
Melihat Kevin yang menyerang terlebih dahulu, dia segera memberikan pukulan kedepan secara mendadak, ada keyakinan dari tatapan matanya bahwa ia akan menang.
BAM!
Bilahan belati Kevin dan pukulan pria tua itu saling bertubrukan, menciptakan gelombang udara yang berhembus disekitar. Setelah itu, kobaran api tiba-tiba muncul dari lengan kiri Kevin, sehingga itu menjalar dan membentuk tembakan lidah api tepat diwajah pria tua tersebut.
Woshh ... BOOM!!
Api yang cukup kuat mengenai tepat diwajah pria tua itu secara total, sehingga dia tersentak dan mundur beberapa langkah. Tapi, Kevin tidak akan membiarkan pria tua itu memiliki kesempatan, dia turun kebawah dengan tenang, dan setelahnya dia mengayunkan kedua belati yang ada ditangannya dengan cepat.
“Agrhhh! kau benar-benar berani!” pria tua itu kembali mendapatkan kemarahan saat rasa sakit menyebar keseluruhan tubuhnya, dia nampak bingung setelah menyadari bahwa hampir beberapa kemampuannya tidak aktif, dan itu dapat dibuktikan dari luka-luka yang ada di dada dan seluruh lengannya.
Dia menggertak giginya dengan kesal saat dia memukul kedepan dengan kekuatan besar, Kevin cukup kaget dengan respon cepatnya untuk pulih, sehingga dia harus menerima serangan yang sangat kuat, dan terpelanting kebelakang sebelum menabrak dinding dengan keras.
Tapi, Kevin mampu tetap berdiri dan menepuk pundaknya dengan ekspresi serius, dia menyimpan kembali dua belatinya, dan menarik pedang perak yang telah diperkuat oleh beberapa Magic Spell dan Mana Rune.
Wushh!
Kevin tidak perlu ragu untuk menyerang, terlebih lagi saat semua ini masih berupa game yang dapat dimainkan, dia pernah menghadapi pria tua yang merupakan Mutant Creature ini berkali-kali, sehingga dia sangat hafal setiap pola serangan dan juga kata-katanya.
“Ahhh! apa-apa dengan orang ini?!” pria tua itu menjerit kesal dalam hatinya.
Entah mengapa setiap kali dia menyerang dengan berbagai metode, Kevin terlihat seolah-olah mengetahuinya dengan mudah, dan menghindari sampai memanfaatkan serangannya untuk melawan balik. Dia pun sempat berfikir bahwa Kevin adalah benalu yang selalu menempel padanya selama ini, dan melawannya ketika dia sedang lengah.
Tring! Tring! Tring!
Tubuh pria tua itu secara alami sangat kuat, hal itu karena ada lapisan energi seperti baju pelindung yang menyelimutinya, tetapi karena penalti yang ditetap oleh Supreme Star Tample, ada beberapa goresan yang muncul setiap kali tebasan pedang Kevin mengenainya.
“Sial! sial! sial! siapa kau sebenarnya?!” dia bertanya dengan marah.
“Aku adalah 'ayahmu' bajing*n tengik!”
__ADS_1
BAM!
Kevin menjawabnya sembari memberikan pukulan dengan tangan kirinya sekuat tenaga tepat diwajahnya.
Pria tua itu terpelanting cukup jauh kebelakang, tapi dia mampu untuk mempertahankan tubuhnya agar tidak jatuh. Alisnya berkedut dan menatap kearah Kevin dengan mata merah penuh kebencian, percikan cahaya putih dan hitam segera berputar-putar dengan munculnya beberapa bulu-bulu halus disekitarnya.
“Kaulah yang telah membuatku seperti ini!”
Akhirnya dia mengeluarkan itu juga, bagus sekali bodoh. Semakin cepat kau menggunakannya, maka pertarungan ini akan mudah untuk diselesaikan.
Kevin memasang seringai licik dengan tatapan mengejek, sehingga pria tua itu segera naik vital dengan keluarnya energi yang sangat besar, itu menciptakan gelombang cahaya hitam dan putih yang seimbang, saat kemegahan yang luar biasa menyapu seluruh ruangan.
Setelah kemunculan yang sangat luar biasa, pria tua itu tiba-tiba muncul dengan wajah tampan seperti pemuda berusia dua puluh tahunan, rambut pirang sedikit gelap,dua iris mata berbeda warna merah dan biru, serta sepasang sayap putih dan hitam.
“Manusia rendahan, akan aku tunjukkan padamu apa itu kekuatan dew—!”
Shu!
Belum menyelesaikan kata-katanya, Kevin segera melempar pisau kecil yang sama tepat kearah wajahnya, dan itu sangat membuat marah pada Kevin, sebab saat dia ingin mengatakan sesuatu yang merendahkannya, Kevin akan selalu menganggu ucapannya.
“Kau terlalu berisik!” Kevin tidak mau kalah dan mengambil keputusan yang sama dengan maju tanpa ragu.
BOOM!
