Beyonders World

Beyonders World
Chapter 20: Jalan yang berbeda


__ADS_3

Kevin tidak buru-buru setelah berhasil menyelesaikan Heretic Undead Castle sebelumnya, dia bergerak sembari menyelesaikan reruntuhan atau dungeon yang bagus di wilayah Prehistoric Black Tomb, terutama untuk menambah jumlah kekayaan agar dia bisa aman.


Selain itu, dia sangat terkejut saat menemukan bahwa Akane dan Chitose memiliki sikap yang berbeda. Lebih tepatnya, hubungan antara mereka berdua entah mengapa menjadi semakin erat, dan suasana romantis hampir muncul setiap kali ada waktu luang.


Tapi, Kevin kagum dengan hasil yang telah mereka peroleh selama satu minggu ini, bahkan mereka benar-benar tidak menggunakan Starlight Crystallization yang telah ia berikan, dimana itu menunjukkan tekad mereka untuk memperkuat diri sendiri.


Mulai dari statistik sampai Ability keduanya telah mengalami banyak perubahan besar, dan kekuatan yang mereka miliki sudah melebihi standar Transmigrator di Wilayah Pemula. Terlebih lagi, mereka mengalami sesuatu yang membuat keraguan dari tindakan mereka menghilang.


Pada awalnya, Akane dan Chitose memiliki keraguan untuk membunuh sesama manusia, bahkan setelah tau bahwa manusia itu melakukan kejahatan yang tak termaafkan, mereka berdua masih gemetaran saat akan membunuhnya. Tapi, aura mereka berdua telah berubah banyak, dan itu mungkin disebabkan karena mereka berhasil menyelesaikan sebuah dungeon yang disarankan olehnya.


“Ngomong-ngomong Kevin-san, mau kemana kita sekarang?” Akane bertanya saat lingkungan sekitar mulai menjadi aneh.


Saat ini, sebelum Kevin ingin melanjutkan langkahnya, dia akan memberikan hadiah yang bagus untuk mereka berdua. Tapi, Akane dan Chitose mulai merasa merinding dan tidak nyaman dengan situasi ini, bahkan jauh lebih menyeramkan dari yang bisa mereka hadapi.


“Oh? kalian tidak mau hadiah yang akan aku berikan? kalau begitu ayo kembali.” Kevin berhenti dengan senyum tipis diwajahnya.


“Tidak! kami hanya penasaran saja kemana Kevin-san akan membawa kami, bukannya kami menolak hadiahnya!” Chitose protes dengan cemberut.


Kevin hanya mengedipkan matanya dengan senyum misterius diwajahnya, dia menjentikkan jari dengan lembut diudara, dan api putih keemasan muncul diatas jari telunjuknya.


“Kalian akan tau sendiri jawabannya.”


Swoss!!


Lidah api ditembakkan kedepan dengan jumlah yang sangat besar, itu membakar tumpukan akar-akar hitam berduri yang menutupi jalan, kobaran api yang sangat panas membuat Akane dan Chitose harus mundur beberapa langkah serta menutupi wajahnya.


Api yang berkobar-kobar dengan cepat membakar seluruh akar hitam berduri tersebut, meninggalkan jejak abu hitam sebelum sebuah jalan muncul, sangat gelap dan dipenuhi oleh suara gagak yang terus mengeluarkan berbunyi.


“Ayo ikuti aku, tentunya jika kalian memiliki keberanian.” Kevin melangkah maju kedepan tanpa berpaling.


Akane dan Chitose saling menatap dengan bingung, sebelum memutuskan untuk mengikuti langkah Kevin.


Jalan yang sangat sepi dan tenang membuat ketakutan yang muncul dalam hati mereka menghilang, malah sekarang digantikan oleh kesedihan yang tak dapat dijelaskan, ditambah lagi mereka merasa tidak asing dengan situasi jalan yang mereka pijak, dan arah tempat mereka tuju seakan-akan pernah mereka lihat sebelumnya.


“Apakah ini jalan menuju sebuah tempat yang mirip dengan kuburan, kan?” Akane membuka mulutnya setelah menyadari situasi sekitar.

