BIARKAN SAJA

BIARKAN SAJA
07


__ADS_3

semester pertama telah berlalu, aku dan kingkong melalui hubungan tidak jelas, orang semakin percaya jika kami pacaran karena kingkong selalu menyempatkan diri mendatanggiku, orang lain mungkin berpikir kami sedang melepas rindu tapi kenyataanya adalah, kingkong datang tuk menggangu ketenanganku.


dia datang dengan banyak tugasnya namun terus memaksaku untuk mengerjakan itu untuknya. dia memanfaatkan sikap rajin dan otak cukup bisa diandalkan milikku itu untuk menyelamatkannya dari amarah para dosen.


seperti kali ini dia datang dengan seenak udel dan berkata


"love, manis yang baik hati, daku datang dengan oleh-oleh baru untukmu"


"oleh-oleh pala lu kotak" geramku, aku selalu tahu jika kingkong sialala itu datang menemuiku dia hanya akan memberi beban untukku.


"jangan gitu agh, maaf ya pas malam minggu ngak ngapelin kamu" ujarnya dengan suara cukup keras sehingga membuat teman-teman memusatkan perhatian pada kami.


"he, ngak usah sok-sok mau malam mingguan wong otakmu malam jumatan mulu"

__ADS_1


"ighh love tau aja kalo malam jummat itu sunnah rasul tapi sabar nah, halal pi baeu kita bikin yang enak-enak"


"kingkong pergi ngak lo, maksud gua itu lu malam jumatan tuk minta pesugihan gila"


"yaaa elah, boro-boro minta peaugihan minta kamu aja aku udah puas kok"


"kingkong gila mati aja lo" jeritku melemparinya polpen.


"jangan agh tar kamu nanggis terus jadi janda dong"


"MAAFKAN AKU YA LOVE?" tulisnya, setelah itu dia tersenyum menjijikkan didepanku.


Jelas ulahnya itu semakin menarik perhatian orang lain, dan salah satu temanku yang paling humoris ikut menimpali dan berkata

__ADS_1


"maafkan tawwa, masih banyak ji malam minggu yang lain widya" katanya dengan cenggiran lalu diakhiri tawa menggelegar melihatku misu-misu tidak jelas.


aku semakin geram, bahkan aku tidak segan-segan melemparinya buku, aku sudah tidak bisa mengontrol amarah, dan egoisnya dia terus memaksan keinginannya.


aku sudah tak tahu harus berbuat apa hingga tanpa ku rencanakan aku menangis begitu saja. dia yang panik terus membujuk dan berusaha memelukku tapi bukannya tenang aku malah semakin benci dengan lelaki itu.


untukku selama ada kebohongan kingkong setiap hari adalah musibah namun di mata orang lain, kedekatan kami itu adalah bukti jika cinta itu indah.


kingkong kadang tidak segan beradegan menjijikkan dihadapan orang lain dengan mencubit pipiku atau menggelus-ngelus kepalaku, dan jika pun kami bertengkar adalah hal yang paling lucu untuk orang lain karena ada saja tingkah konyol kingkong untuk membuatku memaafkannya.


itu untuk mereka, tapi mereka tidak tahu saja kisah yang sebenarnya.


kingkong juga mulai sering menggirimiku teror, apa lagi coba kalau bukan menggingatkan tugasnya yang harus ku kerjakan juga selesaikan secelatnya.

__ADS_1


hingga kini aku tak tahu apa kelebihan lelaki itu selain tubuhnya tinggi besar, rakus dan penceramah yang baik.


__ADS_2