
TEEEEEEEETTTTTT......!!!!!!
TEEEEEETTTTT.......!!!!!
TEEEEEEEETTTTTT.....!!!!!
Suara sirine tanda peringatan meraung keras di seluruh penjuru Pangkalan Militer Amerika yang berada di Okinawa, ratusan prajurit Marinir dan Angkatan Darat Amerika kebingungan dengan sirine itu begitu pula dengan semua prajurot non-combatan lainnya yang merasa keheranan karena suara sirine yang tiba-tiba terdengar dari seluruh penjuru Pangkalan itu.
Sementara di gerbang depan Pangkalan Suja dan Shiro berdiri sembari melakukan gerakan tangan yang cukup rumit, beberapa saat kemudian cahaya kekuningan menyelimuti seluruh Pangkalan itu sebanyak dua lapis membuat beberapa unit prajurit Marinir Amerika yang hendak keluar dari gerbang depan kebingungan karena saat tubuh mereka menyentuh dinding cahaya di depan mereka dinding itu akan melepaskan tegangan listrik berkekuatan cukup besar dan dinding itu juga menahan tubuh mereka agar tidak keluar dari sisi dalam seolah-olah mereka berada di bagian lain dari tembok pelindung yang kokoh
Puluhan clone milik Suja diikuti puluhan clone berwujud manusia dari Shiro yang membawa berbagai jenis senjata serbu dan juga Katana menyerbu masuk ke dalam Pangkalan melewati dinding cahaya yang tidak membuat mereka terkena tegangan listrik seolah-olah tegangan listrik dari cahaya itu bukanlah apa-apa bagi mereka, prajurit-prajurit Marinir Amerika yang melihat rombongan besar memasuki kawasan mereka dengan membawa persenjataan lengkap menyadari bahwa mereka baru saja di serang oleh oknum yang tidak bisa mereka kenali membuat mereka dengan segera mengambil senjata mereka dan mulai menembaki semua penyerang yang memasuki Pangkalan mereka.
Sementara itu di ruang pusat komando Pangkalan suasana panik dan sibuk bisa terlihat dari belasan petugas komunikasi dan informasi yang menerima banyak informasi setiap saat tanpa mengetahui kenapa mereka bisa mendapatkan serangan yang menyasar Pangkalan tempat mereka berada saat ini, selain itu mereka juga mengalami lost contack dengan markas pusat mereka di Amerika maupun dengan pemerintah dan militer Jepang karena sebenarnya dinding cahaya itu juga memutus saluran komunikasi baik yang menggunakan jaringan kabel maupun satelit membuat mereka buta akan penyerang mereka.
Salah satu jenderal bintang dua yang berada di dalam ruang pusat komando dan informasi Pangkalan itu bingung dan marah luarbiasa karena Pangkalan tempatnya berdiam mendapatkan serangan dari orang-orang yang tidak dia kenali serta putusnya jaringan komunikasi maupun jaringan yang menghubungkan mereka dengan satelit di ruang angkasa, Jenderal itu tidak henti-hentinya memberikan beberapa perintah kepada semua prajurir bidang komunikasi yang ada di ruangan yang sama dengannya saat ini.
Sementara itu di luar sana suasana Pangkalan sangat kacau karena sudah banyak korban jiwa yang berjatuhan dari pihak Marinir Amerika sedangkan saat peluru-peluru mengenai musuh mereka semua penyerang itu tidak bergeming dan tetap melangkah menembus hujan peluru yang mengenai tubuh mereka, beberapa prajurit Marinir mengambil dan mengoperasikan sebuah senapan mesin sedang serta beberapa pucuk pelontar roket dan pelontar granat yang ternyata bisa melukai penyerang membuat banyak prajurit Marinir Amerika yang lain segera berlarian menuju tempat mereka menyimpan berbagai senapan mesin dan pelontar granat serta pelontar roket saat menyadari hanya senjata-senjata dengan Kaliber besar serta senjata peledaklah yang mampu melukai para penyerang.
__ADS_1
Lain dengan para clone yang sudah mulai berkurang, lain pula situasi yang dihadapi oleh Suja dan Shiro karena saat mereka baru memasuki sebuah gedung berlantai lima mereka langsung terkena serangan hujan peluru dari senapan mesin ringan dan sedang serta beberapa lemparan granat yang membuat Shiro terluka cukup parah sedangkan Suja kehilangan satu pergelangan tangannya membuat Suja dan shiro kembali ke dalam ruang dimensi membiarkan para clone yang tersisa untuk terus membantai para prajurit Amerika yang ada di dalam Pangkalan yang menjadi sasaran serangan mereka.
