
"Berani kamu ya menceraikan aku lebih dulu! "teriak Jodi dengan amarah yang tinggi
"Loh mengapa kamu marah? seharusnya bahagia lah bercerai, sebentar lagi kamu juga akan menikah dengan wanita ini" tunjuk jari Karmila menuju ke arah wajah Vanesa
" Kurang ajar! ucap Jodi
" Sudahlah mas, untuk saat ini tidak penting siapa yang menceraikan lebih dulu.karena itu semua tidak ada artinya, aku hanya ingin hidup ku tenang dan bahagia bersama anak ku.aku sudah tidak mau tersiksa batin karena kelakuan mu,jika aku terus bertahan untuk kita terus bersama itu artinya aku bodoh, bodoh karena terus bertahan dengan lelaki yang jahat seperti kamu yang sukanya mempermainkan hati perempuan " sahut Karmila dengan nada bicara yang tegas
Seketika Jodi diam dan hanya menatap mata Karmila dengan tajam, entah apa yang ada di pikiran nya justru kaget dengan apa yang dilakukan Karmila karena sudah menceraikan nya
" Maaf kalau selama ini aku ada salah dengan ibu dan kamu mas, aku pamit pergi"
Karmila pun pergi meninggalkan Jodi,Vanesa dan ibunya Jodi. dengan hati yang berlapang dada,ia seakan sudah ikhlas meninggalkan suami dan kenangan dirumah itu bersama suami nya...
"Ayo pak, kita lanjut jalan, maaf lama menunggu" ucap Karmila pada supir taxi
"Baik neng" jawab supir taxi
Setelah ditinggalkan Karmila, mereka bertiga nampak terdiam,hingga akhirnya ibunya Jodi mencairkan suasana
"Sudah sudah,tidak usah kalian pikirkan Karmila tadi, sekarang kita ayo istirahat saja ke dalam, ayo Vanesa Jodi"
Vanesa yang memasang raut wajah yang sedih, seakan memanfaatkan suasana
"Bu sepertinya mas Jodi masih belum bisa menerima jika harus bercerai dengan Karmila" ucap Vanesa dengan sandiwara di wajahnya
"Bukan begitu nes, aku tadi hanya kaget saja, karena dia sangat berani menceraikan aku. seharusnya aku dulu yang menceraikan nya" .. sahut Jodi menenangkan hati Vanesa
" Iya nes, sudah tenang saja Jodi tidak seperti itu kok,dia sudah tidak menyimpan rasa lagi dengan karmila,Betul kan jodi ? ucap ibunya Jodi
" Iya kamu tenang saja". sahut Jodi lagi
" Ya sudah aku percaya,aku harap kamu tidak ada perasaan lagi dengan mantan istrimu ya? .. ucap Vanesa dengan raut wajah sedih
Jodi yang mendengar hal itu, ia hanya menganggukkan kepala nya saja, Seakan masih ada rasa yang di sembunyikan, ia mencoba untuk tetap santai menghadapi apa yang terjadi...
" Sudah nes, ayo istirahat"
Ibunya Jodi tak ingin sekali vanesa memiliki pikiran yang buruk terhadap Jodi, ia terus merayu Vanesa untuk tetap tenang, yang dipikiran nya hanyalah pernikahan Jodi dan Vanesa terus berjalan dengan lancar.dengan begitu ia akan menjadi mertua dari seorang bos dari perusahaan, materi menjadi salah satu alasan mengapa Jodi dan ibunya terus tetap melanjutkan pernikahan tersebut, Jodi ingin mempunyai istri yang banyak uang dan berpangkat.
Mereka pun akhirnya beristirahat ..dan membahas tentang rancangan pernikahan keduanya...
Sementara Karmila Pulang kerumah dengan hati yang sudah ikhlas dengan apapun yang terjadi dalam rumah tangganya, baginya lebih baik berpisah dari pada terus merasa sakit hati yang begitu dalam
__ADS_1
"Assalamualaikum ibu,karmila pulang," ..seru Karmila
"Waalaikumsalam,eh ibu Bella sudah pulang, Bella udah kangen Lo bu di tinggal ibu terus sangat lama ibu perginya"... sahut ibunya Karmila sambil menggendong cucunya Bella
" Hehe maaf ya ibu tadi sudah mengurus semua masalah yang terjadi dengan kita nak, untuk saat ini ibu sudah ikhlas dengan semua yang terjadi, Bella dan ibu penyemangat aku" .. Karmila memeluk ibu dan anak nya dengan penuh hangat
" Syukurlah nak kalau kamu sudah ikhlas, mulai sekarang kita harus lebih semangat untuk masa depan kita, bangkit menjadi pribadi yang lebih baik ya karmila" .... sahut sang ibu
"Iya Bu, karmila akan mencari pekerjaan untuk menghidupi Bella,apapun pekerjaaan itu akan Karmila lakukan selagi itu halal.dan ibu dirumah saja, mengasuh bela, kebun ibu diurus orang saja tak apa bagi hasil. aku akan mencari uang untuk kalian " ..dengan mata yang berkaca kaca Karmila berucap dengan bersungguh sungguh ingin membahagiakan anak dan ibunya.
