
sudah banyak teman-teman seperjuangannya yang sukses dengan cara mereka masing-masing namun tidak memenggaruhi pikiranku akan tetapi hal itu tidak berjalan lama karena tiba-tiba negara api menyerang tanpa sepengetahuanku dan segalanya berubah.
aku kehilangan ketentraman karena sang penyalur gen yang awalnya sangat senang dengan keberadaanku kini berubah mejadi peyihir tiri yang sangat kejam.
ayah mulai frustasi karena semua ucapan para tetangga yang membanding-bandingkan anak mereka denganku dan pada akhirnya kefrustasian penyihir tirilah yang membuatku harus kembali terhempas kebagian bumi yang bernama makassar, di salah satu universitas negeri yang bermaskot ayam jantan itu aku kembali dipaksa untuk merenggut sebuah gelar sarjana pada belakang namaku.
dulu aku berhasil masuk dengan jalur SNMPTN pada pilihan ke 2 dengan bidang studi Antropologi sosial yang berakreditasi A, walaupun sebenarnya aku hanya mendapatkan aji mumpung hingga bisa masuk universitas tersebut tetapi sungguh keberuntungan yang jatuh ketangan yang salah karena aku tidak sungguh-sungguh mempelajari segala teori dalam bidang antropologi sosial.
__ADS_1
yang aku tahu hanya 7 unsur kebudayaan selebihnya telur naga, dirinya tidak ada yang nyangkut dalam otak udangku setelah frustasi gagal jadi sarjana.
antropologi sosial itu sebenarnya sangat bagus dan hebat, bagaimana tidak jika dokter merawat dan menganalisis penyakit seseorang maka para antropolog akan menggalisis penyakit suatu kelompok dan menyembuhkannya secara bersamaan, mampu menggoliskan hal-hal mistig juga mampu membuat kelompok tersebut berpikir ulang akan kesebuah pradigma atau kepercayaan yang dianggap benar.
Antropologi sosial juga tidak membahas menggenai benda peninggalan nenek moyang, tetapi memeliti akan kebudayaan, kebiasaan, dan kepercayaan yang ditinggalkan oleh lelehur sebelumnya. belajar antropolog itu luas banget jangkauannya, antropologi tidak hanya belajar budaya tapi juga menyakup banyak ilmu seperti ilmu komunikasi, arsitektur pembangunan dan ekonomi, agama, kesehatan dan bahasa. bisa dikatakan ilmu antropologi itu makrub akan ilmu.
waow sungguh serial drama yang mengharu biru karena pada dasarnya dan pada kenyataannya tidak sedemikian rupa.
__ADS_1
yang ada dikehidupan nyata hanyalah dosen-dosen tua botak, gendut, berperut buncit kalaupun tidak seperti itu ya paling badannya kurus, ada juga yang tidak terlalu gemuk tidak juga terlalu kurus, dan sayangnya dikampus itu mata kalian tidak akan dihiasi otot-otot maco seperti serial ftv atau di novel-novel romansa yang diceritakan oleh penggarang-penggarang hebat jadi back to reality girls hidup tak seindah dongeng penggantar mimpi.
jika novel-novel atau cerita ftv menceritakan menggenai dosen killer yang irit bicara, dingin dan arrogan berbeda denganku, dosenku ini sangat ramah, malah saking ramahnya aku tidak dapat membedakan dirinya sedang bercanda atau serius hal ini tentu membuat orang lain berpikir keras untuk menyikapi orang itu, dan jika cerita-cerita lain sang dosen tidak menanggapi ucapan anak didiknya maka berbeda denganku.
pembimbingku akan merespon apapun ucapanku dengan cara cepat namun jangan lupakan jawaban-jawaban absurt menyebalkannya sehingga wajahnya ingin kuparut sampai halus tak tersisa.
aghhh derita anak semester akhir ditelan waktu ya begini, kata yang menggambarkannya ya, mmm menyebalkan.
__ADS_1