Satu-persatu banguna-bangunan yang ada di dalam Pangkalan itu dimasuki oleh para clone dan membantai orang-orang Amerika yang ada di sana entah itu prajurit non-tempur maupun prajurit tempur seperti US ARMY, US Marines, US Navy, dan para pilot Angkatan Udara Amerika yang tengah beristirahat ataupun melakukan olahraga dan aktivitas lainnya dibantai dengan sadis meninggalkan mayat yang rusak dan bahkan ada yang termutilasi semua tubuhnya menyisakan beberapa bagian dan beberapa organ dalam yang tercecer saat belasan prajurit itu dicakar-cakar, digigit, dan ditembaki entah itu menggunakan Shotgun, maupun senapan mesin 12,7 Kaliber yang digunakan oleh semua clone milik Suja dan Shiro.
Di sisi lain, Suja mengajak Shiro untuk langsung menuju ke bangunan pusat komando Pangkalan Okinawa yang berada tepat di tengah-tengah Pangkalan dan berbatasan dengan area landasan pesawat dan Air Traffict Control.
Selama perjalanan menuju pusat komando Pangkalan Suja menembaki para prajurit Amerika tanpa berkedip, saat peluru senapan miliknya habis dia akan melakukan reloaded dalam hitungan detik dan jika saat melakukan reload ada prajurit Amerika yang menghadang ataupun mengepung mereka berdua maka Suja akan menggunakan dua bilah pedang Katana dengan kualitas terbaik yang dibuat menggunalan Adamantium untuk menebas dan memotong lalu mencincang semua prajurit itu.
Selama perjalanan Suja selalu mengambil semua senjata dan peluru bahkan kendaraan tempur yang dia lihat tanpa menyisakan satupun senjata dan peluru serta kendaraan, beberapa kali pula dia mendapati beberapa bangunan yang digunakan sebagai gudang senjata dan amunisi serta tempatarkir kendaraan tempur dan helikopter yang langsung dia ambil semuanya dan dikirim langsung ke dalam ruang dimensi tanpa menyisakan satupun barang-barang yang ada di sana selain mayat-mayat yang bergelimpangan di sepanjang jalan.
Sementara itu di dalam bangunan Pusat Komando Pangkalan sang Jenderal pemimpin tertinggi Pangkalan itu terlihat sangat gelisah karena sudah beberapa menit hubungan komunikasi Pangkalan Okinawa dengan markas pusat di Amerika maupun pihak pemerintah dan militer Jepang tidak terhubung sama sekali dengan kata lain informasi tidak akan bisa masuk maupun keluar dari dan menuju Pangkalan tempatnya berada, sementara komunikasi di sekitar wilayah pangkalan yang masih berada di dalam dinding kubah cahaya kekuningan itu masih tetap aktif dan setiap beberapa saat sekali akan masuk lapiran-laporan kondisi yang dialami oleh para prajurit maupun orang-orang lainnya yang tengah berhadapan dengan puluhan manusia bersenjata lengkap dan belasan Harimau Putih yang tersebar di semua sudut Pangkalan Amerika yang ada di Okinawa Jepang.
Satu jam kemudian semua clone kembali mendekati tubuh asli mereka dan menghilang saat bersentuhan dengan tubuh asli yang menandakan bahwa setiap sudut bagian Pangkalan telah berhasil dibersihkan dengan mayat-mayat yang bergelimpangan serta salah satu clone terakhir menyerahkan sebuah cincin giok hijau yang merupakan cincin penyimpanan kualitas tinggi yang di dalamnya telah diisi dengan puluhan Pesawat berbagai jenis dan tipe, belasan kapal perang berbagai tipe dan ukuran, beberapa kapal selam, belasan helikopter berbagai jenis, dan puluhan kendaraan tempur dan taktis seperti Tank, Panser, Ranpur, maupun kendaraan angkut personel seperti truk dan lainnya tak lupa juga belasan ribu peluru dan amunisi lainnya yang dirampas dari beberapa gudang amunisi yang tersebar di beberapa tempat.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
..
.
.
__ADS_1
........................