BIARKAN SAJA

BIARKAN SAJA
01


__ADS_3

hampir saja aku lupa memperkenalkan diriku. jadi izinkah daku yang berbaik hati memulai dan membagi kisah memilukan ini.


disuatu sudut dunia yang begitu luas hiduplah seorang anak bernama Widya Ayuningsih 23 tahun yang sangat pemalas, berbadan mini dan berotak kecil namun bermulut tajam disaat-saat tidak tertentu.


wajahnya juga sangat standar membuat orang-orang malas untuk melihatnya akan tetapi berkat mulut kurang ajar dan pikiran kotornya itu banyak orang-orang waras yang sangat suka berteman dengannya.


teman-temanya  mengganggap wanita atau lebih akrab di sapa kerdil itu sebagai hiburan yang sangat menyenangkan untuk melewati hari yang makin menyesakkan.


si kerdil adalah anak satu-satunya dari nenek lidah pahit dan penyihir jahat. penyihir jahat adalah ayah kandungku yang bernama Muhammad Supriadi.


Muh. Supriadi  berasal dari sulawesi selatan tepatnya di kota pinrang dan beretnis bugis. ayahku adalah orang yang sangat memegang teguh sikap tegas dan rasa siri untuk dirinya sendiri juga keluarganya. akan tetapi sikap tegas dan tenggang rasa yang kolot dan menjengkelkan membuatku merasa jika ayah itu adalah orang jahat disaat-saat tertentu.

__ADS_1


tetapi ketika aku jengkel dan membenci ayah saat yang itu jugalah juga dirinya akan menjadi penyihir yang mampu menyulap berbagai keajaiban dari tangannya.


dulu ayahku bekerja sebagai menejer di salah satu pablik rumput laut terbesar di Indonesia namun setelah menikah ayahku lebih memilih berhenti bekerja dan  kini bertugas sebagai Ayah rumah tangga.


ayah kini lebih senang tinggal dirumah dan menyaksikan perkembangan anaknya dan itu hanya aku, setiap detiknya dan tangan kekarnya itu mampu menghasilkan keajaiban sangat membahagiakanku.


seperti halnya soal makanan, kerajinan tangan dan tentunya pelukan terhangat yang pernah ditemui didunia ini selain kehangatan pelukan sang ibu tentunya.


sedangkan lidah pahit adalah julukan untuk ibuku yang bernama purbaningsih lukman. ibuku itu sangat gemar berkata kasar dan bermulut nyiyir jika berhadapan dengan anaknya tetapi akan menjadi ibu peri yang sangat baik hati jika dihadapan pasientnya.


ibuku itu asli orang bandung tapi tidak memiliki sikap lemah lembut ayu dan keibuan seperti seharusnya, ibu itu memang pantas mendapat julukan seperti itu tetapi ibu bagaikan singga betina habis beranak bisanya hanya menggaung saja jika dihadapanku.

__ADS_1


ibuku bekerja sebagai seorang dokter spesialis kandungan di kota bandung dan karena pekerjaan ibu lebih menghasilkan juga mampu mencukupi kehidupan kami bertiga, akhirnya aku dan si penyihir jahat ikut diboyong ke dibandung.


hubunganku dengan ibu tidak selayaknya ibu dan anak tetapi lebih cocok dikatakan rival abadi. kami akan beringkah seperti musuh bebuyutan jika bertemu lalu saling menghardik dan melemparkan cacian satu sama lain jika seseorang dari kami  mendapatkan kasih sayang lebih dari penyihir jahat.


seperti biasa dimulailah debat kusir antara  kantidat wapres dan anak kucing dan sialnya akulah anak kucing itu.  aku dan ibu akan memperebutkan satu-satunya lelaki di rumah layaknya anak kecil yang berebutan permen.


perdebatan antara aku dan nenek lidah selalu dimenangkan oleh nenek lidah pahit. nenek lidah pahit akan sangat senang memenangkan pertengakaran kami tetapi ketika aku sudah terlihat sedih maka nenek lidah pahit akan lebih dulu menanggis sambil memelukku dan yaaa tentu saja aku tidak akan pernah bisa menolak pelukan ibu.


aku itu adalah anak yang petakila dan suka menjejelah, suka berkreasi hal baru bahkan suka berektreman kehal-hal gila.


aku sering bepergian selama dewasa sehingga semakin membuatku semakin jauh dari ibu. jika dengan ibu kami selalu bertengkar tetapi ketika kami terpisah jarak yang sangat jauh nenek lidah pahit akan selalu merindu dan tidak akan pernah berhenti menelponku lalu menanyakan kesehatan kegiatan dan perekonomianku.

__ADS_1


__ADS_2