Beyonders World

Beyonders World
Chapter 22: Temple of Destiny


__ADS_3

“Hey! Hey! apa yang terjadi?” seorang wanita muda bertanya saat melihat kerumunan massa di sebuah kuil yang megah.


Lalu, wanita yang ada disampingnya menjawab dengan ekspresi serius. “Kau tidak tau? kalau Klan Summer Land dan Klan Knights of the Round Table sering konflik akhir-akhir ini?”


“Eh~ kenapa bisa begitu?” tanya wanita muda tersebut dengan penasaran.


Wanita yang ada disampingnya merenung sejenak untuk menyusun kata-kata yang tepat, karena dia tidak mau menyingung seseorang dari kedua Klan besar ini. “Hem ... kurang lebih kedua kekuatan ini ingin memonopoli Tample of Destiny. Tidak ada yang tau sejak kapan hal ini terjadi, tapi rumor mengatakan bahwa ada seseorang yang sempat meluluhlantakkan kedua Klan ini dengan kejam, sehingga keduanya menderita kerugian yang sangat besar.”


“Jadi ... kedua klan ini berusaha untuk memonopoli tempat-tempat penting di Wilayah Pemula untuk mengembalikan kekayaan mereka, ya?” wanita muda itu mengangguk paham sembari menatap kearah kerumunan.


Wanita disampingnya mengangguk ringan. “Yah, begitulah kejadiannya. Tapi, aku sedikit penasaran siapa yang bisa membuat dua Klan besar ini sampai terdesak seperti ini.”


“Hah ... ini merepotkan, kalau begitu aku pergi dulu.” Wanita muda itu berbalik dan melambaikan tangannya dengan sopan pada orang yang ia ajak bicara.


Beberapa saat kemudian, dia berhenti disebuah pohon raksasa dan melompat keatas dengan cepat. Dibagian dahan pohon yang cukup besar, duduk seorang pria muda yang sedang menutup matanya sembari menikmati hembusan angin.


“Kamu memiliki kebiasaan buruk Akane-kun, apakah kamu menyadari bahwa menutup mata itu tidak baik?” wanita itu mengomel pada pria tersebut sembari mencubit pipinya dengan lembut.


“Aw! itu sakit Chitose, aku hanya sedang menikmati angin sepoi-sepoi saja, kau tau, kan? aku adalah seorang Assassin, jadi aku masih menjaga kewaspadaanku, oke?” Akane membela diri tanpa bisa melawan cubitan Chitose.


Keduanya sudah lebih dari lima hari yang lalu keluar dari Prehistoric Black Tomb, dan perkembangan kekuatan yang mereka dapatkan benar-benar sangat besar.


Sekarang, keduanya pergi ke Tample of Destiny untuk mendapatkan Ability yang diinginkan oleh Chitose. Tetapi, karena kondisi yang tak terduga, mereka berdua harus menunggu sampai kondisi menjadi lebih kondusif.


“Hah ... ini merepotkan, andai aku memiliki kekuatan sebesar Kevin-san, aku mungkin akan menerobos masuk kedalam.” Chitose menghela nafas panjang sembari menunjuk ekspresi cemberut.


Akane tersentak kaget dan hampir jatuh, tiba-tiba mengingat betapa mengerikannya metode pelatihan Kevin, dia merinding ketakutan saat mengingat masa-masa tersebut. Tapi, dengan sifat dan karakter Kevin yang tidak segan dalam bertindak, apa yang dikatakan oleh Chitose mungkin akan terjadi bila Kevin ada disamping mereka.


“Kalian sedang ngomongin sesuatu yang familiar, bolehkah aku tau siapa Kevin yang kalian maksud?”


“AAAHH!”


Suara yang sangat lembut melintas di telinga mereka berdua, Akane dan Chitose yang awalnya biasa-biasa saja kaget dengan mata membelalak. Karena kejadian yang terjadi secara tiba-tiba, keduanya terpeleset dan terjatuh dari dahan pohon.

