
Malam hari sepulangnya dari pertemuan membahas misinya, Suja gelisah bukan main memikirkan semua yang terjadi akibat ulahnya beberapa tahun yang lalu. Shiro yang sedang berbaring di sebelahnya menggunakan wujud kucing kecilnya yang imut tampak sangat bosan sekali melihat masternya berguling ke sana ke mari bahkan beberapa kali menindih ekornya membuatnya merasa sedikit nyeri, sementara Suja tetap saja memikirkan semuanya sesekali berguling-guling sampai membuat Shiro akhirnya tak tahan.
"Ja, lo kenapa sih? Udah dari pulang tadi lo kayak gini terus, ada masalah ya?".
Sungguh, Shiro sangat bingung dengan tingkah Suja yang tidak seperti biasanya. Selama empat tahun dia bersama dengan Suja dia selalu mendapatkan banyak pengalaman, tontonan, dan pelajaran entah dari tingkah laku Suja ataupun dari lingkungan dunia barunya saat sesekali keluar dari ruang dimensi.
Selama empat tahun itu dia banyak mempelajari hal-hal baru entah itu tentang dunia ini, mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan dari ribuan buku-buku yang diberikan oleh Suja setelah dia bisa membaca dan menulis bahasa Bumi bahkan dia juga berhasil menyelesaikan pendidikan strata satu program studi ilmu psikologi dalam waktu dua setengah tahun dari UGM mengikuti Suja yang saat itu tengah mengejar gelar Master dari beberapa program studi.
Setiap mereka melakukan olahraga fisik mjlai dari pemanasan sampai dengan berlatih kendo dan beladiri pencak silat mereka selalu melakukannya lebih lama bahkan mereka bisa melakukannya seharian di dalam ruang dimensi yang sekarang sudah seluas benua Asia dan Eropa yang disatukan, dia juga sedikit lebih besar lagi karena tubuhnya membesar akibat segala aktivitas fisik terutama saat dia juga menambahkan beban pemberat di tubuhnya yang sekarang sebesar 20000kg lebih ringan dari pemberat milik Suja yang sekarang sudah mencapai 100000kg akibat segala aktivitasnya dan penambahan beberapa puluh kg setiap selesai beradaptasi" dengan jumlah peningkatan sebesar 25-47 kalo setahun selama empat tahun ini.
"Uh gimana ini? Sekarang negara ini berada di tengah ancaman penyerangan dari negara lain! Kalo saja gue buang ntuh alutsista di Eropa atau Israel pasti sekarang Indonesia masih aman, gimana dong Shi?".
Ungkapan penuh kebingungan dan frustasi itu akhirnya membuat Shiro paham tapi tidak memberikan saran atau apapun karena sebetulnya dia sudah terlalu lelah memberikan peringatan dan meminta Suja menghentikan aksinya saat itu tapi selalu tidak ditanggapi, setelah terlalu sering tidak ditanggapi peringatan darinya akhirnya Shiro memilih berhenti memberikan peringatan dan sekarang akibatnya sudah bisa dirasakan oleh Suja karena tidak mau mendengarkan peringatan dari Shiro dulu.
"Kamu dulu kuperingatkan tidak mau, sekarang lihat sendirikan akibatnya? Makanya jadi orang janganlah terlalu jahil, cuman gara-gara mau melajarin ntuh pesawat masa harus nyuri pesawat negeri orang mana banyak lagi. Belum lagi itu manusia-manusia yang kamu bunuh, makanya lebih baik kita pergi ke dunia lamaku saja. Di sana kamu bebas mau ngapain, meskipun kultivasimu cuma setengah dari yang sekarang tapi itupun masih sangat kuat untuk kebanyakan manusia-manusia yang sekarang hidup di sana'".
__ADS_1
"Nggak mau ah, meskipun gue make teknik ruang dimensi buat pergi ke dunia lo resikonya sama dengan setelah gue menerobos ranah Reinkarnasi tapi masih belum menantang buat gue. Gue mau nyoba bagaimana ujian ranah Reinkarnasi itu, biar nanti kalo gue mau pindah dimensi lagi nggak perlu nerobos ke sana".
