Beyonders World

Beyonders World
Chapter 17: Pisau Perak dari sosok tercinta


__ADS_3

Pertempuran antara kubu Heretic Undead dengan empat Hewan Dewa yang dipanggil oleh Kevin terlihat berat sebelah. Hal ini disebabkan karena, empat Hewan Dewa yang dipanggilnya terlalu kuat untuk dihadapi, bahkan oleh prajurit mayat hidup yang akan terus bermunculan dari retakan tanah pun kewalahan.


Medan tempur yang harusnya intensif dan penuh ketegangan, kini terlihat seperti lelucon yang mirip dengan acara komedi garing.


Tapi, disisi yang berbeda, pertarungan sengit antara Kevin, Kedrick The Heretic Undead King, beserta Black Knight Heretic Sun and Moon dalam sebuah Barrier berlangsung dengan ketegangan.


Walaupun harus menghadapi dua musuh secara bersamaan, Kevin tetap tenang dan mendominasi arah pertarungan dengan kekuatan ringan. Hal ini sebabkan karena Blessing of the Supreme Star mengeluarkan kekuatan Divine Power yang sangat murni, sehingga kedua musuhnya harus mengalami penurunan kekuatan karena mereka adalah Undead.


Namun, mereka tetap memberikan perlawanan yang sengit karena pengalaman, terutama untuk Kedrick yang memegang sebuah Artefak buku aneh, dimana ia bisa melepaskan banyak mantra sihir tanpa harus merapalkan mantra, dan cara penggunaannya mirip dengan aktifasi Ability/Skill.


Swoss!!


Dua kesatria hitam bergerak dengan lincah sembari terus memberikan serangan secara berurutan kedepan, tebasan keatas dan kebawah, sampai gerakan menusuk secara beruntun, dilepaskan dengan kekuatan yang sangat besar.


Kedrick juga memberikan serangan yang cukup berbahaya dengan mantra sihir tingkat tiga sampai empat, dan rata-rata adalah mantra serangan dengan daya hancur yang sangat kuat.


Kenapa ini? kenapa manusia ini bisa setenang ini dihadapan tiga musuh sekaligus? sialan! jika saja kemampuan Necromancer milikku tidak dinonaktifkan, membunuhnya adalah hal yang mudah!


Kedrick mengumpat dalam hatinya, dia benar-benar tidak berfikir bahwa kondisinya akan seperti ini, walaupun jumlah Mana yang tersimpan dalam tubuhnya sangat besar, itu akan percuma saat kemampuan utamanya disegel oleh pengaktifan Ability {Inexhaustible Heretic Undead Soldier}.


Sehingga, perasaan negatif terus bermunculan dalam hatinya, mulai dari kemarahan, kebencian, sampai perasaan terhina melihat bagaimana cara Kevin menghadapi mereka. Wajah Kevin yang tenang dan terlihat tidak menggunakan banyak tenaga, membuat emosi negatif yang ada pada dirinya semakin terangkat.


BOOM! BOOM!


Kedrick tanpa pandang bulu melepaskan rentetan mantra sihir tingkat empat tipe serangan dengan gila, bahkan beberapa diantaranya sampai mengenai dua prajurit hitam tersebut yang berada di pihaknya.


Sudah mulai tidak sabaran, ya?


Kevin tersenyum dalam hatinya, saat melihat emosi negatif yang tak terkendali dari Kedrick. Tentu saja, harga diri dan kesombongan berlebih yang ditunjukkan oleh Kedrick telah membuatnya jatuh kedalam situasi seperti ini, dan sangatlah mudah bagi Kevin untuk memprovokasinya.


“Seorang Necromancer yang tidak bisa menggunakan kemampuan Necromancer, apakah kau tidak memiliki rasa malu?” tanya Kevin dengan suara memprovokasi dan tatapan merendahkan Kedrick.


Alis Kedrick sontak berkedut, api kehidupan yang ada pada matanya semakin berkobar. “KAU BERISIK! jika bukan karena dirimu, aku tidak akan pernah menerima penghinaan seperti ini!”


Shu! Shu! Shu!