__ADS_1


Tapi, sebelum mereka menyentuh tanah, tubuh mereka tiba-tiba melayang selama beberapa detik sebelum jatuh ketanah dengan lembut. Tidak lama setelahnya, muncul seorang wanita anggun yang sedang mengenakan jubah hitam cerah.


Wajahnya tidak begitu terlihat, mungkin karena efek dari equipment yang dikenakan olehnya. Tapi, Chitose entah mengapa dapat merasakan keakraban yang sulit untuk dijelaskan, dan lagi wanita itu terlihat menunjukkan kehangatan pada mereka berdua.


“P-Permisi? bolehkah aku tau, siapa anda?” Chitose bertanya dengan wajah sedikit gugup.


Wanita dengan jubah itu tersentak kaget, tapi dia segera menunjuk senyum tipis diwajahnya. “Hem ... aku tidak ingin memberi tahunya, tapi kalian bisa memanggilku, Nona Adler.”


“Nona Adler?” Chitose dan Akane memikirkan kepalanya sembari berfikir keras.


“Santai saja, aku hanya bertanya tentang siapa Kevin yang kalian maksud, aku benar-benar tidak memiliki tujuan buruk, jadi tenang saja.” Adler mengangkat kedua tangannya dengan niat baik.


“B-Begitu rupanya, tapi apa hubungan antara anda dan Kevin-san?” tanya Akane untuk memastikan niat wanita dihadapannya.


Walaupun Kevin memiliki kekuatan yang sangat luar biasa berdasarkan ingatannya, tetapi Akane dapat merasakan bahwa wanita yang mengenakan jubah hitam cerah ini berada dilevel yang sama dengan Kevin, jadi karena itulah Akane harus waspada.


“Hem~ itu rahasia, lagi pula kalian masih terlalu muda untuk mengetahuinya,” jawab wanita itu dengan suara menggoda, yang juga menjelaskan bahwa dia ingin merahasiakannya.


Akane menyipitkan matanya dengan curiga. “Kalau begitu, boleh aku tau kena— AW! itu sakit, apa yang kamu lakukan Chitose?”


“Hehe~ kalian berdua akrab juga.” Adler tiba-tiba menggoda kedua pasangan itu dengan suara manis.


Chitose tersentak sebelum memasang senyum ramah, dia menunduk kepalanya sebagai permintaan maaf atas perlakuan aneh Akane. “Maaf karena tidak sopan, Kevin-san yang kami maksud tadi adalah ....”


Keheningan menyapu saat Chitose ingin membuka mulutnya, dia ingin mengatakan sesuatu, tetapi entah mengapa ada sesuatu yang hilang dari pikirannya saat ingin berbicara.


“Hem?” Adler memiringkan kepalanya dengan ekspresi penuh tanya.


“Ini gawat Akane-kun, aku tidak tahu nama lengkap Kevin-san, apakah kamu mengetahuinya?” tanya Chitose dengan suara pelan.


Akane juga terdiam dengan ekspresi kebingungan, dan dia dengan kaku mengelengkan kepalanya. Walaupun sempat bekerjasama selama beberapa minggu, baik Akane dan Chitose tidak pernah sekalipun tau nama lengkap atau sedikit latar belakangnya.


“Hah, tidak perlu kalian paksa untuk mengingatnya, aku hanya ingin tau apakah Kevin yang kalian maksud baik-baik saja.” Adler mengelengkan kepalanya dengan ekspresi tak berdaya.

__ADS_1


Walaupun wajahnya tidak sepenuhnya terlihat karena jubah yang dikenakan olehnya, Akane dan Chitose dapat merasakan kekecewaan dari suaranya, sehingga mereka merasa sedikit bersalah tentang masalah ini.


