
tahun ini 2019, inilah adalah pertemuan pertama kali kala aku merasakan kekecewaan mendalam padanya. dia tidak banyak berubah dari segi wajahnya tapi berat badannya sepertinya turun drastis sedangkan perasaaan mmm entahlah.
aku bukannya masih berharap, toh apa yang bisa diharapkan dari seorang playboy sepertinya, sungguh rasa itu sudah tidak ada, kuharap tidak karena semuanya telah terkubur di bandung bersama air mata selama pelarianku. itu pemikiranku tapi nyatanya tidak 100% demikian.
ya kuharap demikian hanya harapan, aku pernah bertanya pada seseorang, aku berkata
tahu apa jawabannya?
dia berkata "tidak ada, karena melupakan mantan itu kewajiban bukan perlombaan. enak saja dia yang sudah merdeka tapi kamu masih dijajah masa lalu dan kenagan pahit bersamanya, eghh sadar please jangan goblok karena dia" ujarnya rada ngegas.
ngomong gampang tapi move dan mulai hubungan baru itu susah tak tertolong. segala cara telah kulakuan tapi nyatanya sekali disapa hay di WA, aku dak gapak-gapak sehingga segala usahaku buyar begitu saja.
__ADS_1
aku terus berusaha dan berusaha, jika pun gagal aku tetap berusaha, itu yang kulakukan sekarang. toh kami bukan mantan tapi teman tapi ngarep. dan sialnya hanya aku yang berharap disini. sakit ya jelas masih sakit.
seharusnya setelah profosal semangat juang tuk melakukan penelitian lalu mengajukan skripsi bisa kuraih namun karena pasangan kingkong itu aku drop.
jujur kingkong adalah salah satu alasanku hingga setelah mengurus izin penelitian, aku begitu santai tinggal di bandung.
bukan perkara mudah setelah namaku akrap disandingkan dengan kingkong yang populer kala itu, baik teman seangkatan, senior, junior bahkan dosen-dosen tahu hubungan kami.
kenangan akan masa lalu seketika membuatku tersenyum sinis. entah mengapa kala itu aku terlalu terpedaya perasaan.
melihatnya kini jujur masih meninggalkan luka tapi juga ada rindu yang menggikis mendengar canda dan melihat senyumnya yang kurindukan.
kami tak duduk berdampingan maupun berhadap-hadapan, dia melihatku cukup jauh dengan jarak 05. aku sibuk mengontrol otak dan hati disini sembari pura-pura menikmati makanan mace.
__ADS_1
dia dengan kegiatannya, aku pun begitu hingga dia membayar makananya dia sempat berteriak dengan tidak malunya dan berkata
"WIDYAAA AKU RINDU" kelakarnya lalu disambut dengan cie cieee dari mereka yang mengenal kami berdua.
dia pergi begitu saja setelahnya tanpa memperdulikan sorak-sorak dari yang lain maupun emosi yang kembali dia pancing.
wanita bodoh mana yang akan merona setelah disakiti dan bisa memaafkan dengan mudah? maaf itu bukan aku.
dia masih sangat menjengkelkan, tetap acuh, humoris, dan kabar yang kudapat dari mace katanya dia sudah jadi dosen kontrak di kampus ini, dia juga masih single katanya.
lihatkan para mace kantin saja tahu kami, nah setelah putus juga tiba-tiba banyak yang menatapku dengan perasaan simpati.
aku benci itu dan aku benci kingkong yang telah mempermainkan perasaanku seperti ini.
__ADS_1