Berubahnya Kehidupanku.

Berubahnya Kehidupanku.
Tiga Belas.


__ADS_3

Ruang Pertemuan Istana Negara, pukul 17:00 Wib.


Suasana ruang pertemuan di Istana Negara Jakarta benar-benar hening, baru saja mereka melihat video yang menampakkan seorang pria keturunan Eropa membuang banyak sekali Alutsista berupa pesawat, kapal, dan kendaraan perang dari ruang hampa seolah-olah ada sebuah ruang penyimpanan tak kasat mata yang dibuka hanya dengan lambaian tangan saja.


Presiden yang ditemani Wakilnya dan seluruh jajaran menteri ditambah kepala-kepala instansi pertahanan berkumpul di sana ditambah dengan 25 orang agen intelijen yang sebagian adalah agen independen dan sebagian lagi merupakan perwakilan dari tim yang ikut ditugaskan dalam sebuah misi besar, Suja dan Shiro juga ada di sana sebagai dua orang rekan yang diijinkan masuk ke dalam mengikuti pertemuan.


"Jadi, bagaimana menurut pendapat kalian semua?" Pertanyaan itu keluar dari mulut Presiden setelah keheningan yang cukup lama.


Para pejabat dan agen yang hadir di sana menatap satu sama lain, satu-persatu tampak menggelengkan kepala mereka menyatakan mereka masih belum memiliki solusi untuk masalah yang tengah mereka hadapi akibat dari pertempuran sepihak yang terjadi di Samudra Pasifik sehari yang lalu.


"Pak Presiden, bagaimana dengan warga yang meninggal karena para tentara brengsek itu? Apa kita tidak bisa memaksa mereka untuk menarik kembali tentara mereka yang ada di sini? Sejujurnya saya sudah muak menerima laporan setiap hari yang mengatakan para tentara asing itu bertindak seenaknya bahkan markas TNI di NTT dengan seenaknya diambil alih dan prajurit kita ditawan bahkan dieksekusi" Menteri Pertahanan tiba-tiba mengungkit masalah prajurit asing yang berhasil membuat semua hadirin kembali fokus dengan pertemuan.


"Apa maksudmu Jenderal?" Tanya Presiden.


"Maaf pak Presiden, bukannya saya hendak menutupi informasi ini tapi saya juga baru mengetahuinya sekarang. Beberapa hari yang lalu marinir Amerika dari pangkalan mereka yang ada di Australia telah menyusup ke NTT dan mereka langsung menyerang para prajurit yang tengah menjaga pesisir, beberapa jam kemudian mereka berhasil menguasai seperempat wilayah dan menawan Brigjend. Agung Purnama yang menjabat sebagai Danrem di sana. Beberapa tim reaksi cepat TNI Angkatan Laut bersama dengan tim dari AU dan AD mencoba menyelamatkan beliau tapi marinir yang berjumlah 25 orang itu berhasil menghabisi tiga tim itu yang keseluruhannya berjumlah 30 personel dengan rincian 10 prajurit pertim, bahkan mereka langsung mengeksekusi Brigjend. Agung saat itu juga beserta keluarganya. Selain itu kerugian yang kita alami mencapai 100 Milyar dengan hancurnya beberapa pangkalan dan alutsista kita di sana, selain itu prajurit yang gugur mencapai 500 orang!".


"APA!?".


Kepala Staff dari ketiga angkatan langsung terkejut mendengarnya menandakan mereka juga tidak mengetahui informasi itu sebelumnya, selain mereka secara keseluruhan semua peserta rapat terkejut mendengar informasi yang mereka dengar dari Menteri Pertahanan.


"Menhan, kenapa informasi sepenting ini bisa tidak diketahui dan baru sekarang kami mendengarnya?" Tanya Panglima TNI yang menandakan memang ada seseorang di bawahnya yang tidak melaporkan terlebih dahulu kepadanya atau bisa dibilang seorang mata-mata dari Menteri Pertahanan.


"Karena memang informasi ini tidak pernah sampai kepada Mabes TNI, semua daluran telekomunikasi bahkan saluran komunikasi militer yang ada di NTT maupun saluran sipil dirusak oleh semua marinir Amerika yang menguasai NTT! Sayapun baru mengetahui informasi ini dari salah satu agen saya yang berhasil meloloskan diri dari saya dengan dibayar mahal, agen yang membawa informasi ini sekarang meninggal karena racun berbahaya yang dideritanya setelah terkena tembakan salah satu marinir asing itu!".


