Beyonders World

Beyonders World
Chapter 09: Tiga Minggu berlalu


__ADS_3

Kevin tidak segera pergi dari tempat tersebut, dan kembali menjelajahi seluruh ruangan dengan serius, semua item yang ada disini adalah asli dan memiliki kualitas yang sangat tinggi, maka dari itu tidak perlu baginya untuk menahan diri untuk mengambil semuanya.


“Dengan begini sudah lebih dari cukup, sekarang jika aku perhitungkan dengan baik untuk mendapatkan Special Ability 'itu', harusnya aku bisa mulai bergerak sekarang.”


Kevin duduk bersila ditengah-tengah Altar Supreme Star Tample, ada beberapa item yang terlihat memiliki kualitas yang sangat tinggi.


Benar-benar tidak ada yang berubah, tetapi kenapa aku tiba-tiba merasa ragu?


Pikiran aneh mulai muncul di benaknya, mungkin ini disebabkan karena Personal Abilities Blessing of the Supreme Star, dimana itu meningkat semua kemampuan inderanya, termasuk juga indera keenam miliknya, sehingga tanpa sadar dia memiliki sedikit persepsi tentang masa depan.


“Aku tidak boleh mengabaikan hal ini, lebih baik aku mengamankan area Supreme Star Tample dulu.” Kevin tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk terjadi, terlebih lagi persepsi indera keenamnya telah dijamin oleh Blessing of the Supreme Star, jadi itu sudah dapat dipastikan seratus persen.


Kevin mengambil dua buah Magic Rune yang sangat misterius, mengingat pola dan bentuknya sebelum menggunakan keistimewaan Fusion untuk menciptakan satu kertas Rune. Kemudian dia segera meletakkannya ditengah-tengah ruangan, dimana muncul kabut putih ilusi yang hampir sama dengan tirai cahaya sebelum ia masuk kedalam Supreme Star Tample.


Tapi ada perbedaan yang tidak terlihat jelas, Kevin menjentikkan jarinya saat bola api kecil terbentuk, dia menembakkannya pada kabut ilusi tersebut dengan sekuat tenaga, dan terdengar ledakan yang cukup kuat. Namun, kabut ilusi tersebut tidak bergeming dan bahkan tidak ada bekas goresan, seperti ada perisai yang sangat kuat melindunginya.


“Bagus sekali, aku mungkin harus tinggal diam ditempat ini selama berminggu-minggu, karena hampir tujuh puluh persen hal-hal yang paling aku ingin sudah ada disini, jadi ini akan memakan waktu.”


...


Tes! Tes! Tes!


Suara tetesan hujan terdengar, saat awan hitam menjatuhkan air hujan yang sangat lebat, menguyur dan membasuh seluruh dunia dengan lembut.


“Apakah kamu yakin ini adalah tempat yang sangat ingin kamu datangi, Akane-san?” Chitose bertanya dengan ekspresi ragu.


Lokasi tempat mereka berada saat ini adalah Museum of Ancient Civilizations, tetapi melihat taman luar museum yang terlihat sangat berantakan, mereka berdua sedikit ragu saat ingin melangkah masuk lebih dalam, karena itu dapat ditebak bahwa sempat terjadi pertarungan ditempat ini.


Akane berfikir sejenak dengan ekspresi rumit diwajahnya. “Itu benar, tetapi sepertinya ada seseorang yang lebih dulu masuk, kita amati dulu situasi dulu, karena tidak hanya ki—”


BOOM!!


Sebelumnya menyelesaikan kata-katanya, Akane dan Chitose dikejutkan oleh suara hantaman yang diikuti ledakan yang sangat kuat, mereka langsung waspada dan dengan cepat bersembunyi dibalik semak-semak.

__ADS_1


“Sepertinya benar ada seseorang yang datang lebih dulu, sayang sekali kita tidak bisa mendapatkan banyak hal bagus didalam.” Akane mengamati dengan hati-hati dan menghela nafas kecewa.