__ADS_1


“K-Kuburan?” Chitose tersentak kaget dan memasang wajah ketakutan.


“Memang benar itu adalah kuburan, tapi apa yang akan lihat berbeda, ayo cepat.” Kevin menjawabnya dengan simpel tanpa memberitahu detail lebih jauh.


Selain menjadi perhentian terakhirnya, Kevin ingat bahwa ada sesuatu yang bagus untuk Akane, jadi dia ingin menghadiahkan sebuah 'Ability' rahasia yang tersimpan disana.


Tidak butuh waktu lama, mereka bertiga sampai didalam kuburan. Tapi, kuburan yang dimaksud tidak sesuai dengan ekspektasi Akane maupun Chitose, lebih tepatnya ini adalah sebuah kuburan untuk ribuan pedang tua yang ditancapkan ketanah seperti batu nisan, dan selalu muncul energi unik berwarna hitam cerah.


“Apakah ini adalah kuburan pedang yang sering muncul dalam anime dan manga?” Chitose sedikit tenang karena kuburan yang ada didalam pikirannya tidak terwujud.


Kevin mengangguk ringan dengan senyum tipis diwajahnya. “Benar sekali, juga ini adalah perhentian terakhirku di Prehistoric Black Tomb. Jadi, sebelum aku pergi untuk urusan tersebut, ada beberapa hal yang perlu kalian dapatkan terlebih dahulu.”


“Ah ... baiklah kalau begitu, kami akan ikut.” Akane mengambil keputusan untuk mengikuti arahan Kevin, dan Chitose mengangguk setuju sebagai balasan.


Karena ukurannya yang tidak terlalu besar, mereka sampai disebuah sebuah peti mati yang terbuat dari batu, ada ukiran pedang patah yang memiliki makna unik, dan sebuah pedang tua yang menancap secara vertikal.


Kevin tidak menunda-nunda pekerjaan, dia dengan cepat mencari-cari disekitar peti mati tersebut segera tanpa memperdulikan ekspresi Akane dan Chitose yang terkejut. Mereka berdua berfikir bahwa mereka diharuskan untuk melakukan penghormatan, tapi ekspektasi ternyata tidak sesuai dengan realita.


“Ah! sudah dapat, ternyata lokasinya tidak berubah setelah bertahun-tahun aku tidak mengambil rute itu.” Kevin mengambil sebuah Pil ungu yang mengeluarkan kabut hitam keunguan, dan terdapat aura yang sangat kuat sekaligus mencekam terpancar.


Akane menangkapnya dengan cepat, tetapi wajahnya menjadi sedikit menyeriyit setelah memperhatikannya dengan baik. “Ini ... apa ini, Kevin-san? rasanya aku sedang berhadapan dengan sesuatu yang sangat kuat dan mengintimidasi.”


“Itu adalah Demonic Soul Pill, gabungkan dengan Personal Abilities {Dagger Art} milikmu itu. Aku tidak akan memberikan tahu apa yang akan muncul, tapi jika kau berani mengambil keputusan, maka ambil Ability itu, karena aku dapat meyakinkan bahwa itu sangatlah kuat,” ucap Kevin dengan tatapan ringan tanpa mempermasalahkan apapun.


Akane merasa aneh, tapi dia yakin bahwa Kevin tidak bermaksud untuk membahayakannya, mungkin yang dimaksud olehnya adalah ada resiko atau proses yang menyakitkan saat mendapatkan Ability yang dimaksud


“B-Bagaimana denganku?” Chitose bertanya dengan mata berbinar-binar.


Ada apa dengannya? tapi yah, gadis ini berencana untuk mendapatkan Ability itu, jadi aku harus memberikan sesuatu yang bagus. Mungkin, Magic Orb dan kumpulan Magic Spell tingkat tinggi.


Kevin menyerahkan sebuah buku dan Orb yang sebesar genggaman tangannya sebagai wanita berusia sembilan belas tahun, dia tidak terlalu berharap bahwa Chitose akan senang atau membuat reaksi yang bagus. Tapi, dia mengubah pikirannya tersebut setelah melihat mata Chitose berbinar-binar karena senang, dan dia terlihat ingin melompat karena bahagia.


