Beyonders World

Beyonders World
Chapter 21: Eternal Hell


__ADS_3

Kobaran dari panasnya api yang membakar disekitarnya tanpa henti, tanah merah gersang yang memancarkan hawa panas yang sangat tinggi, serta suara raungan aneh yang keras dan mengerikan bermunculan tanpa henti.


“Huff ... ini dia, lokasi yang akan menentukan jalur kekuatanku. Masih sama seperti yang ada di game dulu, tapi ... Heat Effect yang diberikan terlalu mengerikan!” Kevin mengumpat saat wajahnya dipenuhi oleh keringat yang mengucur deras.


[Anda telah berada disebuah Sub Ruang yang dikenal sebagai {Eternal Hell}, karena lingkungan yang panas melebihi batas normal, anda terkena Heat Effect! jika tidak menyiapkan pencegahan, maka tubuh dan kesehatan anda akan terus menurun]


Begitulah situasi yang dialami oleh Kevin. Tempat yang ia datang kali ini adalah lokasi terakhir yang harus didatangi olehnya, tentunya masih ada satu lagi yang akan menjadi destinasi final untuk mendapatkan Path of Beyonders miliknya.


Namun, Eternal Hell merupakan sebuah lokasi yang sangat berbahaya diseluruh Wilayah Pemula, dan untuk bisa masuk ke tempat ini memerlukan kunci masuk yang cuma ada satu saja, itu pun bisa didapatkan setelah berhasil menaklukkan reruntuhan Heretic Undead Castle sebelumnya.


Selain menjadi lokasi yang sangat panas, Eternal Hell merupakan tempat dimana sebuah Api Abadi yang paling mengerikan disegel, dan itulah yang diincar oleh Kevin selain mencari kunci utama untuk Path of Beyonders miliknya.


“Seharusnya dengan Flowing Wind Cloak dan Pure Water Ring sudah lebih dari cukup, lagi pula selama aku tidak masuk kewilayah inti dari Eternal Hell maka tidak ada masalah. Yah, tentunya sebelum aku berhasil mengalahkan tu 'orang'.”


Kevin dengan santai mengenakan jubah abu-abu yang memancarkan kabut putih samar, serta cincin emas dengan permata biru di tengah-tengahnya. Hal tersebut membuat Heat Effect yang diterima olehnya menghilang, dan tubuhnya dapat merasakan sedikit lebih lega setelah suhu disekitar membaik.


Tentunya tempat seperti ini bukan hanya panas ekstrim saja yang menjadi masalah, tetapi monster-monster yang berbeda dan jauh lebih kuat dari pada yang ada di luar Eternal Hell.


“GROARRR!!”


Bayangan merah terlihat melintas cepat sembari mengeluarkan raungan keras, dibawah kobaran api merah yang menyala-nyala, sesosok anjing berukuran besar muncul dari belakang Kevin sembari membuka mulutnya.


[Anda telah mengaktifkan Glacier Formation!]


Crasss!


Sebuah gundukan es yang padat mencuat dari belakang Kevin, membentuk semacam kerucut es tajam yang menusuk kearah anjing besar tersebut. Dikarenakan serangan yang tiba-tiba, anjing tersebut terbunuh menjadi seperti donat akibat ditusuk oleh kerucut es yang tajam.

__ADS_1


“Hellhound, ya?” Kevin menatap datar kearah anjing besar yang tertancap kerucut es yang mencuat keatas. Tapi, es tersebut segera meleleh dalam sekejap mata oleh panasnya dunia Eternal Hell.


Hellhound merupakan salah satu dari sekian banyak monster yang ada ditempat ini, walaupun masuk kedalam kategori terlemah di Eternal Hell, jumlah mereka sangat banyak dan sering berburu secara berkelompok. Sebagai tambahan, Hellhound sejenis atau bisa dikatakan bagian dari kelompok yang dipimpin oleh {Hell Gatekeeper Cerberus}.


Kevin tidak memiliki pemikiran untuk berurusan dengan Cerberus dengan kekuatannya yang sekarang, bahkan dengan beberapa Ability tingkat Immeasurable pun belum tentu dia akan berhasil, dan dapat dipastikan dia akan berakhir mati menjadi abu.


“Tunggu sebentar! jika ada seekor Hellhound disini, maka ....” Kevin tiba-tiba menyadari sesuatu yang buruk saat Blessing of the Supreme Star tiba-tiba mengirimkan gambaran masa depan.


Dia berbalik dengan wajah pucat, dan menemukan bahwa ada puluhan Hellhound yang jauh lebih besar dari yang pertama ia lawan. Ditambah lagi, mereka menatap kearah Kevin dengan kebencian yang sangat kuat.


[Anda telah membunuh anak Hellhound, para Hellhound telah menandai aroma dan wajah anda sebagai keberadan yang harus dilenyapkan!]


