
Four Years Later...........................
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Suja Andy, dengan IPK 4.0 Mendapatkan predikat Summa Cumlaude dari jurusan Sosiologi. Selamat kepada saudara Suja!".
Sudah empat tahun berlalu sejak hari pertama Suja mendapatkan gelang dimensinya dan sekarang dia tengah Wisuda S2nya di UGM dengan waktu tempuh 2 tahun pas, dengan kebanggaan dan kebahagiaan dia berjalan menuju panggung penyerahan ijazah dengan tepuk tangan riuh dari wisudawan yang lainnya.
"Shiro, aku ada hal penting yang harus kita bicarakan!".
Shiro kebingungan dengan perkataan itu, saat ini mereka sedang berada di dalam rumah Suja yang dibelinya menggunakan uang hasil penukaran koin emas dan hasil dari gaji yang diterimanya saat menjadi seorang agen mata-mata negara.
"Ada apa Suja?".
"Apakah ada kemungkinan dunia tempat asalmu terhubung dengan dunia modern ini, baik secara langsung maupun tidak?".
"Hah?".
Shiro tidak paham dengan pertanyaan itu membuat kepalanya sedikit sulit mencerna, setelah memahami itu dia mulai berpikir dan akhirnya menemukan beberapa kesimpulan.
"Memangnya apa yang terjadi sampai ente bertanya tentang itu?".
Karena sudah bertahun-tahun menjadi binatang kontrak Suja, Shiro belajar beberapa bahasa modern bahkan bahasa asing juga banyak yang dia kuasai seperti bahasa Inggris, Jepang, Korea, Thai, dll.
"Aku menemukan sesuatu yang mungkin sulit dipercaya, bahkan semua orang yang melihat hal ini banyak yang memperdebatkannya. Tapi ada satu orang yang sepertinya berasal dari dunia itu, apalagi melihat apa yang dia komentarkan meskun dia menggunakan pesan pribadi".
"Dan apa itu?".
"Lihat ini!".
Suja meletakkan laptop miliknya yang tengah menampilkan suatu konten video dari platform Youtube dengan nama akun Dua Jiwa yang berisikan adegan pertempuran dua orang laki-laki dan disekitar mereka banyak sekali remaja yang mengenakan seragam yang sama dan beberapa menggunakan jubah khusus berlogokan Naga yang tengah mengaum, di video itu terlihat dua orang yang tengah bertarung itu mengeluarkan berbagai element dan bahkan mampu mengontrol angin dan air bahkan salah satunya juga mengeluarkan api dari tangannya.
Shiro yang melihat itu membulatkan matanya tidak percaya, bahkan dia memundurkan dan memajukan durasi video itu beberapa kali sampai akhirnya video itu berakhir.
"Itu duniaku dulu, suatu keajaiban melihatnya lagi!".
Sungguh Shiro tengah merasakan kegembiraan luarbiasa karena akhirnya bisa melihat dunianya lagi walaupun hanya dalam bentuk video, tapi dia juga tengah bingung dan penasaran bagaimana bisa dua dunia berbeda dimensi bisa terhubung seperti itu.
"Kamu tau di mana background video ini?".
"Hmm sebentar!" Shiro dengan konsentrasi penuh berusaha mengingat di mana tempat video itu dibuat sampai akhirnya wajahnya cerah karena berhasil mengingatnya.
"Jadi di mana?" Suja sangat penasaran sekali.
"Itu di arena pertarungan Qinglong Akademi yang berada di daratan Jiangnan, sepertinya kedua gadis remaja ini merupakan murid elite di sana dilihat dari jubah yang mereka kenakan itu".
"Daratan Jiangnan? Maksudmu daratan kedua terbawah itu?".
"Benar, kamu pernah kuceritakan tentang duniaku dulu kan. Nah Qinglong Akademi ini merupakan salah satu dari empat Akademi terkenal dan terbaik di daratan Jiangnan, semua muridnya memang diberikan pembedaan dalam hal perlakuan yang mereka dapatkan tapi jika bisa menjadi murid dalam bahkan murid elite dari salah satu di antara keempat Akademi ini maka banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan! Jika suatu saat nanti kamu berhasil mencapai ranah Reinkarnasi dan memilih melakukan perjalanan dimensi maka pilihlah daratan Jiangnan sebagai tujuanmu! Karena dengan berada di sana meskipun kultivasimu berkurang setengahnya kamu akan tetap dihormati karena di sana untuk menaikkan tingkat kultivasi bahkan menerobos ranah selanjutnya sangatlah sulit dan membutuhkan waktu setidaknya 5 tahun untuk menerobos ranah selanjutnya!".