Di tengah perdebatan antara Presiden dengan para Menterinya, Suja memioih untuk mengamati keadaan ruang pertemuan terutama beberapa orang yang hadir di sana. Entah bagaimana Suja merasakan ada beberapa orang yang berniat kurang baik di antara orang-orang ini, meskipun dia sudah mengamati mereka semua bahkan menggunakan Divine Sense miliknya dia tetap tidak bisa menemukan siapa yang terlihat mencurigakan dari semua yang ada di ruang pertemuan itu.


"*Shiro, bisa kau bantu aku? Aku merasakan ada beberapa orang yang berniat kurang baik di sekitar kita, tapi aku tidak menemukan satupun yang terlihat mencurigakan sejauh ini".


"Tentu, sebentar*".


Shiro yang berdiri di belakang Suja mengedarkan pandangannya ke beberapa arah sembari menggunakan Divine Sense untuk menelisik semua orang yang ada di sana, beberapa saat kemudian dia menemukan beberapa orang yang sepertinya mencurigakan karena terlihat memperhatikan jam tangannya beberapa kali dan mereka tersebar di beberapa sudut membaur dengan beberapa orang Paspampres dan hadirin peserta rapat.


"Arah jam 12 dua orang berpakaian batik, arah jam 3 satu orang berpakaian PDH AU, dan satu orang anggota Paspampres di arah jam 6 yang kelihatannya agen intel asing!".

__ADS_1


Suja segera mengedarkan pandangannya ke arah arah jam 6 tepat di tempat seorang anggota Paspampres berpakaian serba hitam berdasi merah namun di lehernya terlihat tato berbentuk kalajengking, sementara itu dia juga menggunakan Divine Sense untuk mengawasi beberapa orang lainnya dan menemukan semua orang yang dia awasi memiliki tato berupa kalajengking di leher mereka masing-masing tang tersamarkan dasi mereka.


"Shiro, bersiap melakukan serangan!".


"Elang jaguar!".


"Di sini Jaguar masuk!".


"Arah jam 12 dua orang berpakaian batik! Arah jam 3 satu orang berpakaian PDH AU! Dan satu orang anggota Paspampres di arah jam 6! Bersiap melakukan penangkapan!".


"Siap!".


Setelah mendapatkan kepastian, Suja mengangkat tangannya dan mengepalkannya bersamaan dengan beberapa orang anggota Paspampres yang bergerak menodongkan senjata mereka ke beberapa orang yang sudah di sebutkan oleh Suja. Segera para hadirin heboh karena tindakan cepat para Paspampres yang menangkap beberapa orang peserta rapat, belum lagi mereka juga menangkap seorang yang berpakaian seperti mereka yaitu anggota Paspampres yang dicurigai merupakan agen mata-mata intelijen asing atau agen salah satu organisasi yang selama ini membuat resah pemerintah selama beberapa tahun.


"Hei! Ada apa ini?" Tanya seorang peserta rapat yang terkejut melihat dirinya ditangkap.


"LEPAS! KENAPA KALIAN INI!?" Anggota Paspampres yang ditangkap rekannya memberontak saat ditangkap.


"Bawa mereka ke tengah!" Segera semua orang yang ditangkap dibawa menuju tengah ruangan atas perintah dari Suja.


"Siap! Mereka pengkhianat pak!".


"Apa maksudmu!?" Tanya Kasau yang tidak terima anggotanya ditangkap.


"Buka kerah baju mereka!" Semua Paspampres yang disana membuka paksa kerah pakaian orang-orang yang ditangkap dan saat kerah baju setiap orang itu dibuka terlihat tato kalajengking di setiap leher mereka.


"Maaf pak! Sejak pertemuan ini dimulai saya sudah merasakan ada beberapa orang yang terlihat mencurigakan tapi saya kesulitan menentukan siapa-siapa saja orangnya! Atas bantuan teman saya ini akhirnya saya menemukan orang-orang ini dan saat saya perhatikan lebih jauh ternyata mereka memiliki tato kalajengking meskipun tertutup kerah baju tapi masih terlihat sedikit tapi cukup untuk meyakinkan bahwa mereka adalah pengkhianat yang menyusup di antara kita!".


Presiden, dan semua peserta rapat terkejut mendengarnya apalagi semua anggota Paspampres yang menangkap mereka karena merekapun tidak menyangka ada pengkhianat di antara mereka.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.***☆☆☆☆☆☆☆jangan lupa vote dan komentar yang membangun yaa.....

__ADS_1


oh iya, ini update terakhir minggu ini dan mulai minggu depan saya akan update sesuai jadwal yaitu dua chapter perminggu.....


bye☆☆☆***


__ADS_2