
FLASHBACK OFF
Kingkong dikenal sebagai salah satu anak dosen besar di kampus kami, dengan hal itu tentu saja kesan kaya mentereng seketika melekat di namanya namun nyatanya tidak demikian.
Aku pernah bertanya padanya soal kenapa dia begitu pelit dan tidak berpenampilan layaknya orang kaya dan dia berkata
"semua itu bohong, aku hanya keponakan yang dekat dengan beliau, tapi ketika anak semata wayangnya meninggal karena sakit diangkatlah aku menjadi anak mereka. dan kenapa bajuku tidak bermerek karena tentu saja orangtuaku bukan orang kaya dan malu meminta pada mereka" ujarnya.
namun dalam benakku, "iya malu pada mereka tapi memerasku" pikirku kala itu namun bodohnya aku membiarkan saja.
hanya penjelasan itu yang dia jelaskan namun setelah tahu itu dia mulai memanfaatkanku dengan membayar utang makanannya dimace sekali lagi aku biarkan.
jika kalian bertanya pernahkah dia mentraktirku maka jawabannya tidak sama sekali, aku yang membantunya mengerjakan tugas, mentraktirnya makan, nonton, membelikan dia bensin dan timbal baliknya adalah dia menjadi tukang ojekku selama kami bersama.
bodohkan aku? jelas!! dan saking gobloknya aku tak pernah protes.
__ADS_1
masih mending jika motornya bagus nah ini. tahu motor pengantar galon?, motor itu masih mending tapi motornya kingkong ahahaha buruk. bukan menghina namun memang demikian.
bukti prasejarah.
motor itu tak memiliki kap alias telanjang jadi alat-alat, kabelnya dan mesin terlihat dengan jelas setiap kami menggendarainya. aku juga pernah bertanya akan motor itu dan malah dijawab
"ini antik, masih hebat dan jaya pada masanya"
kala itu aku hanya kesal karena kingkong telat menjemputku lalu ketika ditengah jalan tiba-tiba hujan cukup deras tapi kingkong enggan menepi. sudah tahu motornya kena air tapi tetap dipaksakannya jalan terus hingga motor itu lelah sendiri dan mogok begitu saja.
untung hujan mulai reda kala aku mengatakannya dan tahu reaksinya seperti apa? dia berhenti dan membuat motornya terstandar dengan nyaman lalu berbalik kearahku dan berkata
"kamu tidak suka dengan motor buntutku?, oke mulai hari ini kau ndak perlu naik di motor ini lagi" ujarnya dengan marah danĀ mata sedikit merah, sungguh kala itu dia terlihat sangat-sangat menyeramkan.
__ADS_1
What? dia marah ketika aku mengatakan kebenaran dan dia lebih membela motor rongsokan itu dibanding aku?. sukmaku rasanya sudah tidak tahan lagi jadi aku bertahan dengan kemarahanku.
kami berdua terdiam cukup lama setelah lekaki laknat itu menggundang setan untuk mengguasai. setelah mengatakan itu dia memilih kembali mendorong motornya meninggalkan aku yang berdiri membatu, dia terus melangkah dan pergi bersama motornya namun belum jauh dari pandanganku dia kembali berhenti dan motornya terstandar disana lalu dia kembali ke hadapanku, dengan tidak tahu malunya dia menggadahkan tangan dan berkata
"bagi duit"
"ngak ada" tolakku ketus dan bersidekap lalu membelakangginya.
"jangan gitu, ini ongkos aku jemput kamu saat hujan-hujan gini" katanya galak dan masih menggadahkan tangan.
sekali lagi ku ikuti keinginannya lalu ketika uang itu telah ditangannya, dengan pemikiran matang ku tampar wajahnya dengan sangat keras bahkan tanpa segan lagi aku meludahi wajahnya.
untung saja kala itu sebuah pete-pete telah melaju dan berhenti tepat di depanku. dengan langka pasti aku telah menaiki angkutan umum itu dan berlalu pergi meninggalkannya.
ya itu kenangan akhir kala sebelum kami berpisah namun tetap saja rasa sakitnya masih sama.
__ADS_1
FLASHBACK OFF.