Beyonders World

Beyonders World
Chapter 14: Focused Adaptation


__ADS_3

BOOM! BOOM! BOOM!


Sambaran listrik hitam yang tak terhitung jumlahnya dijatuhkan secara brutal oleh Lich tersebut pada Kevin, bahkan dia terlihat tidak memperdulikan para Undead yang telah ia panggil.


Yah, beginilah cara para Necromancer bertarung, dengan lokasi yang sangat dekat dengan lapisan terakhir tempat Bos kastil ini berada, Lich ini memiliki cukup banyak material untuk menciptakan atau memanggil Undead.


Hampir tidak ada celah untuk melangkahkan kakinya dilantai, listrik hitam yang mampu membunuh monster B-Rank dengan mudah, para Undead yang memiliki keterampilan diatas rata-rata, siapapun pasti akan panik dengan situasi seperti ini.


Clangg! Clangg! Clangg!


Suara benturan benda tajam terdengar berkali-kali tanpa henti, dibawah hujan listrik hitam yang terus bermunculan, ruangan super besar tersebut menjadi meriah dengan suara nyaring dan ledakan cahaya yang menyilaukan.


Tapi, Kevin dapat tetap tenang dalam situasi yang sangat menyudutkan dirinya, walaupun sebenarnya dia tau bahwa situasi ini sangatlah membahayakan nyawanya. Namun, Kevin sadar bahwa ia harus membiasakan diri terlebih dahulu, karena Beyonders World dulunya adalah game komputer dan bukannya game Virtual Reality, hanya dengan hafal setiap hal dari sudut terkecil sekalipun tidak cukup.


Sensasi, emosi, dan perasaan yang muncul saat semua yang dulunya adalah sebuah game, dengan kondisi sekarang setelah semuanya menjadi kenyataan sangatlah berbeda. Pemikiran dan tindakan juga harus dibedakan dengan benar, jika seseorang masih menganggap ini semua masih sama seperti game, maka mereka semua akan menyesal.


“Huff ... ini sangat menyenangkan, semua yang hanya terlihat dalam layar monitor kini dapat aku rasakan!” Kevin tersenyum dengan penuh semangat.


Tubuhnya mulai membiasakan diri dengan informasi yang ada dipikirannya, termasuk sesuatu yang sangat dashyat dalam tubuhnya perlahan mulai stabil, entah itu Fragment of Supreme Star atau Divine Purgatory, kekuatan yang sebelumnya tidak stabil perlahan mulai mengikuti setiap kehendaknya.


Ini jelas karena semuanya telah menjadi kenyataan, seseorang harus bisa merasakan berbedanya secara detail, karena memiliki kekuatan besar tidak berarti bahwa seseorang menjadi kuat, seseorang juga harus bisa mengendalikan dan menguasainya secara sempurna.


[Anda telah menyelesaikan persyaratan tersembunyi!]


[Latent Ability {Focused Adaptation} telah didapatkan!]


[Focused Adaptation]


Rank: S+ (Belum dipastikan)


Tipe: Latent Ability

__ADS_1


Deskripsi: Anda dapat beradaptasi dengan kondisi, lingkungan, dan situasi apapun tidak peduli seberapa tidak normalnya itu, entah itu secara fisik atau sesuatu yang berada diluar alam nyata. Sebagai tambahan, anda tidak hanya beradaptasi saja, tetapi memahami, mengerti, serta menguasai apapun asalkan berada dalam keadaan tenang.


“Bagus sekali! dengan begini aku sudah selesai sepenuhnya ditempat ini!” Kevin tersenyum dengan ekspresi puas.


Wushh!


Kedua belati yang dipegang olehnya berkedip oleh cahaya emas dengan kedipan lampu perak, jaraknya dengan cepat menutup dalam beberapa detik. Elite Lich tersebut langsung kaget saat tengkorak mulut terbuka seakan sedang dalam kondisi tercengang, dia tidak sempat merespon situasi karena belati milik Kevin telah memenggalnya dengan satu tebasan.


“Itu benar, aku sengaja membuat kondisiku terdesak hanya untuk ini, tentunya karena semua keinginannya ku terpenuhi, maka tidak ada gunanya bagiku untuk meluangkan waktu.” Kevin berbalik menatap kearah para Undead yang tersisa.


[Ketrampilan khusus {Blessing of the Supreme Star}, Starlight Field telah diaktifkan!]


Sringg!


Sinar cahaya yang sangat menyilaukan muncul dari bahwa kaki Kevin, itu meluas dan menyinari seluruh ruangan dengan sinar cahaya yang memiliki kekuatan Divine Power, sehingga para Undead tersebut kehilangan akal sehat seperti sedang terbakar oleh api yang panas, mereka terjatuh sebelum berubah menjadi abu dalam sekejap mata.


Divine Power miliknya sangat berbeda dari kebanyakan Ability, bisa dikatakan satu-satunya dengan kekuatan yang secara penuh memiliki otoritas tertinggi diantara semua kekuatan bintang, termasuk juga memberi kendali atas kekuatan Divine Power yang sangat murni.


GRRRRRTTT!


