Berubahnya Kehidupanku.

Berubahnya Kehidupanku.
Dua Puluh.


__ADS_3

BRAK!


Suara dobrakan terdengar keras di dalam ruang Pusat Komando Pangkalan yang mengejutkan semua personel yang berada di sana, Jenderal yang memimpin di sana juga tidak kalah terkejut apalagi menyaksikan bagaimana pintu besi yang mengisolasi Pusat Komando dengan mereka yang berada di luar bisa dihancurkan dengan mudah hanya oleh seorang pemuda saja yang dengan santainya berjalan memasuki Pusat Komando bersama dengan seekor Harimau Putih yang setia berjalan di sampingnya.


"Hello General!" Sapanya pada sang Jenderal yang masih berdiri diam di tempatnya.


"Who are you?! Who sent you to attack this Base?!" Tanya si Jenderal sembari diam-diam memberikan isyarat agar semua personel mengambil senjata mereka.


Suja hanya berdiri diam dengan senyum kecil melihat apa yang direncanakan oleh Jenderal di hadapannya, dengan santai dia menembaki beberapa prajurit Marinir yang bersembunyi di balik tembok ruangan yang ada di dalam Pusat Komando.


"Kamu tidak perlu tau siapa saya, yang perlu kamu tau hanyalah serangan ini hanyalah serangan pembuka karena kalian telah berani menekan negara saya. Ini adalah akibat yang harus kalian tanggung atas apa yang telah kalian tanam sendiri, sampai jumpa Jenderal!".


DOR DOR DOR DOR DOR!!!!!!!


Suasana mencekam menyelimuti Pusat Komando Pangkalan saat Suja telah membantai semua prajurit dan personel komunikasi yang ada di sana, setelah membantai semua personel Suja mendekati komputer utama Pusat Komando lalu menyalin semua data-data rahasia militer yang ada di sana dan mempostingnya di berbagai sosial media bahkan mengirimkan semua file yang sama ke berbagai perusahaan media yang ada di seluruh dunia sebelum meninggalkan Pusat Komando.


Meskipun di seluruh Pangkalan itu terdapat ratusan CCTV yang memantau seluruh sudut Pangkalan dan beberapa CCTV yang memiliki senapan otomatis merekam bagaimana mereka membantai para penghuni pangkalan itu tidak membuat Suja takut karena selain dia tidak menggunakan wajah aslinya, dia juga sudah memodifikasi semua rekaman video itu sehingga orang-orang yang menyerang Pangkalan itu adalah orang-orang dari Amerika dan China saat direkam oleh semua CCTV yang ada di sana.


Sembari melangkah keluar dari Pusat Komando Suja juga sesekali memeriksa kembali ruangan-ruangan yang ada di dalam Pusat Komando memastikan tidak ada lagi personel maupun prajurit Amerika yang tersisa, saat memeriksa setiap ruangan dia juga sesekali akan memasukkan beberapa barang yang menarik perhatiannya ke dalam ruang dimensi bersama dengan beberapa wanita-wanita baik itu personel maupun prajurit Amerika.

__ADS_1


Sebenarnya selama melakukan pembantaian di dalam Pangkalan itu tidak semua personel maupun prajurit yang dia bunuh, memang semua personel maupun prajurit lelaki telah dia pastikan untuk dibantai di Pangkalan ini tapi dia juga menyisakan beberapa personel maupun prajurit wanita yang menurutnya cantik, seksi, maupun yang menarik di matanya untuk dikirim ke dalam ruang dimensinya sebagai alat pemuas nafsunya di sana sekaligus untuk merawat berbagai senjata-senjata maupun semua kendaraan dan alat-alat modern lainnya meskipun itu tidak terlalu diperlukan, sementara untuk personel maupun prajurit wanita yang dia anggap sudah tua dan yang tidak menarik serta tidak memiliki tubuh yang bisa membangkitkan hasratnya tidak dia biarkan hidup dan kebanyakan dibunuh dalam kondisi tengah berhubungan **** dengan prajurit pria lainnya sebelum mereka ditembak menggunakan senapan serbu maupun senapan penembak jitu semi-otomatis khusus untuk prajurit yang berperan sebaik seorang Marksman dalam setiap Grup, Tim, Peleton, maupun Kompi, dan Batalyon.


