
Badai salju menjadi hal yang sangat menganggu perjalanan Kevin di wilayah dingin Eternal Hell, tentunya para monster juga menjadi bencana tersendiri untuk ditangani.
Werewolf dianggap sebagai monster terlemah di wilayah dingin ini. Tetapi secara berkala, monster yang menghampirinya mulai bervariasi tergantung lokasinya.
“Huff ... Ice Golem, Elemental Spirit, Polar Bear, Snow Tiger. Mereka benar-benar monster yang jauh berbeda dengan yang ada diluar sana, untungnya aku sudah memiliki ketrampilan yang bagus.” Kevin menatap dingin kebelakang, dimana ada tumpukan monster-monster mati yang disebut olehnya tadi
Secara keseluruhan, para monster di Eternal Hell ini memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari yang ada diluar sana. Hal ini disebabkan karena lingkungan yang sangat keras, wilayah berapi-api yang sangat panas dan wilayah dingin yang sangat dingin.
Walaupun mereka tidak memiliki kekuatan Sihir yang luar biasa, kekuatan fisik dan daya tahan tubuh mereka adalah hal yang paling mengerikan, dan sudah jauh melampaui batas kata normal untuk diatasi Transmigrator standar.
Termasuk para Elemental Spirit, karena wilayah dingin yang didominasi oleh es dan salju, mereka memiliki atribut es yang sangat sulit untuk ditangani, bahkan Divine Purgatory belum cukup untuk mengalahkan mereka.
“Yah ... hal-hal yang merepotkan seperti ini juga memiliki keuntungan tersendiri, para monster ini menjatuhkan banyak material yang bagus, rata-ratanya ada di peringkat C atau bahkan S.”
Kevin memunguti setiap material dan item drop dari para monster yang telah ia bunuh sebelumnya. Lagi pula akan sia-sia jika membiarkan material bagus seperti ini bergeletakan, plus dia tidak perlu khawatir karena memiliki ruang penyimpanan yang tak terbatas.
“Hem?” Kevin berbalik saat dia mulai menyadari bahwa ada banyak rasa haus darah diarahkan padanya.
“Grrrr!!” para monster yang sebelumnya ia sebut berkumpul dan mengepungnya dengan niat membunuh tajam, mungkin melihat bagaimana cara Kevin memperlakukan mayat rekan-rekan mereka, sehingga mereka menjadi sangat marah dan dipenuhi oleh kebencian.
“Jaraknya juga sudah dekat, jadi tidak masalah untuk menghadapi mereka lagi.” Kevin segera mengambil belatinya dengan seringai dingin.
[Dark Abyss Dagger Art telah diaktifkan!]
BAM!
Tiga Ice Golem muncul dari balik badai dan langsung menyerang dengan kekuatan penuh. Kevin melompat kesamping menghindari pukul dari tangan yang kokoh dan keras itu.
__ADS_1
Namun, para monster lainnya juga ikut menyerang secara bersamaan dengan dia sebagai targetnya, bahkan Elemental Spirit yang bisanya jarang berinteraksi pun ikut bekerja sama dengan kawanan monster lainnya.
Dia menjentikkan jarinya kedua dan Divine Purgatory segera berkobar ditangan kirinya. Setelahnya, dia menembakkan lidah api yang sangat besar kedepan untuk menghalau setiap serangan yang diarahkan padanya.
BOOM!!
Karena ditempat ini, Kevin bisa menggunakan kemampuan Divine Purgatory secara efesien, tentunya itu tidak sepenuhnya berguna karena atribut es yang tertanam dalam tubuh mereka cukup kuat, jadi dia harus menggunakan lebih banyak kekuatan.
Melihat kondisi para monster yang tersendat, Kevin melangkah maju kedepan dengan kecepatan penuh, dibawah naungan energi hitam keunguan yang pekat, dia segera mengerakan belati beberapa kali kearah para Elemental Spirit.
“Goeee ....!” lolongan terdengar setelah mereka terpenggal menjadi dua oleh serangan Kevin.
Elemental Spirit bisa dikategorikan sebagai mahluk halus, jadi untuk membunuhnya diperlukan sesuai yang berhubungan dengan kekuatan Roh, atau sesuatu yang bisa menyerang hal yang berada diluar alam nyata.
Tapi, setelah dia mempelajari keterampilan Dark Abyss Dagger Art, mengurusi mereka bukanlah hal yang sulit dan cukup mudah asal memiliki kekuatan. Simpelnya lagi, setelah para Elemental Spirit disekitar terbunuh olehnya, mereka menghilang seperti debu luar angkasa, dan sebuah permata berwarna biru jatuh kebawah tanah.
