
“Sialan! butuh tiga hari untuk mengurusi mereka semua, Hellhound benar-benar musuh yang keras kepala.” Kevin mengumpat sembari berdiri diatas tumpukan para Hellhound yang telah ia bunuh.
Dengan sifat penuh dendam dan keras kepala, Hellhound tidak akan pernah berhenti menyerang sampai tidak ada satupun dari mereka yang hidup. Sama halnya dengan kondisi Kevin saat ini, dia harus menghabisi para Hellhound yang ada di wilayah mereka sampai tak bersisa lagi.
Terlalu banyak membuang waktu, setidaknya dengan berbeda waktu yang cukup besar, Kevin tidak perlu khawatir tentang masalah lama waktu yang ia habiskan, dan ia bisa fokus untuk mendapatkan lebih banyak item, material, termasuk keterampilan yang kuat ditempat ini.
“Dua hari didalam Eternal Hell setara dengan satu hari didunia nyata, jadi aku bisa sedikit mengurangi jumlah waktu yang aku habiskan di Wilayah Pemula. Sekarang, statistik dan keterampilan yang aku miliki cukup bagus.” Kevin tersenyum melihat jendela informasi yang muncul di hadapannya.
__________________________________________
• Nama: Kevin Christophe
• Kelamin: Laki-laki
• Peringkat: Awekening (Level 09)
• Path of Beyonders: -
• Statistik keseluruhan:
- STR: 133 - VIT: 130
- AGI: 129 - DEX: 144
- INT: 192
• Personal Abilities (2/4):
- Blessing of the Supreme Star
- Innate Sword Art
• Special Ability (5/8):
- Great Demon Eye
- Divine Purgatory
- Overheal
- True Death
__ADS_1
- Glacier Formation
• Latent Ability (6/8):
- Supreme Regeneration
- Weapon Specialist
- Focused Adaptation
- Shallow Breathing
- Perfect Control
- Serenity
__________________________________________
Peningkatan kekuatannya sangat besar sekarang, dan Kevin juga tidak perlu khawatir dengan kondisi tak terkendali karena peningkatan besar-besaran yang terjadi padanya, dengan kombinasi keterampilan terutama untuk Latent Ability yang bagus, maka dia bisa meningkatkan kekuatannya secara terus-menerus tanpa perlu mengkhawatirkan kondisi tak terkendali.
Selain itu juga, Kevin harus fokus untuk meningkatkan statistik Intelligence sekarang. Karena, hampir semua Ability miliknya memerlukan banyak pengguna Energi Sihir, bahkan jika dia memiliki Supreme Regeneration pun meningkat statistik Intelligence tetap menjadi prioritas utamanya.
Sementara untuk statistik lainnya bisa ia imbangi dengan Potion atau material konsumsi yang tersebar luar di Wilayah Pemula, bahkan saat dia berada di dunia nyata nantinya pun benda-benda yang bisa meningkatkan statistik masih tetap ada.
Tujuannya kali ini adalah tempat tergelap di Eternal Hell, {Endless Darkness}!
Berdasarkan ingatannya, lokasi tempat itu tidak begitu jauh dari lokasinya saat ini. Ditambah lagi dengan sedikitnya monster yang beraktivitas disekitar tempat itu, maka tidak ada halangan yang akan menunda pergerakan Kevin.
“Masih begitu suram, tapi ... kegelapan ini masih tidak bisa dibandingkan dengan tempat terakhir yang ingin aku kunjungi. Kalau begitu, sudah saatnya aku menggunakan lampu untuk menerangi jalanku.” Kevin segera mengambil sebuah lentera biru dari Wide World Bracelet, dan memasukkan sejumlah besar Divine Power serta Mana Stone kedalamnya.
[Lantern of the Bright Soul telah diaktifkan!]
Sebuah item yang menjadi satu-satunya metode untuk berjalan ditempat super gelap seperti Endless Darkness dan tempat terakhir yang akan dikunjungi oleh Kevin, tidak hanya berguna untuk di Wilayah Pemula saja, tetapi akan berguna sampai di dunia nyata nantinya.
Lagi pula {Lantern of the Bright Soul} merupakan item Rank S+ yang hampir mendekati kategori item legendaris, jadi kegunaannya tidak sesederhana untuk menerangi jalan saja.
Yah ... sebenarnya aku mencari item ini juga hanya untuk menerangi jalan saja. Tapi, aku yakin pasti bisa dimanfaatkan dalam kondisi tertentu.
Kevin mulai memasuki area yang sangat gelap dengan suasana yang tidak dapat dijelaskan, lentera yang melayang disampingnya segera memancarkan cahaya putih halus. Dalam jarak sekitar lima meter dengan dia sebagai pusatnya, sehingga ia dapat melihat semuanya dengan sangat jelas.