Usia yang masih muda, membuat Karmila masih bisa mencari kerja, walau bukan lulusan sarjana, ia akan mencari pekerjaan yang pas dengan lulusan yang ia miliki
"Ya sudah ini beri asi Bella dulu nampak nya dia sudah lapar sekali ini sepertinya"
" Iya Bu, "
dengan penuh tatap ibu dan anak itu memiliki ikatan batin yang kuat,
"Anak ibu sayang, cepat besar ya semoga menjadi anak yang Sholehah, kuat dan sukses masa depan mu nak.agar bisa membahagiakan ibu dan juga nenek ya nak" ..
Tetesan air mata Karmila jatuh ke pipi anak nya, sembari ia memberi ASI, Bella pun menatap mata ibunya dengan tersenyum ... anak kecil yang tidak tau apa apa tentang hubungan kedua orang tua nya, belum dewasa tapi sudah kehilangan ayah yang seharusnya menjadi penyemangat terbaik nya. mungkin nanti setelah dewasa ia akan mengerti mengapa ibu dan ayahnya berpisah.
hari berganti hari,hingga terdengar kabar bahwa mantan suami nya akan menikah dengan Vanesa,undangan pun terletak di teras rumah ibunya Karmila
"Undangan siapa ini? ucapnya
Karmila pun membaca undangan tersebut, terdapat nama Jodi dan Vanesa yang berbahagia, Sontak ia pun agak kaget dengan apa yang ia baca, karena belum lama bercerai dan surat kuning baru di dapat,ia heran jodi begitu terburu buru menikah dengan wanita lain.
" Dia akan menikah" ucap karmila
"Siapa yang akan menikah? sahut ibunya dari dalam rumah
"Biasa Bu,orang itu akan menikah" jawab Karmila dengan santai
" Siapa Karmila? tanya ibunya karmila
Ibunya Karmila pun membaca undangan tersebut,
"Ya allah memang sungguh terlalu ya mantan suami mu Karmila, baru saja bercerai langsung terburu buru menikah dengan wanita ini,dan juga mengundang kita juga"
sahut sang ibu dengan sewot
" Ya sudah biar saja Bu.Jika di undang ya kita Datang terserah dia saja. aku baru saja mengajukan lamaran pekerjaan,tak disangka dia mengajukan pernikahan memang tidak seimbang sekali ya Bu?Sepertinya niat sekali ingin menikah, haha"
__ADS_1
Karmila pun tertawa dengan ibunya.bukan sedih yang ia rasakan, tetapi bagi mereka itu lucu karena baru bercerai sudah menikah lagi. kebiasaan para lelaki tidak bisa sebentar saja menduda,Karmila kini tengah mempersiapkan dirinya untuk bekerja dia sebuah minimarket dengan pengalaman dan modal kerja hanya lulusan SMA, ia begitu yakin akan di terima bekerja di sana..
Saat ini ia hanya ingin bekerja dan fokus membahagiakan anak dan ibunya,Masalah jodoh baginya itu hanya bonus, karena baginya jika ada yang ingin menikahinya ia menginginkan pasangan yang setia, jujur serta bertanggung jawab terhadap dia dan anak nya.
Malam telah tiba, tiba waktunya ia menjalan kan shalat magrib ia pun shalat dengan khusuk, dalam doa nya ...
**Ya Allah, engkau telah memberikan aku jalan yang tebaik, maaf kan Hamba karena sudah menceraikan suami hamba ya Allah, hanya engkau yang tau bagaimana keluh kesah ku, maafkan semua dosa ku ya Allah, bantulah aku menjadi pribadi yang lebih baik lagi Aamiin**
Setelah shalat ia pun mendengar ponsel nya berdering, ia melihat ada nomor baru yang menelfon nya
"siapa ini ? ucap karmila
"hallo assalamualaikum "
*Waalaikumsalam, hallo ini dari perwakilan minimarket kami ingin menyampaikan bahwasannya kakak lolos seleksi penerimaan karyawan di minimarket kami, Senin bisa langsung interview untuk di Wawancara ya kak.
"Subhanallah,Iya terimakasih ya mas infonya, baik hari senin saya akan datang"
Setelah menerima telefon tersebut niat hati ingin menyampaikan kepada ibunya, tapi tak disangka ada tamu yang datang kerumah nya,ia pun langsung membuka pintu
"Mana Bella" tanya vanesa
Tak disangka yang datang itu adalah Vanesa,calon istri dari mantan suaminya
"Kamu? Mengapa kemari? .. jawab Karmila
"Aku disuruh mas Jodi untuk membawa Bella kerumah nya, mana Bella" jawab vanesa
"Enak sekali ya ingin mengambil anak orang tidak akan aku beri anak aku untuk kalian.Lebih baik sekarang kamu pulang aku sedang sibuk" sahut karmila dengan emosi
" Tidak bisa seperti itu,dia juga kan calon anak aku, mana sini bawa Bella kemari !
Dengan pertengkaran yang terjadi, Vanesa mendorong Karmila hingga terjatuh
" Apa apaan ini,? muncul ibunya Karmila
"Tidak ada apa apa, saya hanya ingin membawa Bella sudah itu saja," sahut vanesa
Vanesa yang membawa bodyguard pun mengambil Bella dari tangan ibunnya Kamila, dengan menyumpal dengan obat bius hingga akhirnya Karmila dan ibunya pingsan..
" Cepat kita pergi" perintah Vanesa kepada bodyguard nya
"Baik Bu".. jawab para bodyguard vanesa
__ADS_1