Beyonders World

Beyonders World
Chapter 10: Tidak sesuai perkiraan


__ADS_3

Kevin duduk diam menatap api unggun sederhana dengan tenang, cahaya dari matahari mulai terlihat yang menandakan bahwa sebentar lagi pagi baru akan dimulai, sementara ada Akane dan Chitose yang tidur nyenyak didalam tenda sederhana.


Suara tetesan air terdengar dan suasana yang sangat dingin menyelimuti dirinya, Kevin masih tetap tenang seperti dia sedang menyalin setiap informasi yang masuk.


“Benar-benar tidak sesuai dengan perkiraan, mereka bahkan lebih berani hanya dalam tiga minggu.” Kevin bergumam sembari menatap langit yang sedikit gelap.


Dari informasi yang disampaikan oleh Akane dan Chitose, Kevin sedikit menyeriyit mendengar perilaku dan tingkah yang ditunjukkan oleh para Transmigrator, tapi itu juga membuatnya yakin bahwa orang-orang seperti mereka akan hancur setelah Event Pemula selesai, dan lagi dia cukup kaget bahwa ada lebih banyak orang dari bumi yang terkirim ketempat ini, bahkan ada para Transmigrator lain berasal dari berbagai negara.


Namun, dia diam-diam bersyukur bahwa bahasa mereka entah mengapa berubah, seakan setiap kali mereka berbicara, bahasanya disesuaikan dengan lawan bicara. Mungkin saja ini adalah bantuan dari sistem game Beyonders World, dimana mereka diberikan pengetahuan berbahasa dunia nyata nanti.


Walaupun sebenarnya ada beberapa pola ucapan beberapa negara yang entah mengapa dibiarkan, contohnya cara Akane dan Chitose berbicara dengan dirinya, mereka menggunakan pola ucapan seperti Kevin-san dan Akane-kun.


Kevin tidak terlalu mengerti pola ucapan orang-orang luar negeri, tetapi dia sedikit familiar dengan cara bicara orang Jepang, walaupun masih terasa aneh sebenarnya.


__________________________________________


• Nama: Kevin Christophe


• Kelamin: Laki-laki


• Peringkat: Awekening (Level 01)


• Path of Beyonders: -


• Statistik keseluruhan:


- STR: 123      - VIT: 125      


- AGI: 122      - DEX: 120


- INT: 157


• Personal Abilities (2/2):


- Innate Sword Art (Rank: A)


- Blessing of the Supreme Star (Rank: Immeasurable)

__ADS_1


• Special Ability (3/4):


- Great Eye (Rank: Immeasurable)


- Divine Purgatory (Rank: Mythic)


- Overheal (Rank: S)


• Latent Ability (3/6):


- Supreme Regeneration (Rank: Mythic)


- True Martial (Rank: Legendary)


- Perfect Control (Rank: S)


__________________________________________


“Benar-benat statistik yang tidak masuk akal untuk seseorang dilevel Awekening, mungkin saja itu karena susunan dan fungsi skill yang aku miliki?”


Walaupun Kevin tau bahwa statistik dan susunan Skill miliknya akan berkembang sangat pesat, tetapi dia sangat terkejut dengan perubahan yang dialami olehnya, dan itu dibuktikan saat dia secara tidak sengaja menghancurkan Museum of Ancient Civilizations, hal tersebut terjadi karena dia marah dengan orang-orang sebelum yang ingin melakukan tindakan gila.


Selain itu, semua skill miliknya memiliki Rank diatas rata-rata, bahkan memiliki dua Ability peringkat Immeasurable (Tak Terukur), dimana karena inilah kekuatannya dapat meningkatkan sangat banyak hanya dalam tiga minggu.


Dunia ini juga memiliki sistem pembagian yang cukup unik dan berbeda, hampir semua item termasuk Skill dari ketiga kategori dibagi menjadi dua lapisan. Lapisan pertama tergolong sederhana, itu dibagi menjadi {E, D, C, B, A, S, dan S+} kurang lebih sama dengan sistem pembagian pada game-game mmorpg yang umum. Sementara untuk lapisan kedua, yang membuat game ini memiliki keunikan tersendiri, dan itu terdiri dari {Legendary, Mythic, dan Immeasurable}.


Secara alami lapisan kedua merupakan sesuatu yang sulit untuk diukur dengan huruf-huruf umum seperti lapisan pertama, jadi sesuatu yang masuk kedalam kategori kedua merupakan sesuatu yang sangat luar biasa, terutama untuk Rank Immeasurable (Tak Terukur).


Selain sistem pembagian, dunia ini juga memiliki sistem leveling atau tahapan kekuatan yang unik, sistemnya kurang lebih sama dengan metode Kultivasi yang sering muncul dalam novel-novel Fantasi Timur, maka dari itulah tidak ada yang namanya EXP atau leveling sederhana dari satu sampai seratus.


Walaupun terkesan menyebalkan dan terasa seperti menjalani kehidupan nyata waktu semua ini masih berupa game, tapi ini adalah bagian yang paling menarik untuk dikerjakan untuk sekelas game mmorpg open world, dan itu secara berurutan terdiri dari;


Newbie, Awekening, Expert, Beyonder Gate, King, Emperor, Ancestor, Great Sage, Saint, Mortal Limit, Divinity. Masing-masing memiliki Sub-level yang sederhana, yaitu (1—10).


Maka dari itu tidak salah bahwa game bernuansa campuran beberapa budaya dunia pada era Victoria ini disebut game mmorpg berkedok kultivasi, dan ini adalah alasan mengapa saat semua ini masih berupa game Beyonders World, banyak orang yang tidak menyukainya, sampai game Beyonders World tenggelam oleh waktu.


