
Seminggu setelah Suja diijinkan keluar dari Rumah Sakit, kegiatannya hanyalah makan, tidur, olahraga ringan agar tidak ada yang curiga kalau dia sudah sembuh bahkan sebelum sampai di Rumah Sakit.
Saat ini Suja tengah berjalan santai menyusuri jalanan kota Kyoto sembari membeli puluhan bahkan ratusan Katana ( pedang yang bias digunalan oleh seorang Samurai ) dan Wakizashi ( pedang pendek yang sering digunakan sebagai senjata samping atau cadangan olwh seorang Samurai ) serta Tanto ( pisau khusus Jepang yang biasa digunalan sebagai senjata rahasia Samurai tapi lebih sering digunakan oleh para wanita sejak jaman dulu di Jepang ), selain itu dia juga mengumpulkan puluhan Komputer, Laptop, DVD Player, VCD Player, bahkan beberapa konsol game juga dia kumpulkan yang sekarang sudah menggunung di dalam ruang dimensinya membuat Shiro yang asik bermalas-malasan terperangah melihatnya karena tidak menyangka barang-barang yang dicari oleh tuannya sejak pagi hanyalah barang-barang seperti itu yang dalam pikirannya tidak akan terlalu banyak berguna jika mereka telah pindah ke dimensi lainnya nanti.
Puas membeli barang-barang elektronik, kali ini Suja berpindah menuju beberapa showroom motor dan mobil dan membeli belasan mobil, motor, truk, dan bahkan beberapa showroom dia belum semuanya membuat banyak barang-barang dunia modern bertumpuk di dalam ruang dimensi membuat Shiro lagi-lagi merasa syok yang untungnya tidak membuatnya mengalami serangan jantung. Barang-barang yang dia beli semuanya membentuk gunungan tersendiri di dalam ruang dimensi dan untungnya tidak berada di dekat ketiga kolam air berharga miliknya karena Shiro tanpa henti terus-terusan memindahkan semua barang-barang itu menjauh dari bangunan utama dan ketiga kolam air itu sejauh sepuluh kilometer jauhnya, meskipun begitu dia tetap tidak berhenti memindahkan barang-barang itu karena beberapa hari sekali bahkan beberapa jam sekali di dalam ruang dimensi akan muncul belasan bahkan puluhan barang-barang dunia modern membuatnya harus bekerja keras untuk memindahkan dan menata semua barang-barang itu membuatnya terus saja menggerutu setelah empat hari lamanya beksrja mengatur semua barang yang dilemparkan Suja ke dalam ruang dimensi.
Satu jam kemudian Suja sudah merasa cukup puas memborong banyak barang-barang dunia modern dan merasa sudah saatnya dia menyerang Pangkalan Militer Amerika yang berada di Okinawa, dengan menggunakan Shinkansen kereta tercepat yang ada di Kyoto dia berangkat menuju Okinawa untuk melancarkan rencananya menghancurkan Pangkalan Militer Amerika yang berada di sana.
Sementara itu di Pangkalan Militer Amerika yang berada di Okinawa suasana Pangkalan masihlah seperti biasa di mana para prajurit maupun teknisi Pesawat dan Kapal Perang Amerika menjalani tugas mereka dengan giat dan sebagian besar prajurit Amerika baik itu dari Angkatan Darat maupun Marinir Amerika kebanyakan sedang bermalas-malasan bahkan ada belasan prajurit Amerika yang berada di luar Pangkalan mereka untuk mencari hiburan baik itu di di Club, Restouran, maupun di tempat-tempat wisata. Mungkin para prajurit itu tidak pernah terpikir bahwa akan ada saatnya baik Pangkalan, aset militer, maupun nyawa mereka sendiri akan hilang dari dunia hari itu atau mungkin keesokannya bahkan beberapa hari lagi dan pada saat Pangkalan mereka lenyap bukan hanya Jepang dan Amerika yang akan terkejut saat mengetahuinya tetapi mungkin dunia secara keseluruhan akan mengalami gejolak luar biasa saat mengetahui banyak Pangkalan-Pangkalan Militer Amerika baik yang berada di luar negeri maupun di dalam negeri Amerika itu sendiri akan lenyap karena serangan satu orang musuh saja yang mana bahkan tidak menyisakan satupun Alutsista mereka baik itu Pesawat Tempur maupun Pesawat Angkut, Sistem Pertahanan Udara, bahkan kendaraan-kendaraan operasional pasukan mereka semacam Humvee, Tank, Panser, bahkan persenjataan yang ada di setiap markas akan lenyap tanpa tersisa satupun selain bangunan yang rusak parah dan mayat-mayat yang bergelimpangan di sana-sini.