Chitose sedikit bingung melihat pria yang selalu nampak tenang dan penuh percaya diri kecewa. “Tidak apa-apa, lagi pula semua ini telah berlangsung selama tiga mingguan lebih, jika kita bisa bergerak lebih cepat, maka kita bisa sedikit diuntungkan dalam Wilayah Pemula.”


Sudah tiga mingguan lebih berlalu saat beberapa orang tertentu dari berbagai penjuru dunia dikirimkan ketempat aneh ini, dan aktifitas yang dilakukan oleh beberapa orang mulai terlihat jelas saat mereka bergerak secara terang-terangan. Tetapi hanya sedikit orang tau bahwa tempat ini mirip dengan Wilayah Pemula dari sebuah game yang bernama, Beyonders World.


Mereka yang pernah memainkannya atau bahkan mengetahuinya mulai bertindak beberapa hari setelah kejadian ini dimulai, dengan digabungkan dengan kondisi bahwa semua ini telah menjadi kenyataan, kesempatan Event Pemula adalah keberuntungan sekali seumur hidup.


Ada banyak kejadian selama tiga Minggu ini, mulai dari tindakan tak kenal takut dengan membunuh sesama manusia, beberapa orang yang telah kehilangan akal sehat dan kemanusiaannya, beberapa orang super kuat yang bermunculan dengan kekuatan tak masuk akal, termasuk didirikannya organisasi, kelompok, dan fraksi dari orang-orang tertentu.


Satu Minggu setelah kejadian itu, Wilayah Pemula dipenuhi oleh banyak aktifitas pencarian, bahkan tidak banyak ada tragedi kemanusiaan yang dilakukan secara terang-terangan, dan juga kejahatan untuk mendapatkan item atau kekuatan.


Ini dapat menjelaskan betapa kacaunya tempat ini sekarang.


“Apa kita pergi sekarang? aku ragu jika kita terus mengamati ditempat ini,” Chitose bertanya dengan tubuh sedikit gemetaran.


Akane melirik wanita itu dengan tatapan prihatin. “Itu memang benar, ayo kita amati dari tempat yang lebih jauh lagi, jika orang-orang yang ada didalam museum selesai, kita bisa mengembangkan beberapa hal penting yang tersisa.”


Dia tau bahwa wanita yang ada disampingnya sedikit takut, karena ada trauma yang masih melekat dalam benaknya, lagi pula dia dan Chitose baru berusia sembilan belas tahun, dan bisa dikatakan baru lulus sekolah menengah atas.


“AGRHHH!!! TIDAK AMPUNI KAMI!”


BOOM!!


“!!!” Akane dan Chitose berbalik dengan mata membelalak saat ledakan yang sangat besar dan diikuti teriakan orang yang sedang menderita.


Apa yang mereka lihat adalah sesuatu yang sangat mengejutkan, bangunan megah Museum of Ancient Civilizations hancur berantakan, dan terlihat kobaran api putih keemasan muncul membakar sekitarnya.


BUAK!!


“Kyaa!” Chitose berteriak saat mayat seseorang jatuh tepat disampingnya, dan dia dengan spontan memeluk Akane sekuat mungkin.


Akane tidak terpengaruh oleh pelukan erat Chitose, tetapi dia lebih kaget melihat bahwa mayat yang terjatuh tersebut hangus seperti kayu gosong yang dibakar oleh api, dan jasadnya perlahan berubah menjadi abu dalam beberapa detik setelah jatuh.

__ADS_1


Setelahnya, ditengah kobaran api putih keemasan tersebut, muncul seorang pria yang terlihat berusia dua puluh dua tahun, dia mengenakan setelan jas hitam dengan kombinasi pakaian putih dan hiasan garis-garis emas yang elegan, menggunakan sepatu bot hitam sedikit kebiruan, dan terdapat gelang yang terlihat terbuat dari obsidian dipergelangan tangan kirinya.


Rambut hitam legam dengan pupil mata yang bersinar oleh cahaya emas indah, dan ditangan kirinya terdapat api putih keemasan berkobar.