Shiro dengan antusias menceritakan hal itu, Suja yang mendengarnya tak kalah antusias dan berjanji untuk menuju ke sana suatu saat nanti saat dia sudah merasa waktunya untuk menuju ke sana.
Ting ting ting!!!!!!!
Suara dari sebuah perangkat khusus yang ada di sana mengalihkan perhatian mereka, Suja yang melihat dari mana suara itu berasal langsung berwajah serius.
"Di sini Elang! Ganti!".
"Elang! segera melakukan pembersihan area kotoran! waktu maksimal 36 jam!" Baik Suja maupun Shiro yang mendengar itu segera serius dan menyiapkan diri mereka.
Setelah siap mereka berteleportasi menggunakan ilmu khusus yang dipelajari Suja ke dekat sebuah gedung yang aslinya merupakan sebuah fasilitas militer rahasia milik negara.
Memasuki gedung dia disambut pemandangan kesibukan para personel intelijen yang semuanya berwajah serius dan menyeramkan, hanya beberapa orang yang masih bisa santai di sana.
Naik ke lantai tiga, suasana lebih mencekam lagi bahkan bernafas saja rasanya sangat menyulitkan.
__ADS_1
Di dalam sebuah ruangan yang merupakan tujuannya yang bisa terlihat lewat kaca transparan kedap suara dan anti peluru, di dalam sana sudah menunggu beberapa orang berpangkat tinggi dari instansi Pertahanan dan Keamanan Negara.
"Selamat malam, maaf terlambat".
Semua orang yang duduk di sana menoleh dan memberikan kode untuk duduk di tempat yang tersedia, Suja segera menurut dan duduk di kursi yang bersebelahan dengan seorang agen intelijen yang juga merupakan rekannya dalam beberapa misi dulu.
"Lettu Suja, saya akan memberikanmu misi baru!".
Seorang pria sekitaran 45 tahunan dengan pangkat seorang Jenderal Bintang Dua Angkatan Darat selaku komandannya berbicara dan segera atensi seluruh orang-orang yang ada di sana mendengarkan dengan serius.
"Siap Ndan!".
"Bagus! Sekarang mari kita bahas misinya!".
"Silahkan Letjend Hadi selaku KaBAIS TNI untuk menjelaskan!".
Seorang pria berpangkat Letjend dari Marinir AL berdiri dan menyentuh beberapa panel di layar holografik tiga dimensi yang diciptakan oleh Suja tiga tahun lalu, setelah menandai beberapa titik dengan tanda merah, kuning, hijau, dan biru pria itu mulai berbicara.
"Baiklah, sebelum itu saya hendak bertanya. Semua tentunya masih ingat dengan peristiwa Lost Assets defence country bukan?".
Semua hadirin mengangguk mengiyakan, lain dengan Suja yang tengah berkomunikasi dengan Shiro.
"*Sepertinya kelakuanmu dulu masih diselidiki Ja".
"Hah biarkan sajalah Shiro, mau dicari kemanapun mereka mana mungkin nemuin pelakunya heheheheeee".
"Ya iyalah! Orang kamu aja masih santai sekarang!".
"Nah itu tau, yasudah aku mau konsentrasi dengar misi dulu*".
"Peristiwa Lost Assets Itu telah diselidiki dari dulu sampai sekarang namun masih belum menemukan titik terang, Negara-Negara yang kehilangan aset pertahanan mereka seperti Amerika, Rusia, China, Israel, negara di benua Eropa, bahkan belasan negara di benua Asia telah melakukan aliansi untuk menyelidiki bagaimana pelaku utama peristiwa itu mencuri banyak aset bernilai entah berapa ribu kuintilliun dolar yang bahkan tidak bisa kita bayangkan berapa ribu ton emas itu semua. Sekarang sepertinya kita memiliki titik terang atas peristowa itu tapi juga mendapatkan masalah".
Hadirin di sana tampak sedikit tertarik dengan ucapan si Letjend.
"Apa maksudmu Jenderal Hadi?" Tanya seseorang dari Angkatan Udara.
