BIARKAN SAJA

BIARKAN SAJA
15


__ADS_3

memang ternyata nasip sial, entah harus berguru pada siapa lagi agar takdirku sedikit berubah, setelah insident tak bertemu dengan dosen plush beliau ada kegiatan diluar negeri itu tuh ngelangsa banget rasanya sumpah.


tahu tak akan mendapatkan tujuanku dalam waktu dekat, aku juga memutuskan untuk minggu depannya baru kembali kekampus lagi tapi tahu apa yang kudapat.? penggumuman tentang aku, aku dianggap hilang saudara-saudara.


selembar kertas sebagai buktinya, isi penggumannya tuh begini.


DICARI KEKASIH HATI HILANG DAN TAK TAHU JALAN PULANG. JIKA ANDA BERTEMU DENGAN WIDYA BILANG, "kingkongmu rindu".


                                foto


segera hubunggi no ini : 081xxxxxxxx  untuk menukarnya dengan pulsa 20 sekian, wassalam.


aku seketika naik pitam dibuatnya, masalahnya kertas yang ditempelkan itu tidak hanya selembar tapi belembar-lembar juga hampir setiap mading ada dan itu sukses buat hampir semua orang yang bertemu denganku berbalik hanya untuk memperhatikan wajahku sekaligus mereka sudah melihat penggumuman itu alias aku terlambat menggetahui kelakuan nista si kingkong kurang bermodal itu.

__ADS_1


20 ribu pemirsa, 20 ribu hanya 20 ribu hadiahnya dan kingkong dengan bangga menggumumkan itu, wahh sungguh harga diriku dijatuhkan sedalam-dalamnya, bahkan aku yakin galian untuk sumur juga kurang dalam untuk menyembunyikan wajahku.


Tanpa sadar aku sudah mencak-mencak tidak jelas lalu mencabuti pengumuman itu,  entah aku lupa sudah berapa mading yang kudatanggi dan memang benar pengguman itu juga ada disana.


Lelah berburu kertas nista itu, aku memutuskan untuk kekantin yang khusus diisi anak sospol. Baru juga menapakkan kaki kananku di sana para mace yang menggenalku bersorak-sorak berkata


"Weee ketemu mi Widya, ingat mi jalan pulang alhamdulilah" ujar seorang lelaki salah satu asisten mace yang kemayu.


Aku yang diperlakukan seperti itu antara geram, malu dan bahagia karena ternyata aku begitu berkesan bagi mereka. Kupeluk salah satu mace, namanya mace Mia. mace Mia adalah sosok wanita yabg sangat baik, dia kadang menjadi penengah kala aku dan kingkong bertengkar juga salah satu tempat kami dulu selalu berutang.


" Itu kingkongmu tidak berhenti bikin ulah, kalian itu kalo masih baku sayang jangan pamer-pamer tapi tidak jadian ji kasian" katanya masih dengan senyum gelinya.


"Hehehe apa lagi ulahnya si kingkong mak, itu orang ndak kapok-kapok bikin malu ka'" ujarku memasang wajah munafik juga  sedikit menahan umpatan-umpatan lain.

__ADS_1


"Tidak tawwa, dia rindu itu sama kau jadi begitu ki" katanya menjelaskan dengan lembut


"Eddd jangan miki basa-basi mak, utangnya kingkong berapa lagi di kita?" kataku masih menunjukkan senyum namun hatiku sudah geram.


Bukannya menjawab perkataanku, mace malah beranjak dan menggambil sebuah buku. Aku tahu buku itu, buku itu berupa buku hutang para mahasiswa, aku tak menyangka kingkong itu akan berbuat sejahat ini, sampai kami sudah tak akrab pun dia membenankan utangnya padaku?.


Sebenarnya tadi aku hanya basa-basi layaknya dulu kala aku akan bayar utang kami, namun melihat tindakan mace Mia, artinya itu benar jika sekali lagi sialala itu mencari untuk memanfaatkanku, rasa nyeri sudah bergelayut didada dan sudah menggundang lelehan air mana namun sukses ku tahan.


Hatiku meradang dan ingin sekali rasanya mengamuki si kingkong tapi tiba-tiba ayah menelponku. Keadaan kantin cukup ramai sehingga sebelum keluar aku meletakkan selembar uang 100 ribu di meja lalu aku menepi dan menjawab telpon.


Seperti biasanya ayah menanyakan kemajuan skripsiku tapi sungguh tanpa kusadari hanya isak tanggis yang terjadi dari bibirku. aku menangis tersedu-sedu entah karena sedih tak bisa menyelsaikan tugas, malu karena perlakuan kingkong juga penyesalan selama ini hingga tanpa sadar aku sudah berjongkok menyembunyikan wajahku di atas lutut.


telpon masih tersambung, ayah disana masih menasehati namun aku sudah tak mampu mendengarnya dengan jelas. aku butuh ketenangan saat ini.

__ADS_1


kutinggalkan fakultas untuk menuju ke gedung iptes, di gedung iptes ada danau yang cukup luas. sesampainya disana aku hanya duduk dan menatap kosong hingga kenangan masa lalu kembali terbesik dalam otakku.


__ADS_2