
aku merasa heran pada pencetus kendaraan ini juga orang yang betah bepergian menggunakan mobil ini. mobil ini hanya menggunakan kain tebal yang menghalanggi dari terik matahari dan hujan, angin sebagai penyejuk alami padahal rasanya sangat gerah karena harus berdempet-dempetan dengan penumpang lain juga barang yang mereka bawa.
awalnya aku masih aman-aman saja hingga entah kami baru seperempat jalan atau setenggah aku sudah tak tahan lagi. aku rasanya sudah tidak tahan hingga sedikit begeser agar mendapat udara yang lebih banyak, sungguh mobil TNI tidak ada mewah-mewahnya sama sekali.
kingkong berada disudut bersama pak Aris ternyata mereka sedang bercerita tentang pengalaman pak Aris kala tragedi tahun 1997. aku terpaksa duduk disamping kingkong dan mau tidak mau mendengar cerita itu juga.
disela-sela kekosongan kala gadget belum berkuasa begitu hebatnya dia mampu memancing Kak Aris menceritakan masa yang telah dilaluinya dulu. berbekal cemilan, kopi dan teman cerita yang asyik juga pandai semakin mundurlah kami pada masa-masa tidak setenang saat ini.
mobil terus melaju, cerita lelaki dewasa itu pun masih terdengar olehku dan beberapa orang serius mendengarkan. kingkong ternyata memang pendengar dan pendebat yang handal hingga sepanjang perjalanan tidak terasa membosankan untuknya.
Kak Aris menceritakan jika memasuki tahun 1997, kesenjangan ekonomi kian terasa. kak Aris yang kala itu bersiap kuliah ke Yogyakarta harus tertunda kala mengingat kalau tahun 1997 krisis ekonomi di Makassar dan seluruh Indonesia tak karuan.
__ADS_1
Rasa sentimen terhadap orang asing dan etnis Tionghoa mulai muncul dan menyebar begitu cepat dan membuat masyarakat makassar berbondong-bondong untuk bersatu.
Akibatnya, kawasan pecinan mulai dari Jalan Sulawesi hingga ke Jalan Dotu Museng dan sekitarnya jadi sasaran amuk massa pada saat itu juga.
Setelah diusut lebih mendalam lagi, salah satu pemicu peristiwa kerusuhan itu adalah terbunuhnya seorang anak sepulang mengaji.
Pembunuhan itu diduga dilakukan oleh seorang warga Tionghoa bernama Benny. Yang lebih membuat mahasiswa marah adalah korban merupakan anak seorang dosen.
"pembunuhan itu begitu heboh diberitakan, orangtua dari korban bahkan diundang untuk menghimbau masyarakat untuk meredam amarah mereka karena orangtua korban pun telah iklas menerima kematian anaknya kala itu"
kami para pendengar khusu mendengar dan tanpa dipinta Kak aris kembali berkata "jangan bilang orang thionghoa nyerah gitu aja, mereka juga pintar dong, mereka mengatur siasat dengan memajang sajadah di depan rumahnya menandakan kalau pro muslim" katanya sembari menyesap kopi hangatnya.
__ADS_1
setelah beberapa saat kak Ari kembali berkata "di Makassar Sebenarnya juga ada pemerkosaan terhadap etnis Tionghoa tapi tidak diusut tuntas kala itu"
rasanya gambaran pembrontakan dan penjarahan kini tergambar jelas bayangan otakku, sungguh itu membuatku berpikir begitu menakutkan kala itu.
cerita tidak berakhir sampai disitu karena sekali lagi Kak Aris membuat kami mundur ke tahun sebelumnya, Kak aris berkata
"pokoknya makasar ricuh, semua pemberitaan meliput kasus yang sama karena tidak hanya di makassar, ditempat-tempat lain pun juga hampir serupa" katanya berjeda.
"saya masih mengingat betul kejadian pada 24 April 1996 yang terkenal dengan nama April Makassar Berdarah (AMARAH ). Saat itu, saya masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Atas (SMA)"
"April berdarah itu terjadi bentrokan antara mahasiswa UMI yang demo menutup jalan dengan aparat. Mengakibatkan tiga korban jiwa meninggal, ini yang menjadi protes keras sebelum kejadian di Medan dan Jakarta untuk meminta Soeharto lengserkan"
__ADS_1
"yaa sejarah mencatat soeharto turun dari jabatannya kala itu" kata kingkong menimpali setelah sedari tadi mendengarkan
"ya memang begitu, dan itulah salah satu alasan soeharto turun dari jabatannya sebagai presiden selama menjabat dari 12 maret 1967 hingga 21 mei 1998" tuturnya menitup kisah naas dan rasis kala itu