Memang keduanya tidak mengetahui hubungan antara Adler dengan Kevin. Tapi, dari caranya berbicara dan bersikap, itu pasti berhubungan dengan Kevin, dan mereka paham bahwa wanita misterius ini memiliki hubungan yang sangat istimewa.


“Maafkan kami Nona Adler, kami benar-benar hanya tau sedikit tentang kondisi Kevin-san. Terakhir kami berpisah saat Kevin-san ingin menyelesaikan sesuatu, dan katanya dia ingin mengurusi teman lamanya,” ucap Akane dengan kepala tertunduk.


“Itu benar, kami sempat melihat sebuah gerbang merah dan muncul percikan api sebelum Kevin-san menghilang, hanya ini saja yang kami ketahui, maaf ....” Chitose menambahkan dengan wajah penuh penyesalan.


“Ah ... tidak tidak, kalian tidak perlu sampai minta maaf begitu. Aku tau sifatnya, jadi hanya mendengar kalau dia baik-baik saja sudah cukup untukku.” Adler segera mengelengkan kepalanya dengan lembut.


Hem, tempat terakhir ada di Prehistoric Black Tomb, ya? tapi, pola gerakannya benar-benar berubah total. Aku jadi sulit untuk menebak kemana saja dia pergi, selain itu aku cukup terkejut Kevin mau memberikan latihan kecil, bahkan pria bernama Akane ini menerima salah satu Personal Abilities lamanya dulu.


Adler menatap kearah wajah mereka berdua dengan senyum tipis yang tiba-tiba muncul. “Kalau begitu, apakah kalian ingin ikut bersama denganku ke Tample of Destiny?”


“Eh? Nona Adler ingin pergi ke Tample of Destiny, juga?” Akane menanggapinya dengan penuh kejutan.


“Itu benar, ada sesuatu yang sangat penting disana. Aku ingin segera mengambilnya, dan melanjutkan langkahku.” Adler mengangguk dengan lembut.


“Tapi ... bukankah masih ada Klan Summer Land dan Knights of the Round Table yang sedang memperebutkan tempat itu?” Chitose memiringkan kepalanya dengan ekspresi pahit.


Adler tidak menjawab, dia segera melangkah kakinya kedepan tanpa rasa takut. “Hehe~ aku sudah pernah berhadapan dengan mereka semua, jadi tidak menjadi masalah bagiku untuk menghadapi mereka lagi, ditambah lagi ... kekuatan mereka jauh lebih melemah.”


Dia menghilang secara tiba-tiba menghilang dengan meninggalkan bekas cahaya perak tanpa memperhatikan Akane dan Chitose. Tapi, mereka berdua tiba-tiba merasakan sesuatu yang tidak baik akan segera terjadi.


“T-Tunggu sebentar, Nona Adler bilang dia sudah pernah menghadapi mereka? jangan-jangan dia—”


BOOOMM!!


Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, suara ledakan yang diikuti oleh munculnya manifestasi telapak tangan raksasa membuat Akane dan Chitose kaget, mereka berdua tidak begitu mengerti situasi yang dialami. Tetapi, mereka mendapatkan gambaran bahwa wanita itu adalah orang yang pernah memporak-porandakan dua klan besar itu sendirian.


“C-Chitose ... sepertinya aku mulai bisa menebak hubungan apa yang dimiliki oleh Nona Adler dengan Kevin-san.” Akane mulai merasakan firasat buruk saat dampak pertempuran semakin meluas.


“Tidak perlu kamu bilang Akane-kun, ayo kita lari cepat dari tempat ini, atau kita yang akan ikut terseret dalam dampak pertarungan mereka!” Chitose menarik Akane yang masih tercengang dengan situasi ini.

__ADS_1


Benar-benar mengerikan, entah itu dia adalah istri Kevin-san atau saudara atau bahkan temannya, aku tidak peduli lagi! lebih baik aku segera melarikan diri dari tempat ia bertarung, karena ... dia sama barbarnya dengan Kevin-san!


__ADS_2