Berubahnya Kehidupanku.

Berubahnya Kehidupanku.
Dua Belas.


__ADS_3

"Apa yang terjadi!? Dari mana cahaya itu muncul!? Dan bagaimana mungkin semua misil itu menyerang asal mereka sendiri!?".


Kebingungan tampak jelas terlihat dari Kapten kapal yang Suja naiki, Mayor Suherman dan semua petugas PIT bingung luarbiasa melihat fenomena aneh yang baru saja terjadi di depan mata mereka sendiri.


Bagaimana mungkin ratusan misil yang menargetkan mereka berbalik dan menyerang kapal yang menembakkan mereka? Dari mana juga asal cahaya kehijauan yang sebelumnya terlihat?


Di atas kapal musuh Pemimpin fleet kapal induk amerika juga tengah kebingungan melihat fenomena tadi, kapal-kapal mereka yang mengawal kapal induk itu mengalami kerusakan parah saat rudal-rudal harpoon yang mereka tembakkan malah berbalik dan menyerang mereka kembali bahkan ada dua kapal yang terkena tepat di lambung tempat penyimpanan senjata yang menyebabkan semua rudal dan torpedo yang tersimpan di sana meledak membuat kapal hancur dan terbelah dua lalu tenggelam ke dasar lautan. Kapal induk yang dinaikinya sendiri mengalami kerusakan di bagian pertahanan di mana dua senjata pertahanan mereka rusak berat dan pinggiran area landasan pesawat mereka rusak berat bersamaan dengan hancurnya sembilan pesawat tempur F-35 dan F-16 Viper milik mereka


"What happen?!".


"I don't know sir!".


Di kapal perang utama Australia, Laksamana Robert yang merupakan pemimpin fleet kapal perang dan kapal selam juga tengah kebingungan luarbiasa melihat fenomena aneh yang menimpa mereka dan juga dari sepuluh misil yang ditembakkan oleh lapal yang dia naiki semuanya kembali dan meledak tepat di haluan dan buritan kapal membuat kapal utama mereka mengalami kerusakan parah bahkan harus ditarik oleh dua kapal lainnya yang memiliki ukuran sama dengan kapal yang dia naiki.


Sementara itu, Suja yang melihat bagaimana cara kerja dari array formasi yang dia buat bersama Shiro tersenyum senang dan mulai memberikan perintah.


"Kapten, segera informasikan kejadian ini ke markas besar! Katakan bahwa Amerika dan negara lainnya telah menyatakan perang dengan negara kita dengan menerobos masuk wilayah ZEE tanpa izin bahkan menembakkan misil mereka ke arah semua kapal kita!".


"Siap!".


Mayor Suherman melangkah menuju telfon terhubung dengan dinding kapal di depannya.


"Buka sambungan dengan markas besar!" Perintahnya dan seorang petugas komunikasi yang berada di ruangan PIT segera melakukan perintahnya.


"Jalur komunikasi dengan markas besar telah terhubung!" Ucapan taktis perwira komunikasi diangguki oleh bosun kapal yang mendengar lewat telfon kabel lainnya dan menginformasikannya kepada Mayor Suherman.


"Di sini Mayor Suherman Kapten kapal KRI Anak Laut meminta sambungan aman dengan Kepala Staff Angkatan Laut!".


"Di sini KSAL! Ada apa Kapten!?".


Suara balasan dari seberang segera dibalas oleh Mayor Suherman, sementara itu Suja tengah melihat aktivitas cloningnya melalui pandangan batin mereka yang terhubung.


"Pak, kami dari formasi penyelidikan bersama dengan belasan anggota BIN mendapatkan serangan rudal dan misil baik dari pesawat siluman dan kapal perang amerika dan negara lainnya. Saat ini suasana tengah mencekam dan Letnan Suja selaku pemimipin semua kapal menetapkan bahwa Amerika dan negara lainnya telah menyatakan perang dengan kita karena mereka menembak kami tepat saat kami berjarak 1 mil laut menuju titik tujuan, selain itu semua kapal musuh juga telah memasuki wilayah ZEE Indonesia tanpa izin!".