Melihat itu, Akane yakin bahwa penyebab kehancuran Museum of Ancient Civilizations, dan musnahnya orang-orang yang sebelumnya masuk kedalam, adalah karena pria misterius tersebut.


Apakah dia adalah penjaga museum? tapi jika itu benar, mengapa dia menghancurkan seluruh tempat tersebut, atau jangan-jangan dia juga adalah Transmigrator?


Namun bagaimana pun dia mencoba mengamatinya, pria berusia dua puluh tahunan tersebut sangatlah misterius, jika dia sanggup menghancurkan gedung besar seperti Museum of Ancient Civilizations, maka kekuatannya pasti sangatlah besar.


“Chitose, ayo kita segera pergi dari tempat ini!” Akan tidak ambil pusing dengan ketakutan Chitose, dia bergegas menggendongnya dengan posisi yang cukup mesra, dan ingin mendorong tubuhnya kedepan untuk pergi.


“Akane! menghindar!”


Chitose memberikan peringatan saat dia menarik baju Akane dengan erat. Akane kaget dengan peringatan tiba-tiba, tetapi sinar emas menyebar dari bahwa kaki pria misterius tersebut, dan sinar tersebut menyebar sampai ke posisi mereka berada saat ini.


Seketika saat sinar emas tersebut mencapai tempat mereka, tubuh mereka mematung tanpa bisa bergerak, posisi mereka dipaksa dalam kondisi tak berdaya, mereka tidak bisa menggerakkan tubuh, kehilangan kemampuan untuk berbicara, dan perasaan seakan-akan beberapa organ tubuh mereka mulai berhenti bekerja.


Keduanya langsung ketakutan dengan keringat dingin mengucur diwajahnya masing-masing, dan itu menjadi jauh lebih menakutkan, saat mata Akane menatap sosok pria misterius itu muncul dihadapan mereka.


Pandangannya terlihat sangat dingin dan dipenuhi oleh tekanan yang sangat menakutkan, dia bertindak seakan-akan bahwa dia dan Chitose adalah semut yang dapat dihancurkan.


“C-Chitose ... aku mohon jangan berbalik, tidak peduli bagaimana caranya, aku akan melindungimu.” Akane mengambil keberanian dan memeluk Chitose erat-erat untuk melindunginya, walaupun dia berakhir dengan menundukkan kepalanya kebawah, tekadnya untuk melindungi wanita yang ada dipeluknya sangatlah kuat.


Chitose gemetar, dia ingin mengatakan sesuatu dan ingin menangis setelah merasakan tekad Akane, tetapi tekanan menakutkan dari pria misterius tersebut membuat mereka tidak bisa melakukan apapun.


“Tiga detik, beri tahu aku siapa kalian dan tujuan kalian disini,” ucap pria misterius dengan suara yang dipenuhi oleh tekanan.


“A-Akane Fujimiya, dan wanita yang ada dalam pelukanku adalah, Chitose Ayasaki. Kami berasal dari Jepang sebelum sampai ditempat ini, dan tujuan kami disini hanya untuk memeriksa Museum of Ancient Civilizations, sekaligus melihat apakah ada kesempatan atau tidak.” Akane harus berjuang keras hanya untuk menjawab pertanyaan pria misterius tersebut, tekanan yang sangat menakutkan membuat tubuhnya terasa hancur.


Tapi, mereka sangat terkejut saat tekanan dari pria misterius tersebut menghilang dengan tenang, dan sinar emas tersebut segera menyinari tubuh mereka dengan lembut, itu menyembuhkan mereka dan bahkan memulihkan kelelahan secara fisik dan mental mereka.


“Kevin Christophe, kalian berdua bisa memanggilku Kevin. Aku harap kalian bisa bekerjasama dengan baik, dan usahakan agar tidak mencoba untuk menipuku.”

__ADS_1


“Kami mengerti! kami mengerti!” keduanya mengangguk setuju dengan permintaan pria misterius tersebut.


__ADS_2