Berubahnya Kehidupanku.

Berubahnya Kehidupanku.
Lima Belas.


__ADS_3

Ruang pertemuan Atase Pertahanan Republik Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo Jepang.


.


.


.


.


.


.


.


"Persiapkan diri kalian dengan baik, kita harus bisa menangkap 'orang ini' lebih dulu agar negara kita tidak dicurigai lagi! Wolf kau ikut dengan Helikopter JSDF bersama dengan beberapa agen dari Rusia, Jepang, dan Turki! Yang lainnya menyebar ke seluruh wilayah dan jangan lupa untuk terus berkomunukasi dengan semua tim termasuk rekan kita yang dari Jepang, Turki, dan Rusia! Kalian mengerti!?".


"Siap Ndan!".


"Don't forget the fact that the people we hurry this can fly in the sky, flying in the literal sense without the use of anything other than the sword that had somehow floated in the air!".


Saat ini ruang pertemuan khusus Atase Pertahanan RI yang ada di gedung KBRI Tokyo sangat gaduh karena persiapan tim intel BIN yang akan melakukan penyergapan target mereka di sebuah hotel mewah yang ada di tengah pusat kota Tokyo bekerja sama dengan agen daru Turki, Rusia, dan Jepang, serta JSDF yang sudah terlebih dahulu mengamankan area sejauh 2km dari target mereka.


Sehari yang lalu saat mereka sampai di bandara internasional yang ada di Tokyo mereka langsung menuju gedung KBRI di Tokyo, bersamaan dengan sampainya mereka di gedung KBRI datang pula Atase Pertahanan dari Kedutaan Turki, dan Rusia yang ada di sana serta Kepala Badan Intelijen Jepang bersama dengan Panglima tertinggi militer Kekaisaran Jepang atas perintah Perdana Menteri Jepang.


Tanpa istirahat mereka langsung bekerja untuk melacak keberadaan target mereka, selama 16 jam mereka menelusuri kota Tokyo dan mengendalikan satelit militer Jepang bahkan meretas keamanan kota Tokyo dan mengambil alih semua kamera CCTV sebelum berhasil menemukan jejak target mereka yang ternyata berada di sebuah hotel mewah di pusat Kota Tokyo.


Suja mempersiapkan beberapa senjata yang akan dia gunakan saat melakukan operasi dan juga membawa dua bilah katana berwarna biru dengan kualitas terbaik pesanannya beberapa hari yang lalu, siapa yang sangka kedua katana itu akan digunakan pertama kalinya di tempat asalnya sendiri padahal Suja berencana untuk menyimpannya di dimensi pribadinya untuk dia bawa saat berpindah ke dunia Wuxia nantinya.


"Komandan, semua tim sudah siap!" Seorang agen Intelijen BIN di bawah Atase Pertahanan melaporkan selesainya persiapan mereka.


Suja mengangguk pelan.

__ADS_1


" Kalau begitu mari kita ke ruang rapat!".


"Siap!".


Di dalam ruang dapat sudah hadir tim-tim intel dari Rusia, Turki, Jepang, dan juga BIN yang sudah siap mendengarkan arahan. Atase Pertahanan KBRI memulai rapat setelah Suja duduk di dekat tim intel BIN, dalam rapat itu mereka membahas tempat-tempat yang harus diawasi dan juga beberapa lokasi yang memungkinkan target mereka menghilangkan jejaknya.


Satu jam kemudian semua tim keluar dari ruang rapat Atase Pertahanan dan membawa semua perlengkapan tempur mereka yang akan mereka bawa menuju lokasi sasaran, di tempat parkir sudah siap beberapa mobil sedang anti-peluru yang disiapkan oleh KBRI, Kedutaan Rusia, dan Kedutaan Turki untuk agen mereka serta beberapa Kendaraan Taktis pengangkut pasukan yang membawa pasukan dari JSDF yang akan ikut mengawasi dan menjaga beberapa titik tertentu agar target yang mereka buru tidak bisa kabur atau setidaknya kesulitan untuk mencari jalan melarikan diri.