*Krssk!!! Kressssskkl!!!


"Kapten! Kirimkan rekaman video situasi di sana baik sebelum dan sesudah kalian di serang sebagai bukti agar kita bisa menuntut konpensasi yang besar dari mereka! Katakan juga kepada Letnan Suja untuk tetap mempertimbangkan kondisi dan situasi di sana*!".


"Siap pak!".


"Laksanakan sebaik mungkin! Oh iya katakan kepada Letnan Suja bahwa target kita menampakkan diri di Israel! Sesegera mungkin bawa Letnan Suja dan para agen untuk kembali ke daratan!"

__ADS_1


"Siap Laksanakan!".


Petugas PIT yang sudah mendengar perintah dari Pulatpur atau Pusat Kendali Tempur segera memprint-out hasil percakapan dan perintah dari Mabes dan memberikannya kepada pemimpin pos PIT Kapten Laut Sujarni.


"Kapten! Ini perintah dari Pusat untuk Letnan Suja!" Ujar seorang Perwira petugas PIT sembari memberikan map berwarna hitam.


"Baik!".


Segera Kapten Sujarni membawa map hitam itu menuju ke Anjungan kapal, sesampainya di sana dia memberi hormat dan menyerahkan map itu kepada Suja. Setelah membaca isinya Suja memberikannya untuk dilihat Mayor suherman.


"Buka komunikasi dengan seluruh armada musuh!".


"Siap!".


"Komunikasi terbuka!".


Suja segera mengambil microphone yang ada di atasnya.


"Here the leader of the Navy Indonesia! Stop shots! I repeat! Stop shots! Soon retreat from of Indonesia! Our targets and now showing her on Israel! Once again! Our targets and appeared on Israel!".


Krssskk krrrrssskkkk!!!!


Setelah menunggu beberapa lama, balasan dari setiap pemimpin armada musuh mulai membalas peringatan yang diberikan oleh Suja.


Satu-persatu balasan diterima oleh Suja dan dimulai dari fleet kapal Amerika yang memutar arah memasuki wilayah laut Australia, armada-armada kapal dari Australia, Inggris, dan yang lainnya mulai mundur menuju wilayah Australia dan sebagian lagi menuju wilayah timor timur.


"Letnan, helikopter sudah siap! Mereka akan mengantar kalian sampai pangkalan yang ada NTB untuk selanjutnya menuju Jakarta menggunakan pesawat!" Mayor Suherman memberikan laporan yang diterimanya.


"Terima kasih Mayor, untuk selanjutnya saya serahkan kepada anda! dan untuk jaga-jaga saya sarankan agar semua kapal yang tinggal berpatroli 10 mil dari jarak setiap kapal!".


"Siap! Akan saya atur!".


"Selamat berjuang Mayor! Saya harap semua atasan bisa melakukan tugas mereka dan menyelamatkan nyawa kita semua! Kalau begitu kami permisi dulu!".


Suja dan Shiro diikuti sepuluh agen BIN yang ada di sana menuju dek belakang untuk menaiki sebuah helikopter NBell612 yang sudah siap terbang, setelah naik ke helikopter dan mengudara Suja melihat semua agen yang ada di sepuluh kapal lainnya juga mulai menaiki helikopter dan meninggalkan kapal.


Di dalam Anjungan kapal Mayor Suherman masih diam memandangi rombongan helikopter yang terbang menjauhi rombongan kapal AL Indonesia, sebenarnya dia khawatir kalau mereka akan mendapatkan serangan sementara setiap helikopter itu tidak memiliki senjata yang memadai selain beberapa roket dan dua senapan mesin yang dimiliki masing-masing helikopter. Selain itu, helikokpter yang terbang membawa para agen merupakan helikopter satu-satunya yang dimiliki oleh 7 kapal yang ada di dalam rombongan mereka sedangkan KRI Anak Laut yang dia naiki dan tiga KRI lainnya masing-masing mampu menampung dua unit helikopter.


