
Matahari pagi segera menyinari dunia dengan kehangatan dan kesegaran yang nyaman, Kevin melakukan beberapa pemanasan sebelum beraktifitas, disini lain Akane dan Chitose terlihat sedang berdiskusi dengan ekspresi serius.
Tentu saja setelah Kevin menanyakan bayaran dari semua informasi yang diberikan oleh mereka berdua, Akane secara spontan meminta bantuan kepadanya untuk membuat mereka berdua jadi lebih kuat.
“Permintaan yang sangat sederhana, tapi itu cukup dapat dimengerti jika menilai situasi, setidaknya seseorang harus memiliki kekuatan yang cukup untuk bertahan hidup, tidak hanya untuk di Wilayah Pemula, tetapi didunia yang sesungguhnya nanti.”
Kevin masih belum terlalu terbiasa dengan peningkatan kekuatan yang sangat cepat, jadi dia juga harus memahami semuanya dengan baik agar tidak terjadi kesalahan yang berakibat fatal pada peringkatnya, ditambah lagi dia sedikit bersemangat saat memikirkan bahwa ada beberapa orang yang cukup kuat bermunculan di antara para Transmigrator.
Setelah beberapa jam kemudian, Akane dan Chitose turun dengan tatapan penuh keyakinan, dimana itu menandakan bahwa mereka telah mengambil keputusan.
“Kevin-sama ... ah! tidak-tidak. Kak Kevin, kami berdua sudah memutuskannya sekarang, walaupun kami tidak tau sekeras apa jalan yang kak Kevin tunjukkan, kami yakin bahwa itu adalah rintangan yang harus dilalui untuk menjadi lebih kuat.”
Akane sedikit kesulitan untuk mengubah pola ucapannya, tapi dia harus melakukannya karena itu akan sedikit aneh saat mereka berada didunia yang sesungguhnya, jadi Kevin meminta agar Akane dan Chitose membiasakan diri dulu.
Tapi, Kevin merasa puas dengan keyakinan mereka, tentu saja untuk mendapatkan kekuatan tidaklah gratis, bahkan dia yang memiliki informasi dan pengetahuan pun harus menderita banyak, terutama tiga Minggu yang lalu, dia harus mengalami banyak penderitaan dan kesengsaraan seperti orang gila untuk mencapai level sekuat ini.
“Bagus sekali, kalau begitu ayo kita bergerak sekarang.” Kevin tanpa basa-basi bergerak membelakangi mereka.
“K-Kemana, kak Kevin?” Chitose sedikit kebingungan dengan tindakan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
Kevin memasang senyum misterius diwajahnya. “Tempat yang sangat cocok untuk melatih kalian, terlebih lagi tujuanku saat ini ingin kesana, dan persiapan diri kalian selama perjalanan kesana. Karena tempat ini sangat menyeramkan.”
Chitose sontak gemetaran setelah mendengar kata-kata Kevin, ditambah dengan senyum misterius diwajahnya. Akane pun juga tidak kalah tegang, dia memberanikan diri untuk bertanya. “Kalau boleh tahu, apa nama tempat tersebut?”
“Prehistoric Black Tomb ....” Kevin memasang seringai menakutkan.
-
-
Setelah berjalan selama beberapa jam tanpa henti, kelompok tiga orang tersebut memutuskan untuk beristirahat, karena stamina Kevin berbeda jauh dengan Akane dan Chitose.
Sebelum ketempat terakhir 'itu', Kevin harus mengambil beberapa perlengkapan penting terlebih dahulu, karena dia akan lepas kendali atau bahkan kehilangan nyawanya jika tidak memiliki kelengkapan yang memadai, dan destinasi pertamanya adalah Prehistoric Black Tomb.
Mungkin aku harus memeriksa Transmigrator Information mereka, jika ada sesuatu yang bagus di Prehistoric Black Tomb.
[Great Eye telah diaktifkan]
__________________________________________
• Nama: Akane Fujimiya
• Kelamin: Laki-laki
• Peringkat: Newbie (Level 05)
• Path of Beyonders: -
• Statistik keseluruhan:
__ADS_1
- STR: 34 - VIT: 35
- AGI: 47 - DEX: 37
- INT: 23
• Personal Abilities (1/1):
- Dagger Art (Rank: B)
• Special Ability (2/2):
- Super Speed (Rank: A+)
- Bloodlust (Rank: C)
• Latent Ability (4/4):
- Mana Discharge (Rank: A+)
- Focused Vision (Rank: A)
- Cold Heart (Rank: C)
- Water Breathing (Rank: B)
__________________________________________
“Apakah kau ingin mengambil jalur Assassin, Akane?” Kevin bertanya dengan tenang.
“Ah! iya, walaupun jalur Assassin mungkin akan sering terlibat dalam banyak hal gelap dan berdarah, aku harus membiasakan diri agar hidup kami akan jauh lebih baik di 'Dunia Nyata', lagi pula saat aku sempat bermain game Beyonders World dulu termasuk beberapa game mmorpg lainnya, aku memang suka dengan gaya bertarung seorang Assassin.” Akane menjawabnya dengan sedikit gugup dan senang.