Sesampainya di Okinawa Suja terlebih dahulu mencari hotel untuk menginap karena dia berencana untuk tinggal sekitar satu minggu di sana dengan berkeliling ke berbagai tempat wisata yang ada di Okinawa dan sekitarnya selain untuk mencari informasi mengenai sasarannya dia juga berencana untuk menambah berbagai koleksi benda modern yang akan dia bawa saat berpindah dunia nantinya, setelah berkeliling selama satu jam akhirnya Suja menemukan sebuah penginapan mewah dan memesan sebuah kamar private sekaligus makanan.
Malam harinya Suja mempersiapkan segala perlengkapan wisata miliknya sembari mengawasi keadaan Pangkalan Militer Amerika melalui laptop setelah meretas CCTV.
"Hmmm, orang-orang Amerika Kapitalis ini ternyata benar-benar meremehkan kemampuanku. Baiklah, akan kuberikan mimpi paling buruk untuk kalian semua! Tunggu saja berita kehancuran Pangkalan Militer kalian sialan!".
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Seven days later, American Military Base, Okinawa Japan.
.
.
.
.
.
.
Suja tidak sendiri dalam rencananya menghancurkan sebanyak mungkin Pangkalan militer Amerika karena saat ini dia sudah menyebar 10 Clone miliknya ke berbagai lokasi yang ada di sekitar Pangkalan itu untuk melumpuhkan setiap tim patroli Pangkalan yang sedang diemban oleh Marinir Amerika, selain clone miliknya di beberapa bagian terjauh juga sudah mengintai dan siap bergerak puluhan clone milik Shiro yang sebagian dalam wujud manusia dan memegang berbagai senapan serbu dan senapan penembak jitu sedangkan sebagian besar lainnya mengambil wujud puluhan Harimau Putih dengan ukuran abnormal mereka dan tentunya siap bergerak saat mendapatkan perintah.
"Hei! Who are you?! What are you doing in here?!" Satu unit tim patroli yang terdiri dari 3 orang Marinir bersenjata lengkap memergoki Suja yang tengah mengintai markas mereka.
Belum sempat Suja bergerak untuk melumpuhkan mereka, beberapa peluru senapan jitu yang dipegang beberapa clone Shiro sudah terlbih dahulu melumpuhkan mereka dan membiarkan clone berwujud Harimau untuk memakan semua jasad itu, tidak hanya di dekat Suja saja kejadian itu terjadi karena di beberapa titik buta dan juga daerah belakang Pangkalan kebanyakan unit patroli Marinir Amerika sudah dilenyapjan oleh clone milik Suja dan mayat mereka disantap oleh dua ekor Harimau Putih yang telah menyebar ke seluruh penjuru markas.
__ADS_1
Selama dua jam kegiatan Suja dan Shiro serta para clone untuk mememahkan serta melenyapkan beberapa tim patroli terjadi dan selama dua jam itu pula setiap sepuluh menit sekali akan terjadi penambahan personil dalam setiap unit patroli namun semuanya selalu lenyap karena jasad mereka disantap oleh Shiro dan para clone miliknya menyisakan beberapa titik darah di tanah, saat menyadari banyak prajurit mereka yang hilang Pangkalan kembali mengeluarkan pasukan namun kali ini dalam jumlah yang cukup besar karena setiap unit patroli akan memiliki prajurit sekitar 20 orang setiap unitnya namun bukannya khawatir ketahuan karena makin banyak prajurit Amerika yang keluar tapi Suja malah semakin tertantang untuk melenyapkan sebanyak mungkin para prajurit yang keluar dari markas mereka dan membiarkan Shiro serta clone miliknya untuk menyantap ssmua jasad itu.
Selama satu jam berikutnya Suja dan para clone miliknya serta Shiro sudah melenyapkan lebih dari 150 orang prajurit Marinir maupun US ARMY yang keluar dari markas mereka, merasa sudah terlalu lama bersembunyi dan mengintai Suja akhirnya memutuskan untuk menyerang secara langsung dan mengerahkan semua clone miliknya serta Shiro untuk mulai menyerang ke dalam Pangkalan. Selain itu Suja juga sudah menyiapkan belasan unit drone tempur bersenjatakan beberapa rudal udara ke darat serta senapan mesin 20,4 Kaliber yang akan dia gunakan untuk menyerang setiap helikopter musuh yang terbang mencari lokasinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Note : Buat kalian yang merasa cara penulisannsaya yang rata kiri, maaf bukannya saya ingin membuatnya seperti itu tapi karena saya menulis menggunakan HP langsung di Aplikasi bukan di dokumen atau apa. Jadi maaf bila ada yang tidak nyaman.
__ADS_1