Puluhan bilah angin yang tajam ditembakkan setelah Kedrick mengaktifkan buku kuno yang ada ditangannya. Tapi, Kevin dapat dengan mudah menepisnya dengan belati ditangan kirinya, arahnya terlalu berantakan dan bisa ia alihkan pada dua prajurit hitam yang menyerangnya.


Kevin segera memasang senyum licik dan berbicara lagi. “Lucu sekali, setelah menggunakan banyak metode dan cara yang jauh lebih mengerikan dari pada iblis, Kedrick {The Heretic Undead King} terlihat seperti anak kecil yang baru bisa menggunakan sihir. Bahkan dengan artefak kuno yang kuat, semuanya terlihat tidak berguna!”

__ADS_1


“BERISIK! SEBAIKNYA KAU DIAM!” Kedrick menjadi semakin terbawa arus permainan Kevin, emosi negatif yang muncul bahkan bermanifestasi menjadi aura kehitaman disekitarnya.


Namun, Kevin tau bahwa seorang Necromancer yang kehilangan kemampuannya adalah keberadan yang sangat buruk, bahkan tidak salah jika menyebut posisi Kedrick kurang lebih sama dengan sampah busuk.


Dari sinilah permainan provokasi Kevin berlangsung tanpa henti selama empat puluh menit lebih, dia benar-benar berhasil memancing emosi negatif Kedrick sampai ketitik dimana kabut hitam disekitarnya membentuk badai, termasuk juga melemahkan dua prajurit hitam yang menyerangnya dari depan.


Selain itu, reaksi dari pisau perak yang disimpan untuk senjata rahasianya semakin kuat sering mencoloknya emosi negatif Kedrick, dan itu sangatlah mengganggu pikiran Kevin secara terus-menerus. Kevin dapat merasakan bahwa sesosok mahluk halus yang menakutkan akan muncul dari pisau perak tersebut, tetapi dengan Divine Power yang ia gunakan untuk menekannya, keberadan aneh tersebut tidak bisa melawan.


Tidak bisa ditahan lagi, ya? kalau begitu ayo lanjutkan ke langkah berikutnya.


Kevin mundur beberapa langkah kebelakang, dia menyimpan belati yang ada ditangan kirinya, dan mengaliri energi yang sangat besar pada belati putih ditangan kanannya.


[Opsi khusus Dagger of White Mist, {Cross of Faint Dew} telah diaktifkan!]


Tubuhnya secara tiba-tiba menjadi ilusi kabut putih dengan kehadiran api putih keemasan, Kevin melangkahkan kakinya kedepan dan gerakan berubah menjadi aliran kabut putih. Sangat cepat dan hampir tak terlihat oleh tatapan ketiga musuhnya, bahkan Kedrick yang sedang dalam kondisi marah besar pun kaget, dia buru-buru membalik buku kuno untuk mencari mantra sihir.


Slass!


Tapi, lintas cahaya putih melintas dengan cepat secara vertikal, sehingga tangannya terpotong dalam sekejap mata dan kobaran api dari Divine Purgatory membakar bekas tebasan tersebut. Kevin muncul dari balik embun putih, memasang ekspresi menyeringai sebelum memberikan tendangan keras kearah perutnya.


“Khuak!” darah berwarna aneh segera dimuntahkan oleh Kedrick saat dia terpelanting jauh kebelakang.


Shu!


Dua buah serangan ganda segera melesat kearah Kevin, kedua prajurit hitam tersebut tidak menyia-nyiakan peluang untuk memberikan serangan. Kevin yang mengetahui itu segera menunduk kepalanya kebawah, setelah serangan mereka berdua berhasil di hindari olehnya, dia menendang pergelangan kaki mereka berdua, sehingga keduanya tersandung.


Melihat kedua terjatuh, Kevin berganti arah dan memberikan dua tendangan dengan kakinya keatas. Saat kedua prajurit hitam tersebut melayang di udara, Kevin menyimpan kembali Dagger of White Mist, dan menjentikkan jarinya di kedua tangannya.


Swoss!


Kobaran api putih keemasan berkobar dengan gelombang yang sangat besar, dan menciptakan semacam pusaran yang terbentuk dari Divine Purgatory.


“Sekarang kalian tidak lagi diperlukan untuk rencanaku!”