Tanpa perlu memeriksanya lebih lanjut, Akane dan Chitose yang memiliki cukup pengalaman tau bahwa Kevin sedang memeriksa mereka berdua. Disaat yang sama, mereka berharap agar Kevin mampu memberikan bimbingan.
Kevin tidak merespon untuk sementara waktu, dan berbalik melihat sosok Chitose yang terlihat sangat gugup. Mungkin karena dia menunjukan kemampuan Appraisal miliknya, dan itu mungkin akan sedikit menganggu terutama jika orang itu adalah wanita.
Aku juga tidak ingin menunjukkan bahwa aku sedang menggunakan kemampuan Appraisal, jika aku mau, kalian tidak akan tau bahwa aku sedang mengaktifkannya, ini hanya untuk menghormati kalian saja.
__________________________________________
• Nama: Chitose Ayasaki
• Kelamin: Perempuan
• Peringkat: Newbie (Level 07)
• Path of Beyonders: -
• Statistik keseluruhan:
__ADS_1
- STR: 16 - VIT: 28
- AGI: 20 - DEX: 45
- INT: 50
• Personal Abilities (1/1):
- Four Elements Magic (Rank: S)
• Special Ability (2/2):
- Appraisal Eye (Rank: A)
- Healing (Rank: B)
• Latent Ability (4/4):
- Mana Reinforcement (Rank: A+)
- Fast Spell Casting (Rank: A)
- Total Concentration (Rank: B)
- Cold Heart (Rank: C)
__________________________________________
Kevin terkejut dengan statistik milik Chitose, itu sangatlah menakjubkan untuk seseorang sekelas dia, dan cara pemilihannya pun sangat efesien seperti Akane. Tetapi ada sesuatu yang sedikit mengganggunya.
“Chitose, apakah kau pernah bermain game Beyonders World jauh lebih lama?” Kevin tiba-tiba bertanya dengan nada dingin.
Akane kaget melihat perubahan cara bicara Kevin, tapi dia sedikit bingung saat itu diarahkan pada Chitose.
“I-Itu benar, saat itu Akane-kun harus menyelesaikan banyak hal, sehingga aku bermain sedikit lebih lama dan memiliki beberapa informasi, t-tapi aku benar-benar tidak memiliki niat apapun.” Chitose gugup dan sedikit gelisah, matanya diam-diam melirik kearah Akane dengan penuh perhatian serta kasih sayang, tetapi ada rasa takut seperti sedang menyembunyikan sesuatu yang akan membuat Akane khawatir.
Itu menjelaskan bahwa Chitose tidak memiliki niat buruk sedikitpun, tapi yang Kevin maksud adalah salah satu Ability miliknya. “Kau salah paham dengan maksudku, karena aku ingin tau apakah kau benar-benar yakin ingin mengambil Ability 'itu'?”
“Iya! aku yakin dengan itu, karena ini demi kehidupan yang jauh lebih baik. Sebab aku sedikit sadar bahwa kenyataan yang akan menyambut setelah Event Pemula sangat pahit, jika tidak memiliki perlengkapan dan persiapan yang matang, siapapun pasti akan berakhir tragis.” Chitose menjawabnya dengan yakin, dan menjelaskan apa yang ia tau tentang kenyataan ini.
Kevin mengangguk mengerti, dia tidak bertanya lebih lanjut tentang mereka berdua, tapi alisnya berkedut saat dia merasakan suasana penuh bunga muncul, dia menyadari hal tersebut dan berbalik dengan ekspresi kesal.
“Benar-benar! hidup mereka berdua terlihat seperti kisah romansa anak SMA pada novel-novel romantis, apakah mereka tidak sadar dengan situasi mereka saat ini?” Kevin mengumpat dalam hatinya.
Tapi, Kevin benar-benar sangat takjub dengan statistik dan pemahaman mereka berdua, mereka dapat memanfaatkan hal-hal penting dengan sangat baik, termasuk menilai situasi dan tau kapan harus maju atau kapan harus mundur.
Tujuan mereka meminta bantuan kepada Kevin tidak hanya sebatas membuat mereka menjadi lebih kuat, tetapi membagi pengalaman bertarung dan sedikit pengetahuan umum untuk hidup di Dunia Nyata nanti, secara alami mereka berharap agar dia mau membentuk kelompok atau serikat (Guild), dan merekrut mereka berdua menjadi rekan satu tim.
Tentunya itu adalah ide yang sangat bagus, baik itu Akane dan Chitose memiliki potensi yang sangat luas. Tapi sayang sekali, bahwa Kevin tidak berniat untuk membentuk kelompok atau semacamnya, jalur kekuatan yang telah ia pilih dan dia kembangkan selama bertahun-tahun saat semua ini masih berupa game, membuatnya mampu untuk bergerak sendiri dalam kegelapan yang dalam.
__ADS_1
Mungkin saja Irene akan membentuk kelompok kecil, tapi menilai Ability dan Path of Beyonders miliknya yang sempat ia lihat, ada kemungkinan juga dia menolak atau malas membentuk kelompok.
“Situasi yang sangat rumit, tapi semoga saja Irene memiliki pikiran untuk membentuk kelompok kecil.” Kevin memejamkan matanya sejenak sembari memikirkan rencana berikutnya.