jodi, dengan rasa lemas di badan nya, ia lalu sejenak duduk dan berfikir, dulu semenjak ia masih menikah dengan karmila, ia sangat rajin untuk bekerja, namun beda dengan saat ini rasa malas memenuhi pikiran nya, tak berapa lama ia pun lalu menepuk nepuk wajah nya


"Haduh berfikir apa kamu ini jod, sadarlah Karmila hanya masa lalu mu" Jodi yang berbicara sendiri pun dilihat oleh orang tuanya


" Hei Jodi bicara apa kamu ini, ini lihat Bella dari tadi menangis,ibu tidak bisa merawatnya jika dia rewel begini " ucap ibunya Jodi


" Bagaimana sih ibu, mengurus Bella saja tidak bisa, sini berikan kepada ku"


Bella yang sangat rewel pun tidak bisa berhenti untuk diam,ia selalu menangis ditangan ibunya Jodi, sesekali bisa Jodi menenangkan nya, mungkin karena Jodi masih mempunyai ikatan darah dengan nya oleh karena itu Bella sejenak diam.


"Oh itu tadi atasan ku menelfon, bicara tentang aku yang jarang masuk kerja Bu, ia bahkan akan memecat ku jika aku sering tidak masuk kerja" jawab Jodi dengan nada yang lemas


"Kamu ini kenapa bingung jod, Vanesa calon istri mu itu bos di perusahaan, kamu minta saja padanya untuk di berikan lowongan pekerjaan yang lebih tinggi jabatan nya di perusahan tempat ia bekerja"


"Ah ibu aku tidak mau lah, aku ingin bekerja dari nol, lagi pula aku dan Vanesa bekerja di perusahaan yang berbeda,tidak segampang itu untuk bermutasi kerja Bu"


" Ya sudah terserah kamu saja,ibu sudah menyarankan yang terbaik, kalau boleh tahu kamu dan Vanesa kenapa belum berkomunikasi hari ini?


"Aku sudah mengabari nya tapi seperti nya dia sedang sibuk Bu"


Jodi seakan lelaki yang tidak mempunyai perasaan yang kuat terhadap Vanesa, pasalnya Vanesa yang sedang bersama lelaki lain di sebuah kafe belum sempat mengabari Jodi hari itu, Karmila yang melihat dia dengan lelaki lain pun tidak ingin ikut campur, Sementara Karmila yang sedang di interview menjawab pertanyaan dengan lancar, mungkin Tuhan memberikan ia jalan yang mudah agar mendapat pekerjaan.selama menikah dengan Jodi Karmila belum pernah bekerja, ia pun nekat mengawali karirnya demi menghidupi ibu dan anak nya tanpa bantuan dari siapa pun

__ADS_1


" Selamat ya mbak karmila mulai besok anda bisa langsung bekerja bersama kami disini, bekerja dengan jujur dan rajin ya, semoga sukses" ucap personalia minimarket


"Alhamdulilah terimakasih ya pak, baik pak saya akan bekerja dengan giat di sini, saya juga akan berusaha bersosialisasi dengan baik dengan tim yang berada disini"


"Baik, anda boleh pulang sekarang, persiapkan diri anda besok"


Beribu ia ucap syukur karena telah di terima kerja di tempat itu, walaupun tidak memiliki gaji yang besar setidaknya ia bisa memberikan nafkah tersendiri untuk Bella


ia pulang dengan membawa kabar baik untuk ibu nya diterima kerja sudah pasti, tapi hati nya bercampur sedih dan senang karena ia membawa surat pindah alih hak asuh yang akan di berikan untuk Jodi, tapi apa boleh buat, demi bisa membawa Bella kembali ia rela dan ikhlas memberikan hak asuh nya kepada mantan suami nya yang kejam itu.


Sementara Vanesa yang sedang bersama lelaki lain masih asyik mengobrol dan berbincang di kafe, Vanesa yang membawa laptop sembari berbincang dengan lelaki lain, apakah itu teman kerja nya atau siapa?


Ternyata itu adalah partner kerja Vanesa sekaligus mantan pacar nya, ia bernama Andre lelaki yang tampan serta berwibawa, kedekatan nya dengan Vanesa saat itu hanya sebatas teman kerja, tapi setidaknya ia masih menyimpan rasa kepada Vanesa seorang General manager yang tentu sepadan dengan nya,


"Aku sebentar lagi akan menikah,kamu datang ya? ucap Vanesa terhadap Andre


"Menikah? dengan siapa? tanya Andre


"Dengan kekasih ku lah, bagaimana kamu ini pertanyaan yang tidak masuk akal"


"Oh ya baguslah selamat sudah menemukan jodoh, wah itu berarti tinggal aku yang belum menikah hehe" gurau Andre


"Semoga kamu menyusul ya, sepertinya cukup untuk hari ini pertemuan kita ya, pekerjaan kita sudah selesai, ini undangan nya jangan lupa datang"


"Ok baiklah" jawab Andre sambil tersenyum mengambil undangan nya


Ia sempat agak terkejut mendengar Vanesa akan menikah padahal ia berniat untuk mendekati Vanesa, Ia mempunyai rasa cinta yang besar dulu terhadap Vanesa, namun sekarang harapan itu telah tiada. Ada niatan jahat Andre terhadap pernikahan Vanesa dengan Jodi hal ini karena Andre belum rela vanesa menikah, namun apakah niatan jahat itu ?

__ADS_1


Lanjut episod berikutnya ya❤️


__ADS_2