
Rumah Sakit Internasional, Tokyo Jepang.
Di ruang VVIP Rumah Sakit Suja terbaring dengan berbagai peralatan medis yang menempel di tubuhnya, beberapa orang agen BIN dan petinggi KBRI tampak berada di sana menungguinya sadar dari koma yang dialaminya sejak dua hari lalu tepat saat dia terkena ledakan di hotel tempat penggrebekan dilakukan.
Sementara itu tanpa diketahui oleh orang lain sebenarnya rohnya berada di dalam ruang dimensi dan tengah memulihkan diri karena saat terkena hempasan ledakan tanpa sengaja rohnya keluar dan terluka meskipun tidak terlalu parah, Shiro dengan tenang berbaring di dekat roh Suja yang tengah bermeditasi di tengah kolam Kehidupan.
Satu hari di ruang dimensinya sama dengan satu bulan di dunia nyata, sementara dia sudah berada di dimensi miliknya selama satu bulan lebih dan selama itu juga dia hanya bermeditasi untuk memulihkan rohnya yang entah bagaimana ceritanya bisa terluka padahal dia sudah menembus ranah tertinggi kultivasi di bawah ranah reinkarnasi.
"Shiro, kenapa rohku bisa terluka karena ledakan itu?".
Shiro dalam wujud harimaunya menoleh dan melihat tuannya sudah membuka mata.
"Sebenarnya roh kamu masihlah roh manusia fana, itu terjadi karena meskipun kamu sudah berhasil menembus ranah tertinggi kultivasi tapi saat kamu menerobos ke ranah Dewa kamu tidak mendapatkan ujian petir Surgawi jadi meskipun kamu sudah mampu melawan musuh yang memiliki tingkatan kultivasi yang setara atau di bawahmu kamu tetap akan terluka walaupun kamu dalam bentuk roh. Itu juga yang menjadi penghalangmu untuk menerobos ke ranah Reinkarnasi, kalau kamu ingin menerobos ke ranah Reinkarnasi kamu harus menerima ujian dari petir Surgawi yang akan menentukan apakah kamu layak menerobos ke ranah Reinkarnasi. Tapi meskipun begitu, kamu tetaplah manusia dengan kultivasi ranah Ilahi yang mampu menggunakan semua kekuatanmu dengan maksimal bahkan saat kamu berhasil menguasai hukum Ruang dan Waktu beberapa tahun lalu kamu sudah bisa melakukan perjalanan antar Ruang maupun Dimensi. Jadi lebih baik kamu ikuti saja saranku, kumpulkan semua hal yang kamu mau bawa dan ayo kita berkeliling dunia Kultivator".
"Bilang saja kamu sudah bosan di dunia modern ini!" Ujar Suja sedikit Sinis.
Shiro yang mendengar ucapan Suja hanya terkekeh dalam wujud aslinya membuatnya sedikit aneh karena seekor Harimau Putih tertawa kecil sementara yang terdengar adalah geraman ringan putus-putus dan jangan lupakan mulutnya yang melebar lucu membuatnya terlihat seperti kucing besar yang tengah mengorok. Suja yang melihat tingkah Shiro tertawa kecil sebelum bangkit dan keluar dari kolam Air Kehidupan, setelah memeriksa kondisi rohnya dia kemudian keluar dari ruang dimensinya dan kembali memasuki raganya yang masih terbaring dengan berbagai alat medis yang terpasang dan di jaga dua orang petugas KBRI di depan pintu kamarnya.
Roh Suja yang sudah memasuki raga miliknya kembali kemudian membuka mata dan menggerakkan tangan kanannya perlahan untuk menekan tombol yang ada di atas kepalanya, setelah itu dia tetap berbaring menyesuaikan diri dengan keadaan tubuhnya yang terasa kaku karena dua hari terbaring di ranjang rumah sakit.
Beberapa saat kemudian beberapa orang dokter dan suster memasuki ruangannya diikuti dua orang petugas KBRI yang tadinya berjaga di luar, saat melihat Suja sudah sadar kedua petugas itu melaporkan kepada KBRI sedangkan para dokter memeriksa keadaannya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
5##########################################0
.
.
.
.
.
.
.
Selama dua hari itu juga Suja kembali melakukan aktifitasnya, yah meskipun hanya membaca buku dan juga laporan perkembangan dari operasi penyelidikan target yang mereka cari dan juga beberapa kabar yang menyebutkan tim dari 20 negara yang juga mencari pelaku insiden Lost Assets tewas saat berhadapan dengan pelaku yang ternyata sengaja menampakkan dirinya di Kyoto kemarin.
