Bertukar Badan Dengan CEO

Bertukar Badan Dengan CEO
Bab 17


__ADS_3

Erwin mendorongku: “Kamu tenang sedikit.”


Aku memoncongkan mulutku: “Cium, cium.”


Sepertinya aku mendengar suara tawa dari Pak Argus.


Erwin medekatkan mulutnya ke telingaku, dengan menggertakan giginya: “Beri aku ketenangan, dan tetap jaga citra pribadiku.”


Telinganya menempel ke wajahku, rasanya dingin, aku tidak berpikir banyak, langsung mengigitnya.


Erwin mendesis, tubuhnya membeku, terus dia memelukku dan menciumku.


Dalam posisi tubuh yang memalukan ini, seorang direktur Erwin yang bermartabat di cium oleh seorang gadis dalam pelukannya!.


Dalam pikiranku hanya terpikir ini.


Setelah beberapa saat, Erwin mendorongku.


Perasaan panas dalam tubuhku sedikit mereda.


Aku menundukan kepalaku karena malu kepada Erwin.


Sampai di rumah, aku dan Erwin yang baru turun dari mobil, seketika mobil melaju pergi begitu cepat.


Erwin mendekatiku dengan aura ingin membunuh.


Oleh karena aku juga memiliki perasaan buruk juga, aku juga melangkah mendekatinya terus menariknya.


 Erwin berbalik, seketika mengerti: “Efek obatnya belum habis?”

__ADS_1


Aku mengangguk dengan wajah sedih.


Erwin dengan ragu berkata: “Kalau tidak, aku akan…”


“Tidak boleh!” dengan keadaan sadar, aku jelas menolak permintaan itu lagi, jadi aku segera berlari ke lantai atas.


Aku menuangkan sekolam air dingin, dan melompat ke dalamnya.


Erwin mengikutiku, menggertakkan giginya  dan menatap aku yang berendam sampai menutupi hidungku, dan akhirnya dia mengeluarkan kata: “Bodoh.”


Aku…tidak bisa membantahnya.


Erwin mengambil bangku kecil dan duduk disampingku, dan merapikan rambutnya yang berantakan, terus mulai menjelaskan kejadian siang ini.


Erwin bilang, Pak Kemmel setelah tahu kalau pernikahan kita bahagia, dan dengan inisatifnya mengatakan kalau kejadian kemaren adalah kesalahpahaman, lalu membawanya pergi untuk berdiskusi soal bisnis.


Lalu, dia dibawa ke hotel.


Jadi..


Melihat ekspresiku yang aneh, Erwin menampakan wajah emosi, dia bilang tentu saja dia tahu niat buruk Kemmel, tapi dia ingin menyingkirkannya sekali untuk selamanya.


Aku dengan nada kecewa berkata: “Oh”


Erwin bilang kalau Kemmel menuangkan alkohol yang dikasih obat untuknya minum, tapi dia menolak, karena dia menolak jadi membuat Kemmel marah dan ingin memaksanya minum.


Tapi dia tidak tahu kalau Winda yang ini bukanlah Winda yang dia kenal.


Aku tahu kalau Erwin bisa sedikit bela diri.

__ADS_1


“Kalau bukan karena tubuhmu yang lemah, aku bisa memukulnya ke tanah dengan tiga kali pukulan.” Di dalam penjelasannya, dia masih ingat menghina tubuhku.


Dia lanjut bicara, Kemmel masih saja tidak percaya dengan kekuatannya, menghadapinya untuk apa lagi dia berpura-pura menjadi seorang wanita, dia sendiri saja mungkin sudah di selingkuhi, suami sendiri kemungkinan sudah berada di ranjang perempuan lain.


Erwin segera menarik kembali perkataannya, namun dia telat.


Sebenarnya apa yang dia katakan, aku tidak bisa mendegarnya lagi.


Aku menatap mulutnya yang tidak berhenti bicara, membuat kepalaku berasa seperti ada dua orang yang berantem.


Orang yang satu berkata: Kamu sadarlah sedikit, ini badanmu sendiri!


Yang satu lagi berkata: Ayolah, jangan jadi pengecut, jangan peduliin dia, bahagia adalah yang paling penting.


Orang yang di depan di bunuh oleh yang di belakang.


Jadi aku mulai meraih lehernya Erwin, dan dengan kuat menariknya kedekatku.


Erwin duduk dengan tidak stabil hingga membuatnya terjatuh, aku segera menopangnya agar dia tidak jatuh, dan memarahinya sebentar, terus menciumnya.


(Menghentikan bicaranya yang membosankan)


Pada akhirnya, aku berbaring lagi di bak mandi sambil menatap langit-langit, dan mengulurkan tanganku untuk meminta rokok ke Erwin.


Tanganku di tampar olehnya begitu saja.


Aku tidak berani melihatnya.


Di hari kedua, sesuai yang diharapkan akhirnya aku pilek.

__ADS_1


Aku selalu menganggap serius penyakit pilek ini, tapi aku masih pergi bekerja seperti biasanya dengan tubuh seperti ini.


Karena Erwin ada rapat yang harus dihadiri, jadi dia ikut denganku.


__ADS_2