Tapi, setelah semuanya menjadi kenyataan dan mereka semua menyadari kebenarannya, orang-orang yang mengejek sampai menghujat game ini dulu berteriak seperti orang gila, dan mengatakan tanpa malu, andaikan kami memainkannya waktu itu.

__ADS_1


“Hah ... dipikir-pikir lagi, orang yang menciptakan game Beyonders World mungkin seorang peramal, atau mungkin keberadan tinggi yang dijatuhkan oleh musuh yang sangat kuat, sehingga sosok tertinggi itu ingin agar mereka yang memainkan game ini dapat tau tindakan apa yang harus dilakukan.” Kevin bergumam dengan tatapan linglung sembari menatap layar informasi miliknya.


Perasaan penuh nostalgia muncul lagi, dia mengingat semua informasi dan kenangan saat memainkan game Beyonders World, perasaan marah, sedih, tegang, dan senang saat memainkan game ini dulu, sampai-sampai dia menghapus dan membuat Avatar Gamenya karena sebuah kesalahan, sehingga dia memiliki banyak pengetahuan disetiap sudut game ini.


Sekarang aku sudah menyelesaikan beberapa hal yang perlu aku lakukan, dengan kekuatan dan kemampuan yang aku miliki saat ini, aku bisa bergerak lebih leluasa.


Tentunya Kevin baru menyelesaikan tujuh persen dari tujuannya, dia ingin mencari Irene selama perjalanan menuju tempat terakhir yang diinginkan olehnya. Tapi, Kevin berharap bahwa dia belum bertemu Irene terlebih dahulu, jika tidak istrinya itu akan melarang dirinya untuk mengambil Personal Abilities 'itu'.


Tentang kondisi Irene, Kevin semakin yakin dia baik-baik setelah indera keenam miliknya menangkap masa depan yang aneh, lebih tepatnya dia melihat Irene dengan penampilan yang berbeda sedang mendorongnya paksa keatas kasur, dan menatapnya seperti sosok buas yang kelaparan.


“Aku benar-benar memiliki firasat buruk tentang ini, jika statistik STR mempengaruhi kekuatan fisik dan stamina seseorang, bukankah itu akan mempengaruhi lama waktu kami menghabiskan malam?” Kevin tersenyum pahit setelah menyadari hal tersebut, dan bulu kuduknya berdiri tegak dengan tubuh sedikit gemetaran.


“Apa yang terjadi pada anda, Kevin-sama?” suara Akane terdengar melintas saat Kevin memikirkan istrinya.


Kevin menghela nafas diam-diam dan memasang fitur wajah misterius dan dingin, setelahnya dia berbalik melihat sosok Akane yang terlihat lesu dan sedikit lemas. Mungkin itu disebabkan karena kurang tidur, lagi pula Kevin mengintrogasi sampai menanyakan banyak hal hampir semalam.


“Tidak ada, tapi kenapa kau bangun sepagi ini? lebih kembali beristirahat.” Kevin dengan tenang memberikan saran.


Akane entah mengapa tersentak dan wajahnya tiba-tiba memerah. “T-Tidak, aku baik-baik saja sekarang.”


Jawabannya terdengar ambigu, tapi Kevin sadar bahwa Akane dan Chitose masih seorang remaja berusia sembilan belas tahun, walaupun usia tersebut sudah menandakan bahwa mereka lulus sekolah menengah atas, mentalitas mereka berdua masih lemah.


Hoo ... mereka berdua sedang dalam kondisi musim semi, ya?


Kevin merasa sedikit bersalah, lagi pula pengalaman percintaannya sudah sangat jauh dan memiliki status pernikahan resmi, jadi agak sedikit aneh saat dia ingin mengobrol tentang masalah hubungan.


“Baiklah, duduklah di samping kalau begitu.” Kevin menawarkan tempat duduk sederhana dari batang kayu yang ada dihadapannya.


Akane merasa canggung dengan perubahan topik, tapi dia dengan cepat duduk saat melihat ketenangan Kevin.


“Aku sedikit terburu-buru saat aku menekan kalian berdua, kau tidak perlu menyembunyikan apapun dariku sekarang, apa yang kau inginkan sebagai bayaran?” Kevin bertanya tanpa ragu.


Ini bukan karena rasa bersalah, baik itu Akane dan Chitose memiliki potensi yang sangat luar biasa, jika dia bisa menjalin hubungan pertemanan dengan mereka berdua, dan membentuk sebuah kelompok yang kuat, maka itu akan mempermudah hidup di dunia nyata nanti. Terlebih lagi informasi yang mereka berikan sangat bermanfaat, dan dia bisa menilai situasi jauh lebih baik.


Ngomong-ngomong, aku belum memeriksa Transmigrator Information mereka berdua, sebaiknya aku memeriksanya nanti saat Chitose bangun, jadi aku bisa membuat perbandingan.


Kevin masih menunggu dengan tatapan tenang diwajahnya yang terlihat sedikit dingin, Akane sedikit gugup karena dia harusnya yang berbicara lebih dulu, walaupun dia sedikit takut saat mengingat kekuatan yang ditunjukkan oleh Kevin sebelumnya, dia mengambil nafas dalam-dalam dengan tatapan penuh tekad.

__ADS_1


“Kevin-sama, tolong bantu kami untuk menjadi lebih kuat!” Akane mengatakan hal tersebut sambil berlutut pada Kevin.


__ADS_2