Konflik yang sangat hebat terjadi antara mereka berdua, kecepatan dan kekuatan yang dikerahkan oleh keduanya terlihat seimbang, tetapi dapat terlihat bahwa Kevin jauh lebih unggul karena menerima serangan jauh lebih sedikit dari pria tua itu. Bahkan dengan menggunakan dua pedang dikedua tangannya, pria tua itu terlihat kewalahan dalam konflik langsung.
Tring! Tring! Tring!
Muncul percikan api yang diikuti oleh suara tabrakan antara dua benda tajam, kecepatan mereka berdua sangatlah luar biasa sampai hanya terlihat jejak cahaya, jika bukan karena kekokohan Supreme Star Tample, maka sudah dapat dipastikan bahwa ruangan tersebut akan hancur.
“Sialan, apa yang terjadi padaku sebenarnya? bahkan jika kekuatanku menyeimbangi orang ini, harusnya pengalaman dan keterampilan bertarungku jauh lebih unggul. Tapi mengapa, mengapa dia terlihat seperti dapat dengan mudah membaca setiap gerakan ku?” pria tua itu merasa sangat kebingungan, wujud mudanya terlihat mengkerut dalam sekejap.
__ADS_1
Selama beberapa jam mereka berkelahi secara langsung, Kevin terlihat benar-benar berada diatas angin, setiap gerakan dan posisi serangannya tepat dengan sempurna, bahkan Kevin masih tetap mampu untuk menghindari setiap serangannya.
Melihat wajah penuh tanya pria tua itu, Kevin tersenyum dengan wajah licik. “Itu karena kau adalah seorang bajing*n tengik yang sok kuat!”
Innate Sword Art, Fourth Move — Double Slash!
Kevin melangkah kedepan dan mengunci gerakan pria tua itu, pedang perak ditangannya bergerak dengan kecepatan yang sangat cepat, dua tebasan beruntun yang sangat cepat melintasi seperti sambaran petir, dan darah berwarna ungu keemasan keluar saat lengan kanannya terpotong, dan dadanya segera mengalami luka yang sangat dalam.
“Bagaimana mungkin, bagaimana mungkin aku bisa kalah seperti ini?” pria tua itu roboh kelantai dengan wajah pucat, dan darah berwarna aneh tersebut mengalir keluar.
“Berhentilah bersikap dramatis, kau pikir aku tidak tau bahwa apa yang ada dihadapanku saat ini adalah klon?” Kevin berjalan kearahnya dengan senyum licik.
“A-Apa? dari mana kau bisa tau?” pria tua itu memasang ekspresi syok diwajahnya.
Kevin tidak menjawab, dia hanya menunjukkan senyum penuh arti saat salah satu Magic Rune yang dipasang di pedangnya, sinar hijau aneh yang membawa perasaan mistis muncul, dan simbol kuno yang tidak dapat dijelaskan berkedip saat dia ingin menebas.
“Tidak mungkin, S-Soul Severing Rune?! bagaimana kau bisa membuatnya?” walaupun wajahnya terlihat pucat dan terlihat akan mati lemas, kepanikan dan perasaan kaget masih dapat terlihat jelas diwajahnya.
“Ding~ Dong~ aku juga tidak mau menjawabnya, tapi akan menjadi masalah jika dirimu yang asli mengetahui identitas dan wajahku, jadi aku tidak ingin membuat masalah terlebih dahulu,” jawab Kevin dengan senyum penuh arti.
“K-Kau! kau pasti akan menyesalinya, karena di Cult of Weird Creatures ada ban—!”
Untuk kesekian kalinya, sebelum pria tua itu ingin mengucapkan kata-katanya, Kevin dengan cepat menebaskan pedangnya tepat pada leher pria tua itu tanpa ragu, sehingga dia berhenti berbicara dan tubuhnya berubah menjadi kepingan tanah liat kering.
“Hah! benar-benar sangat menegangkan, untungnya semuanya berjalan seperti saat semua adalah game, aku jadi sangat gugup jika rencanaku tidak berhasil.”
Kevin segera jatuh dengan posisi terduduk, pedangnya jatuh disamping dan kelelahan ekstrim segera menyerang, dia berbaring dengan posisi terlentang sembari menatap langit-langit ruangan.
[Will of the Supreme Star telah mengakui pertarungan hebat anda, dengan otoritas dan hal mutlak atas apa yang ada di ruangan ini, anda berhak mendapatkan semua item yang ada ditempat ini]
“Baguslah, walaupun caraku sangat licik dan sedikit provokatif, aku senang bahwa Wild of the Supreme Star mengakui pertarungan sebelumnya.” Kevin menghela nafas lega dan menutup matanya dengan tenang.
__ADS_1
Disaat itu juga, kelap-kelip bintang bermunculan diatas langit-langit ruangan tersebut, ada debu-debu kecil seperti bintang jatuh yang menjatuhkan diri kearah Kevin dengan lembut.
“Perasaan ini ... tidak buruk juga.”