Swoss!!
Dibawah rentetan serangan dari para monster, Kevin terus menghindar setiap serangan dari mereka, dan mengusahakan untuk membunuh monster yang memiliki kemampuan yang sulit untuk ditangani.
BOOM!!
Para Ice Golem akan bertindak sebagai tank, Polar Bear dan Snow Tiger akan bertindak sebagai penyerang utama, lalu kelompok Werewolf bertindak sebagai assassin yang mencari celah untuk menyerang secara tiba-tiba, karena para Elemental Spirit sudah dihabisi oleh Kevin, arah serangan mereka sendiri kacau.
Ada yang aneh disini, cara mereka bekerjasama sangat mirip dengan pola serangan sebuah Party yang melakukan Raid Dungeon. Tapi, mereka terlihat seperti dipaksa untuk melakukannya, dan ketika fondasi mereka rusak, para monster ini kebingungan untuk melakukan apa.
“Ah ... sepertinya ini adalah variabel tak terduga lainnya, apakah mahluk jadi-jadian itu yang melakukannya?” Kevin menunjukkan senyum licik saat matanya menatap kepuncak istana tua yang ditutupi oleh salju dan es tebal.
__ADS_1
“Sangat merepotkan, bagaimana aku bisa lupa kalau mahluk yang ada didalam istana itu jauh lebih merepotkan, apakah dia juga sedang menganalisa kekuatan dan kemampuanku?” Kevin bergumam dalam hatinya.
[Opsi khusus Dark Abyss Dagger Art, {Black Flash} telah diaktifkan!]
Crittt!
Kilatan hitam kembali muncul disekitar Kevin dan dia menghilang dari pandangan para monster. Setelahnya terdengar suara sambaran petir, dan monster-monster itu terbelah menjadi dua dalam sekejap mata.
Ekspresi para monster kebingungan sebelum nyawa mereka melayang, dan potongan tubuh mereka berjatuhan ketanah bersalju.
“Apakah kau sudah melihatnya, idiot?” Kevin menatap dingin kearah sebuah kerucut es yang menggantung di gerbang istana.
Dengan adanya Great Demon Eye, Kevin dapat menyadari bahwa ada suatu pihak yang mengawasi gerak-geriknya, ditambah lagi caranya mengawasi jauh lebih terselubung dari pada yang pernah dilakukan oleh Heretic Undead King sebelumnya, dan dengan pancaran aura dingin yang dirasakan olehnya dari istana besar tersebut, dia memiliki keyakinan bahwa ada musuh yang sangat kuat tinggal didalamnya.
Masih diam? bos monster ini benar-benar perhitungan dengan lawan yang akan dihadapi. Tapi, dia belum tau bahwa ini bukanlah pertama kalinya aku menghadapinya, jadi ayo kita lihat apakah dia akan memicu sebuah variabel tak terduga lainnya, atau malah dia masih sama layaknya seorang politikus yang telah kehabisan ide?
Saat semua ini masih berupa game, para mob monster, bos monster, npc, dan semua yang ada didalamnya dapat memicu sebuah variabel tak terduga. Mereka dirancang dengan sangat khusus, sehingga mereka bisa menunjukkan ekspresi dan bertindak sesuka hati, jadi mereka dapat memicu variabel-variabel aneh yang bisa membuat situasi menjadi kacau.
Hal inilah yang membuat Kevin tetap waspada dengan variabel tak terduga yang bisa muncul kapan saja, dan setiap kali dia mengambil sebuah tindakan atau ingin menyelesaikan sesuatu masalah, dia harus menyiapkan rencana cadangan jika situasi itu muncul.
BAM!
Kevin menendang gerbang raksasa yang merupakan akses masuk istana dengan kakinya, tidak ada keraguan dari tatapan matanya saat dia menjentikkan jarinya dengan Divine Purgatory yang mulai berkobar.
[Anda telah memasuki area Reruntuhan {Crazy Noble Palace}!]
Dari namanya saja Kevin sudah sadar bahwa reruntuhan yang dikunjungi olehnya juga tidak normal, dan senyum pahit segera menghiasi wajahnya yang terlihat lelah.
__ADS_1
“Walaupun tidak sebanding dengan kekejaman dan kegilaan Heretic Undead King sebelumnya, yang ini akan jauh lebih menjijikkan. Mengingatnya saja sudah hampir membuatku muntah.” Kevin segera mengelengkan kepalanya dan membuang ingatan buruk yang melintas dipikirkannya.