
mendengar itu seketika kelas semakin riuh karena kabar itu, sang dosen malah tertawa bahagia lalu berkata
"aduhh kalian ini, persoalan cinta jangan dibawa kekelas he'" katanya berkata dengan senyum dibibirnya lalu dia kembali berkata "kamu, namamu widya dik?"
"iya prof" kataku tertunduk malu namun umpatan-umpatan sedang ku lontarkan dalam hati
"maafkan tawwa alfarizi, kalo marah jangan galak-galak kasian, nanti alfarizi diambil orang kalo kalian bertengkar terus" katanya menasehati, lalu ku jawab
"alhamdulillaah kalo seperti itu prof" namun dalam pikirku aku berkata "iya kalo orang yang ambil, digadai dipemulung juga ngak ada yang mau nampung, kan makannya banyak" masih banyak umpatan bersemayam diotakku namun pak natzir kembali berkata
"egh jangan begitu, alfarizi ini cowok idaman wanita, bukan begitu alfarizi?"
oghh tuhan, aku tahu pak natzir itu orang humoris namun aku tak pernah tahu dia bisa menjadi konsultan cinta. wajahku sudah merah antara malu dan marah namun sekali lagi pak natzir berkata
"alfarizi kau bawalah pasanganmu ini ke KUA langsung, ayahmu juga pasti akan setuju menikahkan kalian" katanya terbahak diikuti oleh tawa dari yang lainnya.
aku yang mendengar itu sudah tidak tahan lagi lalu tanpa permisi aku sudah meninggalkan kelas begitu saja.
tapi sebelum aku benar-benar keluar pak natsir sempat berkata
__ADS_1
"itu mau betulan mi ke KUA sampai na lupa mi tasnya"
kalimat itu semakin sukses membuat kelas tambah gaduh.
kupikir itu hanya ada dikehidupan orang hebat namun nyatanya untukku yang bukan apa-apa juga terjadi.
jelang beberapa hari setelah kejadian dikelas itu maka gosip tentangku dan kingkong kini tersebar secepat kecepatan cahaya dan bodohnya kingkong menggiyakan.
orang-orang lebih percaya dia dibanding aku, padahal aku sudah menyangkal dengan tegas nanun tetap saja aku dikatakan pacaran dengan kingkong sialala.
itu pemikiranku nyatanya tidak tuh, seperti kala itu, ketika aku dan temanku sedang asik bergosip di koridor, dari jauh dia sudah bisa melihat sumber musibahku, dia berkata "eghh, eghh pacarmu widya"
"bukan" jelasku
"iya bukan tapi calon imammu toh?" ejeknya dengan bahagia
"amel udah deh" bujukku.
__ADS_1
"acieee cieee yang malu ngaku kalo pacaran ma senior cieee"
"dibilang bukan"
"ngak apa-apa lagi pacaran sama kak alfa, lagian katanya dia kaya log" jelasnya menpromosikan
"cih, iya kaya, kayak kingkong memang" jelasku dengan berang dan ditanggapi lain oleh temanku, amel malah berujar
"cieee oghh kingkong toh panggilan kesayanganmu ke dia?"
"panggilan sayang ndasmu, dia tu.." belum kelar perkatanku, ternyata kingkong sudah duduk disampingku sambil meranggkul bahuku dan berkata
"hay love" ujarnya dengan senyum menjijikkannya.
"love, love. love pala lo peang?, sana apa-apaan lo pegang-pegang" hardikku sambil mendorong-dorong tubuhnya agar berjauhan denganku. tapi dengan gila dia berkata
"ngak usah malu gitu deh, orang-orang juga dah tau kalo kita pacaran" ujar alfa sambil menaik turunkan alisnya.
"..." aku sudah kehabisan kata untuk menyadarkannya, dengan tergesa-gesa akhirnya aku berdiri lalu mengacungkan kedua jari tengahku untuk kingkong itu lalu pergi begitu saja meninggalkan amel yang menjerit-jerit memanggiliki di belakang sana.
__ADS_1