"Hubungkan dengan semua Kapten yang lainnya!".


"Siap!".

__ADS_1


Beberapa saat kemudian petugas komunikasi memberikan tanda, Mayor Suherman segera berbicara.


"Di sini Mayor Suherman Kapten KRI Anak Laut! Kepada semua Kapten KRI lainnya sesuai dengan saran dari Letnan Suja yang meminta semua kapal dalam rombongan ini agar melakukan patroli perbatasan sejauh 10 mil jarak perkapal! Oleh karena itu saya dan awak kapal akan melakukan patroli di arah selatan dan tetap pantau komunikasi antar kapal kawan maupun kapal musuh! Sekian!".


"Putar haluan 1-1-2 selatan! kecepatan 15 knot!".


"Haluan 1-1-2 selatan! Kecepatan 15 knot!".


Perlahan KRI yang awalnya dinaiki oleh Suja dan rekannya yang lain memutar haluan dan memisahkan diri dari formasi menuju arah selatan, begitu juga dengan kapal-kapal lainnya yang memisahkan diri dan sebagian mendekati perbatasan laut dan berhenti 3km dari garis batas laut terluar Indonesia-Australia dan berdiam diri di sana mengamati dan memastikan kapal-kapal Amerika, australia, Inggris, dan negara lainnya yang masih berada beberapa mil jauhnya dari lautan Indonesia tidak memasuki wilayah Indonesia kembali bahkan sesekali Kapten KRI memerintahkan awaknya untuk memberikan peringatan agar kapal asing yang terlalu dekat dengan teritorial laut Indonesia segera menjauh dari sana.


Sementara itu di dalam ruangan khusus pemimpin kapal yang disediakan untuk Laksamana tertinggi pemimpin fleet armada tempur Amerika terlihat pria tua dengan seragam putih dan beberapa tanda pangkat berupa bintang tampaknya masih merasa terguncang dengan apa yang terjadi beberapa waktu lalu, selain itu dia juga menatap layar LCD yang berada di ruangannya untuk melihat bagaimana target yang mereka cari membuang apa yang sedang mereka cari di negara Israel mengabaikan beberapa laporan dari awak kapal induk yang melaporkan seberapa parah kerusakan yang dialami oleh mereka baik kapal perang penjaga yang mengalami kerusakan sedang dan berat tapi kapal induk yang mereka lindungipun mengalami kerusakan paling berat karena landasan pacu yang ada di atas kapal itu rusak parah yang menyebabkan setiap pesawat yang ada di sana tidak akan bisa melakukan penerbangan maupun mendarat bahkan beberapa pesawat F-35, F-16V, dan F-22 Raptor yang ada di sana meledak membuat kerusakan yang dialami semakin parah dengan kerugian puluhan bahkan ratusan juta dollar.


Keadaan armada kapal negara lain tidak kalah buruknya dengan armada amerika, selain armada australia dan inggris yang kehilang empat kapal mereka lima kapal selam australia dan enam kapal selam inggris tenggelam tanpa ada satupun awak kapal yang berhasil menyelamatkan diri menyisakan 2 kapal selam di masing-masing armada inggris maupun australia. Hari itu sebuah kejadian yang tidak masuk akal menimpa beberapa negara besar di dunia dan kemungkinan sulit untuk dilupakan, bahkan pemimpin fleet kapal Amerika, Rusia, China, Inggris, dan Australia menganggap bahwa apa yang terjadi beberapa waktu lalu adalah dikarenakan adanya sebuah teknologi militer luarbiasa canggih yang dimiliki Indonesia dan berencana untuk mengambil semuanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


...


......


__ADS_2