Selain itu, pemberitaan dunia juga telah menyiarkan siapa pelaku sebenarnya dari insiden Lost Assets dan tentu saja dengan seenaknya saja Amerika menganggap bahwa Indonesia adalah dalang utama dibalik terjadinya peristiwa itu karena ketakutan akan kekuatan Amerika dan negara lainnya bahkan menganggap Indonesia telah melakukan kejahatan besar dengan melakukan penelitian tidak manusiawi dalam bidang yang tidak pernah mereka duga yaitu bidang sihir.
Dua jam setelah pernyataan sepihak Amerika, pihak Istana Negara di jakarta melakukan konferensi pers untuk membantah pernyataan pihak Amerika dan mengatakan bahwa pihak Amerika telah melakukan tuduhan tak berdasar. Setelah konferensi Pers berakhir beberapa jam kemudian datang permintaan dari pihak PBB agar diijinkan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap Angkatan Perang Indonesia baik itu TNI/Polri, Menwa, beberapa organisasi semi-militer Indonesia, bahkan sekolah-sekolah semi-militer juga akan diperiksa.
Presiden RI di dampingi Panglima TNI menolak permintaan tersebut karena merasa itu hanyalah alasan yang dibuat oleh pihak PBB agar bisa mengambil semua informasi rahasia TNI bahkan informasi rahasia milik negara termasuk dengan data-data penelitian strategis militer, sikap Presiden Indonesia tersebut semakin membuat Amerika merasa di atas angin dan semakin menebarkan berbagai kabar miring tentang Indonesia bahkan memerintahkan semua warganya yang berada di Indonesia untuk keluar dari sana dalam jangka waktu 7x24 jam.
Perekonomiam Indonesia tiba-tiba mengalami kemerosotan tajam karena bukan hanya Amerika yang meminta warganya untuk meninggalkan Indonesia tapi juga pihak Jerman, Italia, China, Swiss, dan hampir semua negara kecuali Jepang, Turki, dan Rusia yang tetap diam dan mendung Indonesia namun akibat hal itu sektor Pariwisata dan Perdagangan Indonesia terutama dalam Ekspor dan Impor barang apalagi sistem persenjataan belum lagi sikap Amerika yang mengembargo semua peralatan perang Indonesia bahkan belasan pesawat tempur F-16V yang sudah siap antar dan sudah lunas dibatalkan pengantarannya mengakibatkan Indonesia mengalami kerugian Milyaran dolar karena selain Alutsista sudah dibayar lunas tapi tidak dapat diambil belum lagi setiap warga Indonesia terutama pelajar dan mahasiswa asal Indonesia yang belajar di berbagai negara tidak diijinkan untuk keluar dari negara tempat mereka menuntut ilmu bahkan mereka ditahan dan dijadikan pekerja paksa.
Pemerintah Rusia dan Turki mengambil sikap berbeda dengan memberikan banyak bantuan dana dan persenjataan dengan total Milyaran dolar apalagi Rusia mengirimkan salah satu Armada Kapal Induk mereka ke perairan Indonesia untuk membantu Indonesia bila Amerika melakukan serangan militer ke sana, Turki selain mengirimkan dana berupa uang tunai mereka juga mengirimkan beberapa ratus prajurit mereka untuk ikut menjaga Indonesia, sedangkan Jepang tidak bisa mengambil sikap untuk mendukung Indonesia karena hubungan politik dan berbagai bidang lainnya dengan Amerika dan Inggris serta negara Eropa lainnya akhirnya memilih mengambil sikap Netral namun diam-diam mereka menyusupkan beberapa ratus prajurit mereka ke negara Indonesia dan jiga mengirimkan data-data kekuatan militer Amerika di sekitaran Samudra Pasifik terutama pangkalan mereka yang berada di Jepang, Australia, dan Pearl Harbour melalui beberapa pihak.
__ADS_1
"Hah, sepertinya memang aku harus secepatnya pergi ke dunia lain. Tapi sebelum itu aku harus melenyapkan sebagian kekuatan militer negara-negara itu dulu, hmmm sebaiknya kumulai dari Israel dan Singapura saja yaaa. Tapi pertama-tama sepertinya harus pangkalan mereka yang berada di Okinawa dulu deh, selain lebih dekat pangkalan ini yang di Okinawa juga memiliki jumlah prajurit ketiga terbanyak selain Pearl harbour dan Australia. Oke, sebaiknya kumulai dari pangkalan mereka yang berada di Okinawa dulu, tunggu saja Amerika akan kuhancurkan banyak pangkalan kalian!".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa untuk kasih like, vote, dan komentar yang membangun. Kalau bisa berikan juga tip yaaa heheheheeee..........