Secara tiba-tiba seluruh ruangan bergetar hebat seolah-olah terjadi gempa, serta aura kematian yang dipenuhi oleh perasaan intimidasi dan kemarahan, tapi itu segera menghilang dibawah kekuatan Blessing of the Supreme Star, dan bahkan dia menghela nafas dengan ekspresi meremehkan.


“Astaga~ kau marah, ya? hahaha ... tentunya mahluk bodoh sepertimu akan terjebak dalam situasi ini karena terlalu sombong, lagi pula mahluk yang telah membuang kemanusiaannya sudah tidak bisa berfikir, kan?” Kevin memasang seringai penuh intimidasi yang kejam.


GRRRRRTTT!


Lagi-lagi getaran yang muncul semakin kuat, tetapi tidak peduli seperti apa kondisi apa yang dialami, Kevin secara alami masih santai dan sedikit bosan dengan semua ini. Dia segera menarik pisau lempar dari Wide World Bracelet, dan melemparkannya tepat kesebuah ukuran mata yang menyeramkan.


Pack!


Suara hancurnya kaca terdengar setelahnya, kabut abu-abu aneh yang diikuti oleh jeritan menakutkan muncul selama beberapa saat sebelum menghilang, dan getaran yang muncul dari Bos kastil ini menghilang dengan cepat.

__ADS_1


“Menggunakan Jiwa orang yang tak bersalah untuk membuat Item pengawas, kau benar-benar jauh lebih menjijikkan jika aku mengingatnya lagi. Tapi, kau sudah dapat aku pastikan akan hancur setelah ini.” Kevin menatap serius dengan kemarahan diwajahnya.


Tapi sebelum itu, aku harus membuat persiapan dulu sebelum menghadapi mahluk bajing*n itu, sekarang material yang aku miliki cukup bagus untuk membuat senjata yang bagus.


Tujuannya untuk tetap santai saat dia memiliki sebuah Ability yang menjadi musuh para Undead, tidak lain karena dia perlu mendapat Ability yang diperlukan yaitu, Focused Adaptation, serta beberapa material yang bagus untuk membuat senjata atau peralatan yang berguna.


Terlebih lagi yang akan dilawan olehnya adalah tipe musuh yang merepotkan, tidak kuat tetapi keterampilan dan caranya dalam bertindak sangatlah merepotkan, jadi dia tidak hanya perlu memiliki kekuatan yang besar, tetapi rencana dan strategi yang matang.


“Sekarang dengan adanya Focused Adaptation, aku bisa bertambah kuat setiap kali selesai bertarung, hanya perlu satu Latent Ability 'itu' untuk melengkapinya, maka perjalanan yang akan menantikan ku akan dapat aku lewati.”


Kevin tidak hanya berfokus pada Personal Abilities atau Special Ability saja, tetapi dia juga harus memperhatikan Latent Ability miliknya dengan baik, karena kategori Ability ini akan mempengaruhi segalanya, termasuk Personal Abilities.


Ibaratnya, Latent Ability {Kemampuan Terpendam} adalah Pasif Skill dalam game mmorpg pada umumnya, jadi semua yang berhubungan dengan Latent Ability adalah kemampuan yang akan selalu aktif, dan bisanya akan mempengaruhi kondisi seseorang baik untuk fisik atau jiwa/rohnya.


Maka dari itulah Kevin lebih memilih untuk memperbanyak jumlah slot Latent Ability, karena efeknya dapat dirasakannya secara langsung dan terus menerus, berbeda dengan Personal Abilities atau Special Ability yang rata-rata adalah Active Skill, bahkan harus memiliki beberapa persyaratan yang cukup sulit untuk dilakukan.


“Sekarang, ayo buat beberapa perlengkapan yang berguna, tentunya 'kunci' untuk menghancurkan kastil ini.” Kevin menunjukkan senyum licik kedepan sebuah pintu besi hitam dengan simbol-simbol iblis yang mengandung aura jahat.


Sementara didalamnya, terdengar suara jeritan kematian dan raungan mengerikan yang bergemuruh.


“Tidak akan pernah aku maafkan! tidak akan pernah aku maafkan!! akan aku jadikan dia sebagai tumbal untuk bahan eksperimen, dan akan aku siksa jiwanya dalam tungku pembakaran untuk selama-lamanya!”


_____________________________________


* ini tolong dong baca baik-baik, sudah dichapter pertama sebelumnya saya menekankan kalau yang buat novel ini bukan orang yang sama, dan kalian yang minta buat lanjutin novel-novel dari authornya sebelumnya, saya benar-benar tidak bisa melakukannya.


Bukan karena malas atau apa, tapi desain, plot, sampai susunan ceritanya saya tidak tau sedikitpun.


Dan saya akan jujur disini, saya mempublish karya {Beyonders World} cuma buat numpang nama dan nambah popularitas, karena saya bakal cari platform yang jauh lebih baik untuk serius dalam dunia kepenulisan.


Juga ingat, kalau ini bukan orang yang sama, dan saya juga tidak bisa handel karya orang lain, lagi pula saya bukan Ghost Writer/Penulis Bayangan.

__ADS_1


__ADS_2