"Coba kalian bayangkan, peristiwa lost assets begitu merugikan banyak negara karena mereka kehilangan aset pertahanan senilai ratusan bahkan milyaran juta dolar mendapatkan petunjuk di mana aset mereka dan siapa pelakunya. Apa yang akan terjadi?".
"Semua pemimpin negara itu akan mengerahkan pasukan mereka untuk menyelidiki semuanya sampai mereka kembali mendapatkan petunjuk, lalu apa maksudmu dengan kita mendapatkan masalah?" Kepala BIN yang juga hadir di sana memberikan pertanyaan.
"Benar sekali KaBIN, itulah yang saat ini tengah terjadi. Entah berapa banyak pasukan militer bersenjata lengkap yang bahkan siap tempur yang akan dikirimkan untuk menyelidiki semua itu, dan sekarang semua pemimpin negara-negara yang asetnya dicuri saat ini sudah mengirimkan pasukan mereka dan sudah setengah jalan".
"Lalu apa masalahnya Jenderal?".
Setiap perkataan yang diucapkan Jenderal Hadi membuat hadirin semakin penasaran kecuali Suja yang tengah memikirkan semua ucapan Jenderal Hadi tersebut.
"Bukankah ini gawat!!!???? Berarti semua yang kulakukan seminggu lalu akan berdampak kepada negara ini dan warganya, kenapa aku bisa seceroboh itu sih aaaahhhhhh.....!!!!!!!!"
Tanpa sadar semua tindakannya bahkan raut wajahnya diperhatikan oleh semua orang yang hadir di sana.
"Lettu Suja, ada apa?".
Pertanyaan Panglima TNI berhasil menyadarkannya, segera dia menyampaikan maaf dan meminta untuk memberikan pendapat.
"Silahkan Letnan, apa yang kau pikirkan terkait masalah ini?" Tanya Panglima TNI.
"Siap Ndan!".
Sebelum menjelaskan dia menengkan dirinya terlebih dahulu.
"Maaf Ndan saya mengambil alih, sepertinya kita tidak Panglima Tertinggi Negara harus menerapkan status Devcon 4 secepatnya!".
Sontak pernyataannya itu menimbulkan kegaduhan di ruangan itu bahkan Panglima TNI dan Kapolri beserta para Kepala Staff Angkatan mempertanyakan ucapannya kecuali Jenderal Hadi yang sepertinya sudah mengetahui apa yang akan dijelaskan oleh agen muda di deoannya.
"Tenang! Mohon tenang! Mari kita dengarkan penjelasannya!" Ucapan Jenderal Hadi berhasil membuat keadaan kembali tenang seperti semula.
"Terima kasih Jenderal, kalau begitu akan saya lanjutkan".
"Sudah seharusnya kamu menjelaskan maksud ucapanmu Letnan!" Perkataan keras Panglima TNI membuat Suja sedikit tegang.
"Siap Jenderal! Menurut saya berikut penjelasan dari Letjend Hadi maka kita saat ini tengah berada di tengan ancaman perang dengan negara lain, semua itu terjadi akibat titim terang atau petunjuk yang dikatakan oleh Jenderal Hadi terkait dengan peristiwa besar beberapa tahun lalu".
"Apa kaitannya dengan ucapanmu tadi Letnan?!".
"Siap! Karena titik terang itu terdapat di sini! Di negara kita pak! Tepatnya di perairan terluar batas negara kita yang ada di samudra pasifik!".
Semua orang kembali berdiskusi mendengar perkataan Suja selama beberapa saat sebelum mereka kembali diam.
"Jelaskan lebih detail!".
"Siap Panglima! Beberapa hari yang lalu, karena kebosanan saya meretas sebuah satelit militer rahasia milik USNA untuk melihat penampakan Indonesia dari satelit itu sampai saya mendapatkan sebuah video yang mencengangkan. Tentunya Jenderal Hadi mengetahui tentang itu, apakah saya benar Jenderal?".
__ADS_1
Jenderal Hadi mengangguk di bawah tatapan semua orang.
"Lalu apa isi video itu?".
"Siap, akan lebih baik jika bapak-bapak sekalian melihatnya sendiri".
Setelah mengatakan itu Suja segera menghubungkan sebuah flashdisk miliknya dengan komputer utama, dan terputarlah video yang membuat semua hadirin membola tak percaya melihatnya.
"I...ii..iiiniiii.........!!!!!!!!!!!!!!!!!!!""""...............
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..
....
....
.....
....
__ADS_1
.....
To be continued...........