“Tidak ... kenapa aku malah terlihat seperti ayah yang memberikan hadiah pada anak-anaknya?” Kevin merasa canggung melihat ekspresi senang yang terpancar dari wajah Akane dan Chitose.


Dia segera mengelengkan kepalanya dengan lembut tanpa memikirkannya lagi. “Baiklah, kalian nikmati waktu kalian dulu, terserah kalian ingin melakukan apa, tapi tetap pegang baik-baik Starlight Crystallization, mungkin ini akan sedikit lama, karena aku akan berurusan dengan teman lama.”

__ADS_1


“Baik! kami mengerti.” Akane dan Chitose mengangguk setuju secara bersamaan.


Kevin mengangguk ringan, dia mengeluarkan sebuah kertas yang berisikan pola untuk membuka pintu keluar Prehistoric Black Tomb, dan segera menyerahkannya pada mereka berdua.


Dia mulai menjelaskan apa saja yang perlu mereka lakukan, karena dia tidak tau dengan pasti berapa lama waktu yang harus dihabiskan olehnya ditempat tersebut, tapi dia harus mempercayai Akane dan Chitose untuk melakukan beberapa hal penting. Tentunya hadiah yang diberikan olehnya adalah bayarannya, jika mereka berhasil melakukan tugasnya yang ia berikan dengan baik, maka dia akan memberikan sesuatu yang bagus.


“Baiklah kami mengerti, permisi.” Akane menunduk kepalanya dengan sopan sebagai bentuk rasa hormat.


Keduanya segera pergi tanpa berbalik, tapi Kevin tau bahwa ada keengganan dari tindakan mereka. Lagi pula, walaupun waktu yang mereka bertiga habiskan cukup singkat, tapi sudah terbentuk ikatan kecil diantara mereka bertiga.


“Hah ... rasanya jauh lebih sulit dari pada saat masih sebuah game, tapi aku tidak ingin tenggelam dalam suasana seperti ini.” Kevin menghela nafas panjang sembari menatap kearah peti mati tersebut, dan segera mengambil sebuah kunci.


[The Key of Eternal Hell]


Rank: Tidak diketahui


Tipe: Kunci


Deskripsi: Sebuah kunci yang menjadi akses masuk ke dunia Eternal Hell.


Sederhana tanpa adanya tambahan berlebih, tapi hanya dua kata saja sudah membuat bulu kuduk Kevin berdiri. Ada alasan mengapa dia mondar-mandir diseluruh Wilayah Pemula, sampai lupa akan kehadiran istrinya yang mungkin sedang mencarinya.


Dia telah menyadari kenyataan kejam yang akan menanti dimasa depan, terutama setelah sadar bahwa bukan hanya dia saja yang menjadi seorang Transmigrator, sehingga ada kemungkinan besar muncul banyak variabel yang tak terduga, dimana itu akan mempengaruhi pengetahuan dan informasi yang ia ketahui tentang game Beyonders jadi sia-sia.


“Maka dari itulah, aku akan mengambil resiko ini untuk mendapatkan kekuatan! kekuatan besar yang cukup untuk mengatasi segala macam urusan yang akan muncul nantinya, jadi ayo kita mulai saja, langkah utama untuk jalur kekuatanku.” Kevin segera memutar kuncinya keudara kosong didepannya.


Drittt!


[Anda telah menggunakan The Key of Eternal Hell!]


Muncul percikan kemerahan dihadapannya, hembusan angin kencang yang memberikan perasaan menakutkan, serta bayangan menakutkan yang dipenuhi oleh monster api mematikan.


Beberapa detik setelahnya, muncul pintu gerbang kecil yang terbuat dari besi, dimana terdapat pola-pola serta ukiran yang sangat asing, tetapi juga memberikan perasaan mengancamnya.


[Apakah anda ingin memasuki dunia Eternal Hell?]

__ADS_1


Kevin menyentuh pintu gerbang dengan senyum masam, tapi dia segera menunjukkan tatapan yakin. “Tidak ada yang namanya makanan gratis didunia ini, jadi tentunya jawabanku adalah, Ya!”


__ADS_2