BIARKAN SAJA

BIARKAN SAJA
05


__ADS_3

FLASHBACK ON


kisah percintaan kami kala itu tranding karena ketika aku menjadi maba dia yang menjadi korlabku. aku adalah perempuan terpendek diangkatanku dan sering menjadi becandaan mereka kala itu namun karena tidak ingin di intimidasi aku melakukan perlawanan secara terang-terangan kala itu.


aku sudah sering absen dari kegiatan pengkaderan, sering melawan saat dinasehati dan sering melakukan debat jika di dalam kelas sehingga beberapa senior tidak suka padaku.


opsss satu rahasia dalam kampus yang perlu kuberitahu kalian. tidak semua senior yang aktif di organisasi menandakan mereka adalah orang-orang terpilih atau cerdas karena kenyataannya tidak demikian. contohnya saja Alfarizi atau ku sebut saja dia kingkong karena tubuhnya tinggi dan besar.


Alfarizi ini jelas beberapa tingkat diatasku namun entah kenapa pas semester 1 hingga semester 3 dia masih ikut kelasku alias dia remidial always bersama kami. karena kejadian itu aku khilangan respeck padanya dan karena sikapku itu membuatnya sering menghukumku.


perdebatan kami terjadi kala aku masih berstatus maba hingga aku menjalani kegiatan sakral. diantara kami tak ada yang ingin menggalah beberapa kali dia menjahiliku dan beberapa kali juga aku melaporkannya kepada dosen karena sewenang-wenang padaku.


bukan tanpa akibat aku membencinya, entah nasip buruk apa yang melekat padaku hingga setiap pembagian kelompok namanya selalu nyalip masuk bersamaku nah disitulah dramanya.


kingkong itu selalu bilang " kerja gih, kalo kelar kasi tahu aku" begitu pesannya tanpa merasa bersalah. oyah dia juga rada pelit, setiap dimintaki untuk uang jilid dia banyak alasan dan selalu lepas tangan maka semakin kesallah aku.


masih tentang kingkong itu. aku ingat kala untuk ke empat kalinya kami satu kelompok dan kala itulah aku mulai menunjukkan taringku padanya.

__ADS_1


aku telah mengajak untuk mengerjakan bersama namun dia masih dengan sikap acuhnya, diminta untuk menjilit pun dia enggan hingga tiba saat kami harus presentasi, nag di situlah aku menjahatinya.


kami 4 orang termasuk dia, kedua temanku sudah menjelaskan sisa aku dan dia yang belum. semuanya memang sudah kuatur demikian namun aku tak membiarkannya berbicara sepata katapun kala itu.


jadi ketiga giliranku membacakan hasil kenerja kelompok kami, aku menjelaskan sisanya hingga selesai dan setelah semuanya selesai ku baca, tanpa mengkhiraukan dia terus menerus. materi telah dibacakan, sesi selanjutnya dilanjut dengan sesi tanya jawab.


aku yang menjadi moderator, aku yang menggatur jalannya pertemuan kali ini. beberapa pertanyaan telah dilontarkan dari teman-teman namun sekali lagi aku tak mengizinkan dia untuk menjawab apapun.


dia ada namun kubuat dia tidak ada, hampir semua pertanyaan telah terjawab namun seketika dosen pembimbing angkat bicara dan berkata


"iya prof?" katanya sembari menunjuk diri.


"kamu apa di kelompok ini, sejak tadi saya perhatikan kamu hanya duduk tenang disana" katanya dengan wajah serius


"saya sekelompok dengan mereka prof" katanya membela diri


"tapi saya lihat kamu sejak tadi diam saja" ujarnya menuntut

__ADS_1


kesal disudutkan demikian kingkong seketika berkata "dia tidak menggizinkan saya berbicara dari tadi prof" adunya sembari menunjuk padaku.


"..." aku diam


"benar?"


"..." aku masih diam


"kamu, nama kamu siapa?"


"saya widya prof"


"oghh kalian ini ada apa sebenarnya, saya perhatikan dari tadi alfarizi sedari tadi menyenggol-nyenggol kamu tapi kamu tidak peka"


mendengar kalimat itu seketika kelas jadi riuh menggikuti candaan sang dosen, banyak pemikiran yang dilontar oleh dosen hingga ketika dia kembali menyudutkan kingkong, kingkong dengan seenak udelnya berkata


"kami pacaran prof, dia marah dengan saya jadi dia tidak mengizinkan saya bicara" katanya dengan wajah sok serius.

__ADS_1


__ADS_2