
CIA Base, New York City USA.
.
.
.
.
Saat ini Suja dan Shiro tengah bersama dengan beberapa agen BIN lainnya berada di sebuah gedung di mana digunakan sebagai markas sementara oleh CIA dalam misi mencari pelaku pencurian dalam insiden Lost Assets yang menggemparkan dunia, selain agen dari BIN hadir pula agen dari MI6, MI5, Mossad, dan juga agen-agen intelijen dari berbagai negara.
Dari semua agen intel yang dikirim oleh negara-negara yang kehilangan banyak aset pertahanan mereka, hanya agen dari Russia, Turki, dan Jepang saja yang tampak berbincang santai dengan para agen BIN karena sebelumnya meskipun negara mereka mengirimkan armada tempur ke perbatasan Indonesia tapi armada tersebut tidaklah ikut dalam serangan peluru kendali yang dilancarkan banyak negara lainnya jadi mereka masih bisa berbincang santai dan berbagi informasi yang mereka miliki.
"Good Afternoon gentleman! Please sit down, we will start the meeting's".
Interupsi dari seorang petinggi CIA menghentikan kegiatan agen-agen gabungan berbagai negara itu, semua agen yang hadir di sana menduduki kursi mereka masing-masing dengan bendera negara masing-masing yang menandakan bahwa mereka adalah perwakilan dari berbagai negara karena ada lebih dari 25 negara yang mengirimkan perwakilan mereka.
Suja dan semua agen lainnya mengambil sebuah alat penerjemah bahasa berbentuk earphone yang dibagikan beberapa petugas CIA, setelah semua perwakilan mengenakan alat itu rapatpun dimulai.
Dalam rapat itu semua perwakilan negara lain kecuali tiga negara yaitu agen dari Russia, Turki, dan Jepang menatap dingin kepada agen-agen BIN seolah mereka hanyalah hama yang tidak seharusnya berada di dekat mereka. Suja yang ditunjuk oleh Presiden sebagai pemimpin perwakilan Indonesia hanya bisa menghela nafas panjang sembari memberikan kode kepada teman-temannya untuk tetap tenang, semua anggota BIN yang melihat itu hanya bisa tersenyum pahit dan memilih diam selama rapat berlangsung.
Dalam rapat itu mereka saling berbagi informasi dan juga mengatur strategi untuk menelusuri jejak si 'pencuri' dan menangkapnya, selama rapat berlangsung hanya Sujalah yang memberikan suara karena teman-temannya memilih untuk diam dan memperhatikan setelah melihat respon para agen negara lain.
Perdebatan alot terjadi antara para perwakilan dengan Suja yang bersikeras akan memimpin sendiri timnya ke Israel dengan pengawalan prajurit atau pejuang Palestina saat mendengar semua anggota timnya akan dipecah dan dimasukkan ke beberapa tim dari perwakilan negara Jerman, dan Belanda karena dia melihat menggunakan Divine Sense dan menangkap rencana terselubung di mana perwakilan kedua negara itu akan menjebak dan membunuh anggotanya dengan bantuan pihak militer NATO.
__ADS_1
Perdebatan semakin alot dan membuat suasana semakin panas saat petinggi CIA menyinggung bagaimana rudal-rudal yang ditembakkan malah berbalik dan menyerang armada tempur mereka sendiri dan menyalahkan Indonesia dengan mengatakan Angkatan Laut Indonesia menggunakan sihir untuk membalikkan serangan mereka, tentu saja hal itu membuat Suja tersinggung karena sudah terbukti secara nyata bahwa Armada Angkatan Laut Indonesialah yang diserang tanpa peringatan dan mengenai bagaimana semua rudal itu berbalik menyerang armada asalnya tidak dijawab oleh Suja karena memang bukan Angkatan Laut Indonesia yang melakukannya.