Namun, Kevin dapat merasakan perasaan tidak nyaman dengan kegelapan disekitar, dia merasa bahwa ia terjebak dalam penjara yang tidak memiliki cahaya, dan perasaan tidak bisa lolos dari tempat sunyi ini.
__ADS_1
Tenang dulu, ayo selesaikan ini dengan pelan dan pasti. Jadi, kita mulai dari langkah menuju pusat dari tempat ini.
Empat puluh tiga langkah ke arah jam tiga ... tiga puluh langkah kearah jam empat ... enam belas langkah kearah jam dua belas ... melompat sebanyak sembilan kali kearah jam dua ... dan seratus satu langkah kearah jam tiga sebagai penutup.
Kevin melangkah berdasarkan ingatan yang ia ketahui dari game Beyonders World, setiap langkahnya penuh perhitungan dan kehati-hatian, walaupun dengan bantuan dari Lantern of the Bright Soul, dia harus tetap menggunakan pengalaman dan sensasi yang dirasakan saat berjalan-jalan di wilayah Endless Darkness.
Setelah menyelesaikan langkah terakhir, Kevin dapat merasakan bahwa ia telah menginjakkan kakinya ditempat yang telah dibeton oleh semen atau batu halus, dan dia mulai menambahkan Divine Power dan Mana Stone jauh lebih banyak ke Lantern of the Bright Soul.
[Anda telah memasuki Area Rahasia {Nameless Ruins}!]
[Dikarenakan kondisi khusus, anda hanya bisa mengambil lima barang yang tersedia di tempat ini. Setelah mengambil lima item, maka anda akan secara otomatis dikeluarkan dari area ini, dan anda tidak akan bisa menemukan reruntuhan ini lagi]
“Sampai juga, sayang sekali ukurannya kecil untuk sebuah Area Rahasia. Tapi, benda-benda yang ada disini semuanya adalah item atau material kelas atas yang berharga, jadi harganya sebanding.” Kevin tersenyum puas dengan situasi yang dihadapi olehnya.
Kevin segera membuat Lantern of the Bright Soul melayang ditengah-tengah area, sinar putih bersinar terang, dan membuat jarak pengelihatannya menjadi lebih baik.
“Jadi ... ayo kita ambil beberapa diantaranya terlebih dahulu.” Kevin mulai bergerak disekitar reruntuhan dengan santai.
Matanya melirik kesana kemari dengan Great Demon Eye yang diaktifkan, Kevin mendecak kagum melihat setiap kualitas item yang ditunjukkan. Tapi, dia tidak memiliki waktu untuk mengambil semua itu, ditambah lagi dengan persyaratan dalam reruntuhan ini.
Serius, hanya boleh mengambil lima benda dalam area ini? aku tidak tau mengapa administrator membuat peraturan ini. Tapi, kalau tidak salah ingat, dia mengatakan bahwa semua yang terjadi pada dunia game Beyonders World akan bertindak secara alami tanpa diatur oleh A.I.
“Sudahlah, setiap hal pasti memiliki peraturannya sendiri. Tapi, mengambil lima barang yang ada disini sudah lebih dari cukup, dan kita mulai dari ini.”
Kevin berjongkok dan mengambil sebuah koper kecil yang terbuat dari kulit buaya, terlihat sangat tua dan ditinggalkan dalam waktu yang sama lama. Dia segera membukanya dengan pelan, dan menemukan beberapa persenjataan sederhana yang mungkin dimiliki oleh seorang Assassin.
Tapi, diantara barang yang ada didalam koper kecil tersebut, ada dua item yang memancarkan energi gelap misterius, dan sebuah catatan kecil yang berisikan detail tentang koper kecil ini.
[Unowned Suitcase]
Rank: ???
Tipe: ???
Deskripsi: Sebuah koper berisikan perlengkapan seorang Assassin yang tidak berpemilik, tidak ada yang tau kenapa bisa ada di Endless Darkness atau jatuh ke Eternal Hell. Tapi, ada segudang misteri dari kehadirannya ditempat ini.
“Masih sama, tapi rasanya benar-benar sangat aneh saat memegangnya secara langsung. Sudahlah ... ayo kita mulai dulu.” Kevin segera mengambil sebuah kertas yang sempat ia ambil dari Museum of Ancient Civilizations, dan sebuah Elixir dengan cairan keemasan.
[Kedua item saling bereaksi!]
[Apakah anda ingin menggabungkan {Unowned Suitcase} dan {Abyss Records}?]
__ADS_1
Kevin sedikit ragu untuk menjawab, entah mengapa deskripsi yang dijelaskan oleh Avatar Game dulu membuatnya sedikit gemetaran, dan itu benar-benar sensasi yang jauh lebih buruk dari pada saat dia memasang Ability Great Demon Eye.
“Huff ... apa boleh buat! ya! gabungkan kedua item!” Kevin berteriak dengan ekspresi tegas.