[Divine Purgatory, telah diaktifkan!]


Woshh!!


Lidah api besar ditembakkan keatas udara, tepat kearah dua prajurit hitam tersebut dengan satu tembakan besar. Serangan tersebut telah berhasil menembus Barrier yang dibuat oleh Kevin, dan menarik perhatian para Heretic Undead, walaupun mereka kembali sibuk oleh empat Hewan Dewa.

__ADS_1


Srisstt!


Kedua prajurit hitam yang disummon oleh Kedrick lenyap menjadi abu hitam oleh kekuatan Divine Purgatory, hal itu menjadi mudah dibawah tekanan Blessing of the Supreme Star.


“Kau brengs*k! akan aku hancurkan kau!” Kedrick muncul dengan tubuh yang membengkak oleh kekuatan sihir yang besar.


Beberapa mantra sihir yang terlihat kuat terusan dilepaskan olehnya, dan itu didominasi oleh mantra dukungan yang membuatnya terlihat kuat. Secara perlahan, tubuh Kedrick membesar seperti raksasa berukuran delapan puluh meter, dan raungan api serta aura kematian meledak-ledak disekitarnya.


Kebencian dan perasaan terbakar oleh kemarahan membuatnya telah kehilangan kendali sepenuhnya atas emosi negatifnya, dia membuka mulutnya lebar-lebar dengan api merah yang berkobar-kobar.


“Apa sekarang aku terlihat lemah, hah?!” tanya Kedrick dengan tatapan penuh kebencian.


Wushh!


Kevin secara tiba-tiba muncul disampingnya wajahnya dengan kobaran Divine Purgatory. “Yup, seorang Necromancer ataupun Magician tanpa perisai yang melindunginya, tidak lebih dari sampah yang bisa diinjak oleh siapapun.”


BAM!!


Pukulan yang keras beserta ledakan kobaran api putih keemasan menghantam wajah Kedrick yang dalam wujud raksasa. Tidak sampai disana, Kevin menjentikkan jarinya dan membakar seluruh tubuh Kedrick dengan Divine Purgatory.


“AGRHHHHH!!” Kedrick menjerit kesakitan.


Sebagai seorang Undead yang dipenuhi oleh aura kematian dan kekuatan mayat hidup, terlebih lagi Divine Purgatory tidak hanya mengandung kekuatan penyucian, tetapi juga Divine Power yang menjadi kelemahan terbesar pada Undead.


“Hup! aku mendapatkannya juga.” Kevin dengan cekatan mengambil buku kuno yang dipegang oleh Kedrick sebelumnya, dan menyimpan dalam Wide World Bracelet.


Disisi yang berbeda, Kedrick menyeret tubuhnya dengan wajah ketakutan dan marah secara bersamaan. “Tidak! tidak! aku tidak terima kematian seperti ini!”


Aura kematian terus keluar dari tubuhnya, termasuk kulit sampai tubuh dagingnya mengelupas sebelum berubah menjadi debu, sampai api kehidupan yang ada pada bola matanya pun mulai redup, yang mana Itu menandakan bahwa ia akan mati.


“Wah wah wah, bukankah terlalu cepat bagimu untuk menghilang sekarang?” Kevin muncul dihadapan Kedrick yang sudah tidak berdaya lagi.


“Apa yang kau inginkan?!” Kedrick mulai merasakan firasat tidak nyaman, dan meraung dengan marah.


“Benar-benar, seharusnya mustahil untuk mengalahkanmu jika kau menggunakan otakmu dengan benar. Tapi, seharusnya kau tau apa yang sedang aku pegang, kan?” Kevin mengambil sebuah pisau perak yang terlihat sangat indah.


“Tidak mungkin! dari mana kau mendapatkan pisau menjijikkan itu?!” Kedrick menjadi ketakutan, kesombongan dan kebencian menghilang saat dia menyeret tubuhnya sekuat tenaga.


“Oh astaga~ bagaimana bisa kamu berkata seperti itu? seharusnya kamu senang dan bahkan menangis, terutama jika ini adalah pisau perak dari istri tercinta,” ucap Kevin dengan seringai serigala yang sangat licik.

__ADS_1


__ADS_2