Bisa dibilang nyawa yang sudah dia lenyapkan dari Pangkalan Amerika yang berada di Okinawa hari itu menyentuh angka 5 ribu pasukan mengingat besarnya pasukan Marinir dan Angkatan Darat Amerika yang ditempatkan di Pangkalan itu, sementara para prajurit maupun personel wanita yang dia kirim untuk dijadikannya sebagai pemuas nafsu setidaknya sebanyak tiga ratus lebih dan semuanya telah dia masukkan ke dalam ruang dimensinya.


Sebelum meninggalkan Pangkalan itu Suja memeriksa satu-persatu bangunan-bangunan yang ada memastikan tidak ada yang masih hidup dan bersembunyi selain itu dia juga merampas beberapa barang lainnya yang masih tersisa seperti senapan serbu, pistol, maupun kendaraan yang belum sempat dia ambil.


Setelah puas memeriksa dan setelah semua bangunan telah diperiksanya kembali termasuk Landasan Udara yang digunakan untuk menampung pesawat-pesawat telah diperiksa, Suja melangkah dengan pelan sembari bersiul pelan meninggalkan Pangkalan itu seorang diri sementara Shiro sudah kembali masuk ke dalam ruang dimensi beberapa saat setelah mereka keluar dari bangunan Pusat Komando.


.


.


.


.


Kabar hancurnya Pangkalan mereka dengan ribuan mayat yang bertebaran dan ratusan personel wanita yang menghilang belum lagi banyak Alutsista milik mereka menghilang membuat Amerika mengirimkan beberapa tim penyidik untuk mencari tau siapa yang telah menyerang Pangkalan milik mereka dan juga alasan kenapa saat penyerangan terjadi tidak ada satupun kabar maupun permintaan bantuan yang datang dari Pangkalan itu baik yang ditujukan untuk markas pusat mereka di Amerika maupun permintaan bantuan yang ditujukan kepada pemerintah dan militer Jepang semakin membuat petinggi-petinggi militer dan petinggi negara di Amerika kebingungan dan mulai mengaitkan ini dengan pelaku insiden Lost Assets termasuk dengan bagaimana Indonesia memiliki senjata pertahanan rahasia yang sangat kuat membuat Amerika semakin menekan dan menyudutkan negara Indonesia dan mengatakan pada media bahwa Indonesialah pelaku utama di balik penyerangan yang terjadi di Pangkalan milik mereka yang berada di Okinawa Jepang.


Ratusan kilometer dari Okinawa, tepatnya di suatu tempat yang cukup ramai Suja tengah menikmati makanan tradisional Jepang berupa Sushi, Ramen, Takoyaki, maupun beberapa guci Sake kualitas super juga mendengar pernyataan Amerika melalui siaran televisi media internasional apalagi bagaimana pihak Amerika semaik menekan dan menyudutkan apalagi menuduh Indonesia adalah dalang dan pengirim para pelaku yang menyerang Pangkalan mereka di Okinawa belum lagi dengan tuduhan telah menyembunyikan sebuah senjata pertahanan luarbiasa yang seharusmya diberikan untuk dimiliki oleh Amerika dan sekutunya sendiri.

__ADS_1


Suja memakan hidangannya sembari mengepalkan tangannya saat menonton siaran berita internasional itu dan mendengar bagaimana Amerika dan para sekutunya semakin arogan menganggap mereka adalah pemimpin dunia serta polisi dunia yang berhak mencampuri urusan internal negara manapun yang mereka inginkan sesuka hatinya padahal mereka baru saja kehilangan aset penting berupa Pangkalan militer luar negeri, ribuan personel komunikasi maupun prajurit baik dari Marinir dan Angkatan darat serta Angkatan Udara yang ditempatkan di sana, apalagi dengan ratusan persenjataan mereka yang juga menghilang. Tapi hal itu sepertinya tidak atau membuat Amerika merasa terganggu dan malahan semaik berbuat sesukanya.


Suja tampak menyusun rencana dan mempertimbangman Pangkalan mana saja yang akan dia serang berikutnya, setelah menyelesaikan makannya Suja meninggalkan tempat makan itu dan mempersiapkan dirinya untuk menyerang Pangkalan-Pangkalan militer Amerika yang lainnya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2