Bukan tanpa alasan mereka berkata seperti itu, itu semua karena Suja sebenarnya telah menguasai isi buku lusuh yang tanpa sengaja dia temukan di sebuah gang yang ada di Sichuan China saat menjalankan misi untuk belajar teknologi dulunya. Buku itu awalnya mereka kira hanyalah buku biasa, siapa yang tahu ternyata di dalam buku itu terdapat dua buah teknik tingkat tinggi yang menurut Shiro merupakan teknik yang berasal dari dunianya. Teknik-teknik itu antara lain teknik sisik naga yang merupakan teknik penguat tubuh dengan cara melapisi seluruh tubuh menggunakan qi yang akan berubah menjadi sekeras sisik naga membuat tubuh sulit untuk dilukai bahkan meskipun ditembus oleh peluru kaliber 12,7 atau kaliber di atasnya, lalu ada teknik ruang dimensi yang mana pemilik teknik ini bisa membuat ruang dimensi di sebuah cincin ataupun penyimpanan spatial bahkan dengan teknik ini apabila berhasil dikuasi tingkat akhirnya pemilik teknik ini dapat membuka ruang dimensi dan melakukan perjalanan dimensi dengan bayaran teknik ini akan mengambil setengah dari ranah kultivasi pemiliknya.
Selama beberapa bulan di ruang dimensinya Suja mempelajar teknik itu bersama dengan Shiro, setelah menguasai teknik sisik naga dalam lima bulan dia juga berhasil mengusai teknik dimensi dalam lima bulan. Selain kultivasinya yang sudah mencapai satu ranah di bawah ranah Reinkarnasi, ilmu alkemis yang sia miliki juga sudah mencapai tingkat akhir bahkan sekarang dia sudah tidak hanya mampu membuat pil-pil dari dunia kultivator tapi juga mampu membuat berbagai jenis potion dari dunia sihir jepang bahkan juga mampu meniru berbagai jenis logam-logam mulia dari emas, perak, adamantium, orichalchum, dll.
"Yah awalnya kan gue cuman iseng aja, mana pernah gue mikir bakal kayak gini kejadiannya".
"Yaudah gini aja deh, lo buat kloning dan semua pesawat dan helikopter sama kapal-kapal itu lo buang ke tempat mana aja. Ambil aja semua mesinnya dan komponennya biarkan badan pesawatnya aja yang lo balikin, sementara ntuh senjata semuanya lo ambil buat lo bawa ke dunia gue nantinya. gimana?".
"Hmm, kayaknya ide lo bagus juga. Kalo gitu gue mau buat kloning dulu".
Dengan lincah dan sedikit konsentrasi Suja membuat segel tangan yang cukup rumit lalu menggigit jadi telunjuk kanannya dan setetes darah keluar dari luka gigitan itu, ajaibnya darah yang seharusnya jatuh itu malah melayang kemudian terserap di udara tepat di mana Suja membuat segel dan beberapa detik kemudian sesosok kloning dari dirinya muncul di hadapan mereka.
"Hmm, apa perintahnya bos?" Tanya kloninnya.
__ADS_1
"Kamu pergi ke negara Israel, dan buang semua alutsista yang ada di cincin dimensi ini!" Perintahnya sembari memberikan cincin dimensi yang segera diambil oleh kloningnya.
"Siap, ada lagi?".
"Hmmm, setelah itu kamu pakai pakaian ini" satu set pakaian hitam diambil oleh kloningnya yang tengah kebingungan.
"Ini buat apa?".
"Kamu pakai pakaian itu saat membuang semua alutsista yang ada di dalam sana, jangan lupa untuk mengubah wajahmu agar rupa kita tidak diketahui oleh orang-orang yang mengincarku dari dulu. Jangan lupa kamu harus selalu berpindah dari satu negara ke negara lainnya setelah membuang semua alutsista itu. Mengerti!?".
"Oke, siap deh!".
Segera kloningnya menghilang menyisakan asap pudar yang transparan, melihat itu baik Suja maupun Shiro bisa bernafas lega karena mendapatkan pengalihan.
"Sekarang sebaiknya kamu siap-siap saja, bukannya nanti sore kita bakalan melacak orang itu?".
__ADS_1
"Yaudah, kamu juga masuk ke dimensiku sana! Aku mau nyiapin senjata dulu, bye Shiro!".
jangan lupa berikan komentar yang membangun, agar penulis ini bisa memperbaiki setiap kesalahan di chapter berikutnya.