“Agrhhh! bagaimana aku bisa lupa kalau Hellhound paling tidak suka jika anak-anaknya dibunuh!” Kevin mengumpat dalam wajah penuh penyesalan.


Walaupun nama monster ini adalah Hellhound, mereka paling benci jika anak-anak mereka dibunuh oleh musuh, sehingga itu menunjukkan betapa mereka menghargai seorang anak yang harus tumbuh dulu. Tapi, jika ada suatu pihak yang membunuh anak-anak Hellhound, mereka yang dewasa akan mengunci target yang membunuh anak-anak mereka, dan tidak akan pernah berhenti sampai target tersebut mati.


Raungan dari para Hellhound dewasa sangatlah keras dan selalu muncul api keunguan saat mereka dalam mode bertarung, dan kekuatan mereka jauh lebih kuat saat mereka dalam mode ini.


Swoss!!


Kelompok Hellhound bergerak menjadi dua tim, tim pertama menjadi penyerang langsung dan tim kedua menjadi penyerang dari jarak jauh. Kecepatan dan ketepatan mereka adalah hal yang paling merepotkan, tetapi kerjasama mereka juga tidak kalah menyulitkan untuk dihadapi.


“Sial! aku harus menghadapinya!” Kevin segera mengambil Dagger of White Mist dari penyimpanannya, dan mengaktifkan Glacier Formation.


BOOM!


Konflik yang sengit langsung terjadi antara Kevin dan kelompok Hellhound. Kebisingan dari senjata tajam yang memotong, serta tembakan dari lidah api keunggulan yang menciptakan suara ledakan, menghiasi area kecil yang dipenuhi oleh kerucut es yang mencuat tinggi keatas.

__ADS_1


Dikarenakan situasi Eternal Hell, Kevin tidak bisa menggunakan Ability yang memiliki unsur Api, dan itu termasuk Ability {Divine Purgatory}. Hal ini juga diperkuat karena seluruh monster dan keberadaan apapun yang berada di Eternal Hell, semuanya kebal terhadap Api atau setidaknya memiliki resistensi sangat-sangat tinggi pada atribut Api.


Jadi, apa yang bisa dilakukan oleh Kevin dengan situasi ini adalah menggunakan Ability seperti Blessing of the Supreme Star atau Glacier Formation, ditambah lagi dia harus berhati-hati agar tidak memancing perhatian monster lainnya.


Anjing sialan! dasar kawanan anjing sialan! mereka benar-benar tidak menyerah meski sudah ada banyak yang mati olehku!


Tubuhnya dipaksa untuk bergerak lebih dari batasannya, stamina dan tenaganya terus berkurang dalam situasi ini. Para Hellhound tidak sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dihadapani, tapi beda ceritanya jika mereka menggunakan kelompok.


“Auu ....”


Dalam beberapa jam pertarungan, lolongan sedih dari para Hellhound mulai terdengar, puluhan dari mereka bergeletakan tak bernyawa. Sementara, Kevin mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan, tetapi ayunan kedua belati ditangannya malah menjadi semakin cepat dan akurat.


Satu tebasan melayang, maka setidaknya satu Hellhound akan menderita luka parah, dengan lintasan cahaya putih serta kilatan biru dari setiap serangannya, Kevin menjadi semakin cepat saat menyerang.


Hellhound adalah monster yang lincah dan gesit, kekuatan besar tidak menjadi acuan untuk bisa mengalahkan mereka. Jika tidak berhasil membunuh mereka yang mendekat dalam satu gerakan, maka mereka akan dapat menyerang balik.


“Groarrr!” seekor Hellhound menyerang dari arah samping, ukurannya terlihat jauh lebih besar dari pada kelompok lainnya. Gerakannya sangat cepat, sehingga Kevin tidak sempat menghindari serangan mendadak, dan bahu kirinya terkena gigitan dari Hellhound tersebut.


Kevin sedikit menyeriyit saat rasa sakit yang membakar melintas dipikirkannya, dia mengambil langkah mundur kebelakang dengan cepat. Tapi, lukanya dapat kembali pulih dalam sekejap mata karena Latent Ability {Supreme Regeneration}, jadi tidak ada masalah selama dia memiliki Mana yang cukup.


Namun, masalahnya agak sedikit bertambah dengan munculnya pemimpin kelompok Hellhound yang bermasalah dengannya. Tidak perlu repot-repot baginya untuk menggunakan Great Demon Eye, melihat dari pancaran hawa keberadaannya sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa dia memiliki kekuatan besar.


“Dasar bajing*n! ini belum setengah hari aku memasuki Eternal Hell. Tapi yah, aku mungkin akan tinggal sedikit lebih lama disini, jadi anggap saja ini adalah latihan.”


Kevin memasang seringai dingin kearah para Hellhound yang menatapnya dengan penuh kemarahan, dia mencengkram erat kedua belati ditangannya dan membalas tatapan mereka seakan menantang balik.


“Majulah kalian para cecungguk!”

__ADS_1


__ADS_2