Satu jam kemudian agen-agen intelijen perwakilan dari Indonesia keluar dengan wajah kusut dan sebagian tampak geram dan sebagian lagi tampak memerah menahan emosi mereka, sejak rapat dimulai mereka tidak pernah buka suara kecuali komandan tim mereka Lettu. ( Inf ) Suja yang berdebat alot bahkan beberapa kali sempat hampir terjadi kontak senjata. Bukan tanpa alasan mereka semua seperti itu, selama perdebatan yang terjadi saat rapat berlangsung beberapa orang dari tim Amerika, Jerman, Australia, dan China terus-terusan menekan mereka bahkan mereka dituduh melakukan penelitian tidak manusia untuk mencari sebuah kekuatan militer yang luarbiasa.
Selain tuduhan melakukan penelitian tidak manusiawi, pihak agen BIN juga dilarang untuk berpartisipasi dalam mencari Pencuri yang tengah mereka cari bahkan mengancam mereka jika mereka ketahuan melakukan penyelidikan terhadap pelaku insiden Lost Assets maka semua agen BIN yang melakukannya akan dieksekusi secara langsung.
Suja tentu saja menolak hal itu, jika mereka tidak dibiarkan ikut berpartisipasi dalam penyelidikan gabungan itu maka jangan pernah menginterupsi mereka dalam melakukan penyelidikan mandiri tapi protes yang dilakukannya tidak diindahkan bahkan mereka ditodong dengan senjata dan mengusir mereka keluar dari sana.
Beberapa saat setelah tim intel dari BIN keluar dari sana, tiga tim dari tiga negara berbeda yaitu Russia, Jepang, dan Turki terlihat ikut keluar dari sana meskipun rapat belumlah selesai. Semua anggota tim dari ketiga negara itu mendekati para perwakilan BIN, semua anggota BIN yang melihat mereka di dekati tiga tim negara lainnya terlihat kebingungan.
"Hai Guys, where we go now?" Tanya seorang anggota dari tim Jepang.
"Hah? what do you mean?".
"Oh come on, we do not like the attitude of the bastards in there. Better we go fun, to the problem of an investigation into what if we are working closely do it. All right?".
Suja tersenyum dan menyambut uluran tangan si ketua tim intel Jepang dan bergantian berjabat tangan dengan ketua dua tim lainnya, setelah itu mereka bersama-sama melangkah keluar meninggalkan gedung itu menuju tempat hiburan untuk mendinginkan kepala mereka.
KRING!!!
Suara deringan itu mengalihkan perhatian Suja yang tadinya ingin memasuki mobil, dengan sedikit enggan dia mengambil Smartphone miliknya dan melihat bahwa dia mendapatkan pesan video yang terenskripsi. Dengan pemindaian sidik jari dia membuka video itu dan menontonnya, awalnya dia menonton dengan enggan tapi saat video tersebut menampilkan sesosok wajah yang mengenakan pakaian serba hitam itu terlihat ekspresi Suja sangat terkejut dan kemudian tampak berseri-seri sementara semua orang yang melihatnya kebingungan dengan apa yang mereka lihat.
"What happen to you Kamerad? why do you seem happy like that?" Tanya pemimpin tim Russia.
"No, nothing! I'm just happy because the person we're looking for turns out to reveal itself!" Ujarnya sambil tersenyum sementara orang-orang yang ada di dekatnya terkejut.
__ADS_1
"What?! Where is the man?!" Tanya komandan tim Turki.
"He is now located in Shibuya, Tokyo!".
"We have to go to Tokyo right now!" Seru komandan tim intel Jepang diangguki semua orang yang ada di sana.
Dengan segera empat tim intelijen berbeda negara itu memacu kendaraan mereka menuju ke bandara untuk menaiki pesawat pribadi milik Suja yang akan mereka gunakan menuju ke Tokyo, keempat ketua tim intel juga masing-masing memberikan kabar ke markas masing-masing terutama pemimpin intel Jepang yang segera meminta agar bandara, Stasiun, Pelabuhan, Terminal yang ada di Tokyo untuk diawasi dengan ketat karena target mereka ternyata menampakkan diri di sana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Hai para pembaca semua, jangan lupa berikan like dan vote, juga komentar yang membangun yaa agar penulis bisa memperbaiki setiap kesalahan yang ada di novel ini.