Iring-iringan kendaraan keluar dari gedung KBRI meyita perhatian banyak orang, iring-iringan yang dikawal beberapa Rantis JSDF dan pihak kepolisian Jepang dari divisi anti-teror itu bergerak dengan kecepatan konstan menuju titik di mana target mereka terakhir kali terlihat.


Sesampainya di gedung hotel mewah tempat target menginap para agen segera menyebar dengan mengawasi beberapa titik dan mengambil alih ruang CCTV sedangkan pasukan dari JSDF menyebar menjaga tiap lantai hingga atap gedung dan sebagian lagi berjaga di sekitaran gedung bersama dengan beberapa orang agen intel Jepang, Suja, Shiro, dan beberapa orang pemimpin tim intelijen bergerak menuju lantai 15 bersama dengan dua tim pasukan anti-teror.


"This room?" Tanya Suja pada Manager hotel.


"Yes, a man white and high nearly two meters ordered the two days ago. Her face with in the photo".


"Thank you".


Setelah mendapat kepastian, Suja memberi perintah kepada ketua tim anti-teror untuk mendobrak pintu kamar.


Satu-persatu pasukan anti-teror JSDF memasuki ruangan dan menyisir tiap sudut diikuti oleh Suja dan tim intel lainnya, semua pasukan dan tim intel menyisir tiap sudut ruangan hanya untuk mendapati kamar tersebut sangat berantakan dengan berbagai hiasan yang telah pecah dan di dalam kamar mandi terdapt mayat dua orang pria berkulit putih dan tanda pengenal sebagai orang Amerika yang tewas dengan tubuh termutilasi dan jangan lupakan beberapa pistol yang berceceran di lantai kamar maupun kamar mandi.


"Sir! We have something!" Seorang prajurit regu anti-teror berteriak memanggil Suja yang merupakan pemimpin lapangan operasi itu.


Suja memasuki sebuah ruangan kamar tidur dan mendapati ada beberapa mayat lainnya, selain itu di cermin besar yang ada di samping ranjang terdapat tulisan dari darah yang sepertinya baru dibuat beberapa jam yang lalu.


'You’re looking for me? Trying to harder again! I wait effort you! And thank you have sent people america it as a toy for me!'.


"Sial!".


Belum selesai rasa kesal yang dialaminya, Suja melihat untaian rangkaian kabel di bawah ranjang dan memanjang ke beberapa sudut dinding. Karena penasaran dia mendekati bawah ranjang dan memeriksanya, di bawah ranjang itu terdapat sebuah tas yang terbuka dan memperlihatkan beberapa bahan peledak jenis C-4 yang telah terpasang dan memiliki pengatur waktu yang telah berjalan dan tersisa 2 menit lagi.


"BOM! GET OUT!".

__ADS_1


Suara teriakan salah satu pasukan Anti-Teror yang mendapati beberapa rangkaian C-4 terdengar nyaring di kamar itu, semua pasukan dan agen intel yang ada di dalam kamar bergerak keluar karena tinggal semenit lagi bom itu akan meledak.


DUUUUAAAAARRRRRRR.........!!!!!!!


DUUUUUUAAAAAARRRRRRRR......!!!!!!


PRANK!


DUUUUAAAARRRRR......!!!!!!


Suara ledakan terdengar sangat keras dari dalam kamar hotel yang sekarang sudah tidak berbentuk sebagaimana mestinya, Suja yang saat itu baru keluar dari pintu terkena ledakan dan terlempar beberapa meter menghantam dinding lorong hotel dan langsung pingsan di tempat. Beberapa pasukan dan agen intel yang masih selamat dan hanya sedikit terluka segera mengevakuasi belasan pasukan Anti-Teror dan juga Suja untuk dibawa menuju ke rumah sakit, beberapa orang yang menginap di hotel dan bersebalahan dengan kamar yang menjadi tempat ledakan bom juga terkena dampaknya dan mengalami luka-luka berat maupun ringan mendapatkan evakuasi oleh petugas JSDF.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


,

__ADS_1


.


HAI, JANGAN LUPA UNTUK KASIH KOMENTAR DAN VOTE TERUTAMA LIKE YAAA HAHHAHAHAAAA.......


__ADS_2